Wah hebat, peserta didik sudah menyelesaikan pembelajaran pada BAB I. Pada BAB II ini materi pertama yang akan kita bahas mengenai Revolusi Industri. Apakah sudah ada yang mengetahui, apa itu revolusi industri? dan saat ini sudah sampai tahap revolusi industri keberapa? coba sampaikan pendapat kalian di depan kelas.
Agar kalian mudah memahami Revolusi Industri yuk disimak video berikut.
Pengertian Revolusi Industri 4.0
Pada era revolusi industri 4.0, setiap pekerjaan sangat erat dan mengintegrasikan bidang sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), dan matematika (mathematics) disingkat dengan STEM; internet of things (IOT), dan pembelajaran sepanjang hayat. Pengertian revolusi industri 4.0 menurut pendapat Prasetyo dan Sutopo (2017) adalah suatu era dimana industri akan menggabungkan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan layanan konsumen secara signifikan.
Pendapat Presiden RI ke 7, Joko Widodo menyebutkan bahwa revolusi industri 4.0 telah mendorong inovasi-inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat. Dari ketiga pendapat di atas menegaskan bahwa perkembangan revolusi industri akan membawa dampak perubahan fundamental dalam kehidupan masyarakat saat ini dan dampaknya terhadap jenis pekerjaan mendatang akan tergantikan oleh robot atau aplikasi yang didukung oleh teknologi berbasis internet.
Sumber : https://taucepat.com/202104019060/revolusi-industri-dunia
Sejarah Perkembangan Revolusi Industri 4.0
Dalam perkembangannya diawali dari industri manufaktur di Inggris pada tahun 1760 sampai dengan 1840 yang menggantikan tenaga manusia ke dalam tenaga mesin.
Ciri Revolusi Industri 4.0
Seperti banyak yang kita dengar dari berbagai media sosial sekarang ini bahwa hal yang menandai revolusi industri generasi 4.0 ini adanya super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetic, dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia lebih mengandalkan fungsi otak dalam bekerja. Menurut tulisan Kusnohadi (2019), ada tiga ciri yang membedakan revolusi industri 4.0 dengan revolusi industri sebelumnya adalah:
Inovasi
Keberadaan dan kemajuan setiap kantor dan instansi terlihat dari intensitas anggotanya melakukan inovasi. Inovasi merupakan hasil kreativitas seseorang dalam bentuk gagasan, sistem, atau produk baru yang memberi dampak pada kemajuan terhadap organisasi atau perusahaan.
2. Automasi
Revolusi industri 4.0 memberi dampak beberapa jenis pekerjaan akan mengalami disrupsi atau digantikan oleh tenaga mesin. Banyak perubahan dalam kehidupan manusia yang berubah seperti belanja online, transaksi e-banking, e-commerce dan lain sebagainya sudah berubah secara elektronik karena didukung oleh jaringan internet yang memadai.
3. Transformasi
Dukungan cyber internet dalam era digitalisasi ini akan mendorong transformasi informasi yang begitu cepat terjadi. Oleh karena itu, perubahan fundamental kehidupan manusia terjadi dengan cepat. Informasi yang memiliki kecepatan tinggi ini memberi peluang berbagai pihak untuk menciptakan layanan bisnis beralih ke elektronik atau digital.
Dampak dan Tantangan Revolusi Industri 4.0
Dampak yang dapat dilihat dari revolusi industri antara lain adalah:
Dampak sosial, oleh karena dalam masa ini semua proses produksi menggunakan mesin berteknologi tinggi, dan menggantikan tenaga manusia dalam dunia bisnis, tentu akan berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan kerja, banyak jenis pekerjaan yang hilang sehingga angka pengangguran menjadi tinggi.
Dampak politik, digitalisasi hampir disemua sektor kehidupan sudah berjalan. Hampir setiap orang menggunakan smartphone untuk melakukan pemenuhan kebutuhan. Arus informasi yang menjadi cepat diakses juga akan menjadikan masyarakat yang berwawasan global. Sistem pendidikan yang sudah tidak relevan dengan sistem pendidikan sebelumnya. Angka pengangguran yang tinggi menjadi permasalahan bagi Negara untuk melakukan pembenahan diberbagai sektor kehidupan.
Dampak ekonomi, beralihnya transaksi melalui online berdampak pada transaksi konvensional banyak yang tutup, namun dari segi pelaku bisnis hal ini menguntungkan karena biaya operasional yang dikeluarkan akan semakin kecil. Beban biaya tenaga kerja dapat ditekan bahkan dapat digantikan dengan aplikasi