protocercal, yaitu pada ujung bagian belakang berbentuk lurus, ekos bentuk ini pada umumnya dapat di temukan pada ikan yang masih embrio dan ikan cylostomata
heterocercal, pada bagian ujung ekor agak membelok ke arah dorsal. contohnya seperti pada ikan pecut.
homocercal, kurang lebih sama dengan heterocersal namun membelok ke arah dorsal atas ada sedikit perbedaan seperti pada gambar
diphycercal, merupakan jenis ekor yang ujungnya lurus ke arah cauda sehingga sirip ekor terbagi simetris
dan tampak luar pada bentuk ekor ikan terbagi lagi menjadi 10 :
rounded (membundar) contoh ikan kerapu bebek
truncate ( berpinggiran tegak) pada ikan tambangan
pointed (meruncing) contoh pada ikan sembilang
wedge shape (berbentu baji) contoh ikan gulamah
emarginate (lekuk tunggal )contoh ikan lencam merah
double emarginated (lekuk ganda) contoh pada ikan ketang-ketang
forked (bercagak) contoh pada ikan cipa-cipa
lunate (sabit) contoh pada ikan tuna mata besar
epicercal pada ikan cucut
hypocercal pada ikan terbang
Sisik adalah rangka dermis atau bisa disebut demikian dikarenakan sisik memiliki bentuk pada lapisan dermis. salah satu fungsi dari sisi adalah sebagai perisai atau pelindung tubuh dari lingkungan yang membahayakan.
Ganoid, Sisik jenis ini terdiri dari garam garam ganoid, bentuknya hampir sama seperti ketupat. terdapat pula pada ikan yang bertulang rawan misalnya pada ikan polypterus.
Cosmoid, sisik jenis ini hanya terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif.
sisik placoid, sisik yang ini biasanya terdapat pada ikan yang bertulang rawan wperti elasmobranci. bentuk hampir seperti bunga mawar dengan duri.
cylcloid, bentuk ini terdapat pada golongan ikan teleosttei.
ctenoid, bagian pada ikan ctenoid pada dasarnya sama dengan sisik cycloid, kecuali bagian posteriror sisik ctenoid di lengkapi dengan cteni (semacam gerigi kecil.
WARNA TUBUH IKAN;
Warna tubuh ikan juga merupakan alat penyesuaian diri terhadap lingkungan,
terutama untuk menghindari diri dari hewan predator. Warna tubuh ikan disebutkan
oleh konfigurasi pada daerah sisik (chromatophore) dan pigmen pembawa warna
biochrome :
● Carotenoid : kuning, merah, dan merah muda
● Chromolipoid : kuning sampai coklat
● Indigoid : biru, merah dan hijau
● Melanin : hitam dan coklat
● Flalin : kuning kehijau-hijauan
● Purin : putih keperakan
● Pterin : putih, kuning, merah dan jingga
● Porphyrin : merah, kuning, hijau, biru dan coklat
SIRIP IKAN;
Jumlah sirip pada ikan beserta fungsinya :
● Pinna pectoralis (sirip dada)
Fungsi sirip dada pada ikan adalah untuk melakukan pergerakan maju, ke samping
dan diam (mengerem), sirip ini terletak di posterior operculum atau disebut juga
pada pertengahan tinggi di kedua sisi tubuh ikan.
● Pinna dorsalis (sirip punggung)
Sirip punggung, fungsinya adalah untuk menstabilkan tubuh (Balance). Ikan akan
menggunakan sirip ini sekalian dengan Pinna Analis untuk membantu ikan
memutarkan badan dengan cepat. Dan sirip ini berada pada di bagian dorsal.
● Pinna ventralis (sirip perut)
Sirip perut ini berperan dalam menstabilkan tubuh ikan saat berenang. Namun
tidak hanya itu saja, sirip tersebut juga berfungsi untuk membantu menetapkan
posisi tubuh pada kedalaman tertentu. Letaknya tepat di bagian perut ikan.
● Pinna analis (sirip dubur)
Sirip dubur, sirip ini berada pada bagian posterior anal, tidak jauh dengan duburya.
Fungsinya guna membantu ikan dalam menstabilkan tubuh saat berenang, hampir
sama dengan sirip perut.
● Pinna caudalis (sirip ekor)
Sirip ekor, sirip ini terletak pada bagian posterior tubuh ikan dan biasanya
dinamakan sebagai ekor. Fungsi sirip ini sebagai pendorong utama ketika ikan
berenang (maju) dan juga sebagai stier/kemudi pada saat bermanuver.
● Adipose fin
Yang terakhir adalah Adipose fin, letak sirip ini adalah pada bagian dorsal agak
sedikit di depan pinna caudalis. Namun tidak semua ikan memiliki sirip ini.