DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN JAKARTA


Prolog

Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM) merupakan Program Strategis Nasional (PSN) sebagai penerjemahan dari Perintah Presiden Republik Indonesia di dalam Nawacita, yaitu negara hadir di tengah masyarakat.

Program DPM sudah dimulai sejak tahun 2015 dengan jumlah yang terbatas dan mengalami peningkatan jumlah output dan penyediaan anggarannya dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2018 Kementerian Perhubungan mendapatkan penugasan untuk melaksanakan DPM dengan target output 100.000 orang/sertifikat yang menempel pada output Badan Pengembangan SDM Perhubungan.

Target output tersebut dibagi ke dalam 19.000 orang/sertifikat di sekolah di bawah BPSDMP Matra Darat, 61.000 orang/sertifikat di sekolah di bawah BPSDMP Matra Laut, dan 20.000 orang/sertifikat di sekolah di bawah BPSDMP Matra Udara.

STIP melaksanakan DPM dalam 3 bentuk:

  1. Community Development dengan sasaran masyarakat umum dengan tujuan umum mengurangipengangguran dan angka kemiskinan serta sosialisasi Keselamatan pelayaran
  2. Keselamatan Penerbangan, sasaran operator pelayaran Perintis, pihak terlibat di pelayaran Perintis, dan Regulator baik Pusat maupun Daerah
  3. Revitalisasi SMK, sasaran SMK Pelayaran dengan tujuan compliance lulusan SMK terhadap standar serta menambah kompetensi lulusan
  4. Kewilayahan dan Keperintisan.

SAMBUTAN MENTERI PERHUBUNGAN PADA KEGIATAN DPM STIP 2018

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Pertama kita panjatkan puji syukur kita kepada Allah SWT yang memberi kita banyak sekali kenikmatan, sehingga kita bisa berkumpul di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta ini.

Hadirin sekalian, saya ingin menekankan kembali program yang disampaikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo selama memimpin negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Berkali-kali beliau sampaikan pada berbagai kesempatan bahwa negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah akan membangun dari perbatasan, pelosok, pinggiran, serta akan berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi angka kemiskinan. Untuk mewujudkannya, berbagai program telah dilaksanakan, diantaranya pembangunan infrastruktur yang masif. Di Kementerian Perhubungan sendiri, berbagai bandara, pelabuhan, dan prasarana transportasi lainnya dibangun dan ditingkatkan kapasitasnya dalam melayani pergerakan orang dan barang. Konektivitas menjadi salah satu kunci dalam rangka mengurangi kesenjangan yang terjadi antardaerah dan meningkatkan tingkat perekonomian.

Selain pembangunan infrastruktur yang masih, Kementerian Perhubungan juga tetap konsisten dalam menekan angka kecelakaan pada sistem transportasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu kita semua masih kecewa dengan berbagai kecelakaan kapal yang masih saja terjadi. Ini menjadi salah satu konsentrasi kita di Kementerian Perhubungan untuk tetap dari waktu ke waktu meningkatkan kualitas layanan sistem transportasi baik dari sisi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

Disamping tugas-tugas itu semua, sebagai penerjemahan bahwa negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, maka Kementerian Perhubungan juga turut hadir memberikan pelayanan berupa pendidikan dan pelatihan baik kepada operator dan regulator pada sistem transportasi maupun kepada masyarakat umum. Baik dalam bentuk sosialisasi tentang pentingnya keselamatan bertransportasi, maupun memberikan life skill agar masyarakat mampu mandiri dalam meningkatkan kualitas kesejahteraannya.



Pada berbagai Direktorat Jenderal, Kementerian Perhubungan punya program padat karya untuk membantu atau memberikan stimulasi kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan atau pendapatan. Kementerian Perhubungan juga memiliki salah satu program prioritas nasional berupa kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM).

DPM ini merupakan Program Strategis Nasional dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran. Kementerian Perhubungan turut hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan life skill keterampilan yang dapat digunakan masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan atau pun mandiri.

Pada tahun 2018 Kementerian Perhubungan mempunyai target 100.000 orang bersertifikat yang hadir di tengah masyarakat dalam rangka menerjemahkan perintah Presiden Republik Indonesia dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran. Kementerian Perhubungan juga mencetak agen-agen perubahan di tengah-tengah masyarakat yang siap untuk mensosialisasikan keselamatan bertransportasi.

Adapun pleatihan life skill yang di adakan adalah BST ( Basic Safety Training ), AFF ( Advanced Fire Fighting ), SAT ( Security Awareness Training ).

Saya berharap para peserta setelah mengikuti pelatihan tersebut memiliki cara pandang yang berbeda dalam memandang masa depan. Kita bisa mandiri tanpa harus menunggu menjadi Pegawai Negeri atau bekerja di perusahaan. Sertifikat yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pekerjaan. Namun yang tidak kalah penting, bahwa melalui kegiatan pelatihan dan pemberian wawasan dapat digunakan sebaik-baiknya dalam mencari celah untuk meningkatkan kesejahteraan pada bidang ekonomi.

Kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan dan jajarannya, khususnya pada kesempatan ini adalah Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya hadir sampai ke pelosok negeri dalam mencerdaskan anak bangsa agar bisa berdiri di kaki sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya.

Terakhir, sinergi antar-instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, antarsektor dan subsektor mari kita terus tingkatkan untuk memperbaiki data kondisi riil masyarakat sehingga program-program seperti ini bisa tepat sasaran. Semoga Allah SWT meridhoi segala yang telah kita kerjakan.

Marunda, November 2018

DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT STIP TAHUN 2019

Pada tahun 2019 ini STIP mendapat alokasi Diklat Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 17.300. diklat tersebut di bagi menjadi 11 bagian yang nantinya dapat membantu masyarakat untuk dapat menambah skill dan kemampuan saat terjun di dunia kerja.

jenis Diklat DPM Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran adalah Sebagai Berikut:

  • Basic Safety Training (BST)
  • Advance Fire Fighting (AFF)
  • Security Advance Training (SAT)
  • Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM)
  • Crowd Management Training (CMT) KLM
  • Crisis Management & Human Behaviour Training (CMHBT) KLM
  • Kecakapan Kapal Tradisional Penangkap Ikan 30 Mil Deck
  • Kecakapan Kapal Tradisional Penangkap Ikan 30 Mil Mesin
  • Kecakapan Kapal Tradisional Penangkap Ikan 60 Mil Deck
  • Kecakapan Kapal Tradisional Penangkap Ikan 60 Mil Mesin
  • Dasar – Dasar Kesyahbandaran

Persyaratan program pemberdayaan masyarakat tahun 2019 :

  • Fotocopy Ijazah min- SLTP atau Sederajat
  • Fotocopy KTP yang berlaku, usia 17-35 Tahun
  • Fotocopy akta kelahiran
  • Foto 3x4 = 2 lembar background biru
  • Mengisi surat pernyataan mengikuti diklat bermaterai Rp. 6000Lulus seleksi kesehatan di Klinik Utama STIP Jakarta
  • Surat Keterangan Tidak mampu

SAMBUTAN KETUA STIP PADA KEGIATAN DPM STIP 2018

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT bahwa pada kesempatan ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam kondisi sehat wal‘afiat dalam rangka melaksanakan kegiatan Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.

Sebagaimana saya sampaikan pada Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini pada minggu yang lalu, bahwa sebagai bentuk perwujudan negara hadir untuk masyarakat selain dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pemerintah menghadirkan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dan merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN).

Program DPM ini memiliki beberapa target sasaran. Di antaranya adalah untuk peningkatan keselamatan keamanan dan pelayanan transportasi melalui diklatdiklat keselamatan transportasi untuk para operator, regulator di daerah dan wilayah, serta masyarakat umum yang diharapkan lebih memahami tentang keselamatan dan keamanan transportasi sehingga membantu ikut menjaganya.

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran kembali menyelesaikan Program DPM di berbagai kabupaten dan kecamatan di Indonesia.Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah menyelesaikan rangkaian kegiatan DPM. Kami berharap apa yang telah diberikan selama pelatihan memberikan pemahaman dan keterampilan

baru untuk dapat dimanfaatkan dalam rangka perbaikan kesejahteraan hidup. Sekali lagi, kami juga berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan menjadi agen-agen perubahan di masyarakat pada bidang keselamatan transportasi. Keselamatan transportasi menjadi tujuan utama dalam penyelenggaraan sistem transportasi.

Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten atau instansi daerah terkait, kami ucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan kepada program ini sehingga dapat terselenggara dengan baik seperti yang diharapkan. Selanjutnya kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten dan kecamatan dapat melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap lulusan pelatihan DPM ini. Kita semua berharap pelatihan ini mampu menaikkan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat merasa terbantu jika dalam rentang waktu beberapa bulan mendatang kami mendapatkan informasi keterserapan lulusan pelatihan ini di dunia kerja maupun mandiri melalui berwirausaha.

Kepada seluruh instruktur dan pelatih, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setingi-tingginya atas dedikasinya . memberikan yang terbaik bagi anak bangsa. Semoga dedikasi tersebut sebagai amal ibadah yang mengalir sepanjang masa.

Kepada para lulusan Diklat Pemberdayaan Masyarakat, sekali lagi kami ucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan program ini. Kami juga ucapkan selamat datang di keluarga besar alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Manfaatkan dan terapkan apa yang telah diberikan instruktur dan pelatih selama pelatihan, Insya Allah bermanfaat dan memberikan nilai tambah serta meningkatkan kualitas kesejahteraan.

Semoga Allah SWT merahmati semua yang telah kita kerjakan dan memudahkan urusan kita ke depan dalam mewujudkan sistem transportasi yang selamat, aman dan nyaman di seluruh wilayah indonesia.

Marunda, 31 Oktober 2018