Agens Pengendali Hayati adalah setiap organisme yang dalam semua tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluannya.
Senin, 14 Februari 2022, Pos Pelayanan Agens Hayati atau PPAH SUmber Mulyo, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, kedatangan Petani dari Kelompok Tani Tirto Bakti II, Desa Suka Makmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Tujuan dari silaturrahmi tersebut adalah untuk ngangsu kaweruh atau berbagi ilmu dan praktek bersama dalam perbanyakan agens pengendali hayati Trichoderma sp. dan PGPR.
Seperti yang telah diketahui, Sebagai agens hayati, Trichoderma berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnya dari serangan patogen seperti cendawan patogen. Pada pertanaman sengon yang rentan yang terserang penyakit busuk akar ('Ganoderma' sp.), pertanaman kubis yang rentan penyakit akar gada, penggunaan 'Trichoderma' sebagai agen antagonis merupakan salah satu alternatif pengendalian yang direkomendasikan. Sedangkan dalam pertanaman padi, cabe dan tomat, diaplikasikan untuk mengatasi penyakit tular tanah yang disebabkan jamur. Perbanyakan yang dilakukan dengan menggunakan media beras jagung. Caranya cukup mudah. Bahan-bahan yang digunakan juga cukup sederhana.
Alat dan Bahan:
1 tabung isolat Trichoderma sp.
1 Kg Beras Jagung yang sudah direndam semalam
Plastik kiloan tebal tahan panas
Solet untuk inokulasi
Cara:
Masukkan beras jagung ke plastik lalu lipat/ gulung
Kukus selama 45 menit
Dinginkan dengan tetap plastik tertutup
Setelah dingin, inokulasi Trichoderma sp. ke dalam beras jagung, ratakan lalu staples dengan berbentuk segitiga seperti gambar
Simpan di tempat teduh dan sejuk kurang lebih selama 7 hari
Trichoderma sp. siap aplikasi atau diperbanyak kembali