Pemanfaatan sumber daya alternatif seperti pupuk organik atau pupuk hayati untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman mulai digalakkan di berbagai tempat. Disamping manfaatnya sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman, pupuk organik dan pupuk hayati memiliki nilai tambah dalam fungsinya sebagai pembenah tanah.
Jamur Jakaba merupakan salah satu sumber hayati yang dijadikan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Jamur jakaba umumnya digunakan dalam bentuk pupuk cair yang diaplikasikan ke bagian tanaman. Jamur Jakaba dapat di aplikasikan pada saat pertumbuhan vegetatif tanaman. Hari ini, Selasa 11 Oktober 2022 Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember mengadakan kegiatan perbanyakan jamur Jakaba sebagai persiapan tanam padi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Penyuluh Pertanian setempat beserta pengurus kelompok tani. “Ini merupakan inisiatif kami sebagai petani didampingi oleh penyuluh dalam mencukupi kebutuhan sarana dan prasarana untuk budidaya tanaman padi kami, seperti yang kita sama-sama tahu bahwa saprodi khususnya untuk pupuk itu sudah semakin terbatas, jadi kalau kami tidak melakukan inovasi sendiri maka siapa yang bisa membantu kami, Nah dengan pembuatan Jakaba ini harapannya petani bisa terbantu dan tanaman kami juga menjadi lebih sehat, tanah kami juga bisa lebih sehat sehingga produksi kami dapat meningkat” ujar Fathur selaku salah satu pengurus kelompok tani. Dalam pembuatan jamur Jakaba, media perbanyakan yang digunakan adalah air leri dan dedak. Komposisi media 1 kg dedak per 10 liter air leri. Setelah semua bahan dicampur kemudian disimpan dalam wadah plastik bermulut lebar dan di tutup dengan kain. Inkubasi dilakukan selama 20 hari dan jamur Jakaba siap di aplikasikan.
Semoga bermanfaat.