Mlopoharjo, Wonogiri - Dalam rangka meningkatkan kesadaran orang tua balita akan pentingnya asupan nutrisi yang tepat, Amelia Gunawan, mahasiswi KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) dari jurusan kedokteran, Fakultas Kedokteran, mengadakan program edukasi terkait penyebab dan cara mengatasi gerakan tutup mulut pada anak. Program ini berlangsung pada tanggal 3 hingga 9 Agustus 2024, bertempat di tujuh posyandu balita di Desa Mlopoharjo.
Gerakan tutup mulut (GTM) merupakan fenomena di mana anak-anak, terutama balita, enggan untuk makan atau menolak makanan tertentu. Fenomena ini menjadi perhatian serius di Desa Mlopoharjo, karena banyak orang tua yang mengeluhkan sulitnya meningkatkan berat badan anak mereka akibat permasalahan ini. Kondisi ini bisa berdampak pada tumbuh kembang anak, terutama pada masa-masa penting perkembangan balita.
Melihat permasalahan ini, mahasiswi KKN UNDIP mengambil inisiatif untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada para orang tua balita di desa ini. Program edukasi ini mencakup penjelasan tentang berbagai faktor yang dapat menyebabkan gerakan tutup mulut, seperti rasa sakit saat tumbuh gigi, gangguan pencernaan, atau rasa bosan dengan menu makanan yang monoton. Selain itu, mahasiswi juga memberikan tips praktis untuk mengatasi masalah ini, seperti tetap tenang dan sabar, variasi menu, pengenalan makanan baru secara perlahan, serta pentingnya menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak.
Dalam setiap sesi, para orang tua diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung, yang memberikan panduan serta solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para orangtua, dengan banyak orang tua yang merasa terbantu dan mendapatkan pemahaman baru mengenai cara mengatasi GTM.
Setelah diselenggarakannya edukasi ini, diharapkan permasalahan gerakan tutup mulut yang dialami anak dapat diatasi oleh para orang tua di Desa Mlopoharjo. Dengan demikian, anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.
Penulis: Amelia Gunawan