Balungan. Nada pokok gending; instrumen demung, saron, peking, slenthem.
Besalen. Tempat membuat gamelan yang didalamnya terdapat tungku untuk alat pengecor gangsa yaitu bahan baku dari gamelan perunggu (campuran dari tembaga dan timah putih).
Bilah. Belahan/lempengan (kayu, logam, dan sebagainya) yang tipis dan panjang.
Buka. Bagian/lagu yang dibunyikan untuk mengawali dan sebagai tanda dimainkan suatu gending. Instrumen yang biasa dipakai untuk buka ialah gender, rebab,bonang dan kendhang.
Cakepan. Lirik yang dipergunakan oleh sinden/waranggana di dalam suatu gending, umumnya berupa bentuk tembang.
Cokekan. Susunan instrumen gamelan yang terdiri dari siter, slenthem, kendhang batangan, gong kemodhong. Cokekan ini umumnya dimainkan secara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Di Yogyakarta disebut gembrotan.
Gadhon. Susunan instrumen gamelan yang dimainkan secara tidak lengkap, instrumennya terdiri dari kendang, ciblon, gender, barung, rebab, gambang dan gong kemodhong, ada kalanya memakai suling.
Gangsa. Bahasa halus (krama) dari gamelan. Istilah ini diambil dari kata tembaga dan rejasa yang disingkat menjadi ga dan sa, kemudian berubah menjadi gangsa, karena bahan pokok dari gamelan itu berhasil dari campuran tembaga dan rejasa (timah putih), dengan perbandingan 3 dan 10 (tiga lan sedasa).
Gatra. Kalimat lagu; terdiri dari empat balungan.
Ompak/Umpak. Bagian dari gending yang ada di muka sebelum gending pokok/ lagu. Biasanya dibunyikan dua kali tetapi bisa pula diulang-ulang menurut kebutuhannya.
Pangkon (atau bisa juga rancakan). Tempat meletakkan bilah saron yang dibuat dari kayu yang bentuknya mirip koyak dengan bagian kanan kiri terdapat hiasan mirip gelung, pada bagian tengah terdapat semacam lubang berbentuk empat persegi panjang sebagai resonator. Pangkon ini mempunyai alas kaki, dan yang bagus dibuat dari kayu nangka.
Pangrawit. Sama dengan pradangga (pemain gamelan).
Panungul. Nama nada di dalam gamelan. Untuk pencatatannya biasa diganti dengan angka 1. Nada penunggul hanya terdapat pada gamelan laras pelog.
Pathet. Menunjukkan tinggi rendahnya nada suatu lagu atau gendhing dan juga membatasi naik turunnya nada.
Pemangku lagu. Instrumen yang bertugas membawakan lagu pokok atau balungan. Yang termasuk pemangku lagu ialah saron, demung, peking dan slenthem.
Pemangku irama. Instrumen yang bertugas menggunakan kendhang dalam bentuk gending dan menunjukkan macam irama, yang termasuk pemangku irama; kethuk, kenong, kempul dan gong.
Pemurba irama. Instrumen yang memimpin atau menentukan lagu, instrumen yang bertugas sebagai pemurba lagu ialah rebab, gender, dan bonang.
Pemurba/pamurba. Pemimpin.
Pencon/Pencu. Bagian yang menonjol berbentuk bulat telur yang terletak pada bagian atas dari kenong, bonang, kethuk, kempyang, slentho, kempul, gong, bendhe.
Placak/Plangkon. Tempat dudukan (penyangga) kendhang, berbentuk siku-siku kanan dan kiri diberi kulit mirip ikat pinggang sebagai penyangga bila kendhang diletakkan.
Suwuk adalah berakhirnya penyajian gending, dalam arti lain suwuk adalah berhenti. Suwuk terdiri dari suwuk grupak (semakin cepat) dan suwuk antal (semakin pelan).
Tabuh. Pemukul.
Tabuhan. Pukulan; permainan instrumen gamelan.