SISTEM PERTANIAN TERPADU DI PERTEMUAN RUTIN KT. SRI TANJUNG DESA KARANGPRING
Sistem pertanian terpadu merupakan sistem integrasi pertanian yang menggabungkan beberapa sektor, seperti pertanian, peternakan dan sektor lain (perkebunan, perikanan, dan kehutanan) sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan dan konservasi lingkungan. Ini yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sri Tanjung yang berkolaborasi dengan kaum akademisi yakni rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Politeknik Negeri Jember. Yang mana kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan sistem pertanian terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu 12 November 2022 turut hadir juga penyuluh pertanian setempat.
Dalam kegiatan ini materi yang disampaikan adalah pembuatan pakan ternak yang di fermentasi (silase), mengingat petani yang ada di walayah Kelompok Tani tersebut juga sebagai peternak sapi/kambing yang makanan utamanya adalah rumput/hijauan segar. Saat musim penghujan pakan hijauan sangatlah melimpah, namun disaat musim kemarau tiba stok pakan hijauan mulai berkurang dan ini menjadi salah satu masalah. Pakan fermentasi inilah yang nantinya diharapkan bisa menjadi solusi bagi peternak.
Silase/pakan fermentasi berasal dari hijauan/tebon jagung yang masih muda dan segar yang di proses dengan mencampurkan beberapa bahan tambahan seperti dedak/bekatul, dekomposer, molase. Yang mana semua bahan dicampur hingga merata lalu di masukkan kedalam wadah yang tertutup rapat untuk difermentasi selama kurang lebih 20-30 hari. Dan keunggulan dari silase ini bisa di simpan selama 4-6 bulan. Pakan fermentasi yang diberikan pada hewan ternak nantinya selain ternak menjadi sehat, limbah kotorannya pun bisa digunakan sebagai Pupuk Orgaik Padat maupun Pupuk Organik Cair untuk dikembalikan lagi ke tanah.
Selain materi fermentasi pakan ternak juga di sampaikan materi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari urine/kencing sapi. Pupuk Organik Cair (POC) dari urine sapi memiliki 3 fungsi utama yaitu sebagai pupuk cair bagi tanaman, sebagai zat pengatur tumbuh tanaman dan juga sebagai pestisida nabati. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa urine sapi memiliki kandungan unsur kimia yang lebih banyak dari kotoran sapi padat.