Kamis 24 Maret 2022, bertempat di Kelompok Tani Tani Agung Desa Karangpring Kec. Sukorambi, Penyuluh Pertanian Desa Karangpring beserta Tim PPL Se Kecamatan Sukorambi, Panti dan Petugas POPT Kec. Sukorambi, melakukan pendampingan kepada petani dalam pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhyzobacteria) atau Bakteri Perangsang Tumbus yang bahan bakunya dari akar bambu dan akar ilalang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi petani dalam mengembangkan Agensia Pengendali Hayati (APH) yang hingga saat ini terus disuluhkan secara masif untuk diaplikasikan. Dengan demikian ekosistem dan kelestarian lingkungan pertanian tetap terjaga dan produksi pangan yang dihasilkan akan aman dan sehat untuk dikonsumsi karena meminimalisir kandungan residu pestisida kimia.
Fungsi PGPR ini adalah memperbaiki struktur tanah dan mampu memacu pertumbuhan tanaman khususnya perakaran, jika akar tanaman tumbuh dengan baik maka nutrisi/unsur hara yg ada di dalam tanah bisa diserap dangan optimal oleh akar. Akar juga akan tumbuh sehat karena terlindungi oleh bakteri yang menguntungkan tersebut. Selain itu, PGPR juga bisa menjadi antobodi bagi tanaman, artinya bisa menjadi pelindung tanaman terhadap serangan OPT.
Oleh karena itu seiring dengan kondisi tanah yang saat ini sudah semakin rusak karena penggunaan bahan kimia yg berlebihan dan terus menerus maka sudah saatnya perbaikan tekstur dan struktur tanah dilakukan salah satunya dengan aplikasi PGPR.