Prototype


Pada tahap Prototype, dibuat contoh atau rancangan awal produk ekoenzim dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga, terutama kulit buah dan sisa sayuran. Limbah tersebut dikumpulkan, kemudian dicampurkan dengan air dan gula merah atau molase dalam wadah yang bersih dan tertutup. Wadah diberi label yang mencantumkan bahan serta tanggal pembuatan agar proses fermentasi dapat dipantau.


Prototipe ini dibuat untuk melihat apakah limbah organik yang biasanya dibuang dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Selama proses fermentasi, perubahan warna, aroma, dan kondisi larutan diamati secara berkala. Hasil pengamatan tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui kekurangan dari prototipe dan menentukan perbaikan yang diperlukan.


Melalui pembuatan prototipe ini, diharapkan ekoenzim dapat menjadi salah satu alternatif sederhana dalam mengurangi limbah organik serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan kembali sisa bahan organik yang ada di lingkungan.