Selasa 22 Februari 2022, tepat pukul 19.30 WIB bertempat di Balai Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, telah diadakan Rembug Tani yang menghadirkan pengurus beserta anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dukuh Mencek Jaya dan seluruh pengurus kelompok tani se Desa Dukuh Mencek. Tampak hadir pula Kepala Desa Dukuh Mencek, Bapak Nanda Setiawan, SE., dan juga Penyuluh Pertanian dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember sebagai pendamping petani dalam acara rembug tani tersebut.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan yang diadakan oleh Gapoktan Dukuh Mencek Jaya sebagai wahana bertukar informasi pertanian, baik antar petani maupun antara petani dengan stakeholder terkait seperti penyuluh pertanian dan pemerintahan desa atau stakholder lain. Pada kesempatan kali ini, rembug tani dimulai dengan pengarahan dari Kepala Desa Dukuh Mencek selaku pembina Gapoktan Dukuh Mencek Jaya, lalu dilanjutkan dengan penyampaian laporan kas keuangan Gapoktan oleh pengurus Gapoktan. Terakhir dilakukan pembahasan mengenai reformasi kelompok tani. Dari hasil rembug tani dan musyawarah bersama, disepakati Bapak Moh Hasim, tetap sebagai Ketua Gapoktan Dukuh Mencek Jaya untuk periode 5 tahun kedepan. Sedangkan jabatan Sekretaris lama, Bapak Sundariyanto, digantikan oleh Bapak Wibowo. Untuk Bendahara Gapoktan juga diganti, yang semula Bapak Imam Suudi, digantikan oleh Bapak Edi Mulyono.
Di penghujung acara Rembug Tani, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Desa Dukuh Mencek, Bapak Iwan Apriyanto, SP., menyampaikan beberapa pengarahan yang berkaita dengan reformasi kepungurusan Gapoktan Dukuh Mencek Jaya. Diantaranya tentang peran penting kelompok tani dalam upaya pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan sistem budidaya tanaman yang sehat. Bapak Iwan berharap Gapoktan Dukuh Mencek Jaya akan sesuai namanya yang semakin berjaya di bawah kepengurusan yang baru dan dengan pembinaan dari pemerintahan desa setempat. Kunci dari keberhasilan tujuan Gapoktan yaitu meningkatkan produksi pertanian dan mensejahterakan anggota petaninya adalah komunikasi dan sinergitas semua pihak. Petugas PPL dan POPT akan selalu siap mendampingi petani. Melalui kegiatan pertemuan rutin sperti rembug tani ini, diharapkan mampu menampung segala informasi di bidang pertanian serta sebagai ruang diskusi bagi penyuluh dengan kelompok tani / petani dan didapatkan solusi bersama.
Di penghujung acara, Bapak Iwan selaku PPL berpesan agar petani fokus pada pertanian berkelanjutan dengan berbudidaya tanaman sehat dengan aplikasi Agens Pengendali Hayati (APH) dan aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).
Aplikasi APH dan PGPR ini daharapkan mampu menekan biaya usaha tani serta menekan penggunaan bahan kimia sehingga petani dapat berbudidaya tanaman sehat yang ramah lingkungan serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian.