Tahukah kamu bahwa atletik sering disebut induk dari cabang olahraga? secara garis besar atletik dikelompok kan ke dalam tiga bagian, yaitu lari, lompat dan lempar. Hampir semua cabang olahraga melakukan tiga gerakan dasar atletik yaitu lari, lompat dan lempar. Inilah yang menyebabkan atletik disebut induk cabang olahraga.
Jika ditinjau dari segi istilah, atletik berasal dari kata athlon. Athlon berasal dari bahasa yunani yang berarti ''berlomba'' atau ''bertanding''. Atletik merupakan olahraga yang paling tua. Sejak ada manusia di bumi ini, atletik juga ada. Lari sebagai olahraga dalam bentuk perlombaan sudah dikenal oleh bangsa mesir purba pada tahun 1500 sebelum masehi sedang lempar dan lompat dipertandiangkan bangsa asyiria dan babilonia purba dari mesopotamia pada tahun 1000 masehi. Atletik adalah event asli dari olimpiade pertama di tahun 776 sebelum masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade.
Lompat tinggi galah merupakan salah satu nomor dalam atletik. Dalam bahasa inggris, lompat tinggi galah dikenal dengan pole vault. Lompay tinggi galah adalah suatu lompatan yang dilakukan dengan bantuan galah untuk mencapai tujuan lompatan yang setinggi-tingginya. Jadi dalam lompat tinggi galah, seorang atlet atau pelompat melompati mistar yang melintang dengan di topang dua tiang dan di bantu galah. Mistar tersebut jangan sampai jatuh ke bawah. Mistar yang melintang itu memiliki tinggi melebihi tinggi badan atlet atau pelompat. Bahkan ada atlet internasional yang sudah mampu melompat melebihi 6 meter. Sungguh suatu prestasi yang luar biasa.
Untuk menjadi pelompat tinggi yang baik, dibutuhkan otot-otot perut dan kaki yang kuat. teknik dalam melompat juga harus dikembangkan dan disempurnakan. Seorang pelompat harus memiliki ketangkasan yang luar biasa. Tubuh bagian atas juga harus kuat. Hal lain yang tak kalah penting adalah keberanian. Pelompat tinggi galah harus memiliki nyali yang kuat untuk melompati mistar yang tinggi tersebut.
Galah untuk lompat tinggi galah terbuat dari fiber dengan kelenturan khusus disesuaikan dengan berat badan atlet atau pelompat. Apabila atlet atau pelompat memiliki berat badan 60 kg maka galah yang dipergunakan khusus untuk kelenturan bagi berat 60 kg karena apabila digunakan oleh pelompat dengan berat 70 kg, galah dapat patah dan jika digunakan pelompat dengan berat badan 50 kg maka galah tidak akan melenting untuk membantu lompatan.
Berat badan sitiap pelompat di hitung oleh pelatih, kemudian harus dicatat pada formulir penilaian di samping nama mereka.
Maksimal 3 kali percobaan pada satu ketinggian.
Pemain dianggap gugur ketika tiga kali berturut-turut gagal untuk melewati mistar.
Pelompat galah mendapatkan kesempatan kedua apabila kesempatan pertama untuk melewati mistar gagal. Dapat juga disediakan untuk kesempatan ketiga bila pada kesempatan kedua gagal. Keputusan gagal atau berhasil, harus di komunikasikan kepada juri atau wasit apakah perlu diulang atau tidak.
Batasan untuk mencoba
Kontestan atau atlet di berikan waktu 2 menit untuk hadir di tempat acara, apabila terlambat 2 menit setelah dipanggil nama atlet tersebut maka atlet tersebut dianggap gugur, kecuali sudah ada izin dari hakim perlombaan.
Para atlet diberikan waktu 6 menit untuk melakukan percobaan.
Sebelum dimulainya pertandingan seorang atlet harus memberikan keterangan kepada hakim perlombaan bahwa atlet sudah siap.
Atlet harus memiliki izin untuk ikut perlombaan dari manajernya masing-masing.
untuk tiap atlet lompat galah setidaknya harus memiliki galah masing-masing satu galah.
Atlet lompat galah tidak diperkenankan menggunakan alat bantu beban.
Atlet juga tidak diperkenankan menggunakan sepatu yang berisi perangkat apapun yang dapat merugikan peserta lainnya.
Tidak diperkenankan mengikat jari tangan dengan menggunakan perban/selotif kecuali ada luka yang memang harus dilindungi oleh perban tersebut.
Diperbolehkan menggunakan zat perekat yang memang diijinkan untuk digunakan pada tangan.
Boleh menggunakan sarung tangan.
Atlet tidak diperbolehkan menggunakan galah yang sudah ditandai baik untuk pemanasan atau untuk perlombaan.
Sebelum pemanasan, wasit lapangan, ketua wasit mengintruksikan kepada wasit lapangan untuk memeriksa setiap galah yang akan digunakan dalam kompetisi hal tersebut bertujuan apakah galah yang digunakan latak/tidak untuk digunakan.
Disarankan landasan untuk berlari minimal 130 kaki/40 meter sampai 45 meter. Apabila memungkinkan mistar dari tempat berlari yaitu lemistarnya 42 inci/1.07 m.
Ukuran tempat pendaratan yaitu dengan panjang 8 inci dan lemistar 2 inci. Permukaan pendaratan diukur dari belakang mistar yaitu minimalnya sekitar 8 inci. Tempat dari permukaan pendaratan berada di belakang mistar dan mencapai sekitar 5 inci.
Untuk melakukan olahraga atletik, kita perlu mengeluarkan banyak biaya dan lahan yang luas. Kita dapat melakukannya di halaman lapangan, dan taman kota. Berolahraga sendiri atau bersama teman atau keluarga, tetap asik dan menyehatkan badan untuk dilaksanakan. Terutama olahraga lompat tinggi galah. Yang perlu diperhatikan sebelum bermain olahraga galah antara lain :
Pemilihan Galah
Pilihlah galah yang dapat menahan berat 2,5 kg hingga 5 kg lebih berat dari berat badan pelompat. Galah harus dipegang dengan tangan kanan berada di bagian atas, telapak menghadap atas, tangan kiri di sebelah bawah, telapaknya menghadap bawah, kontrol sangat penting dalam menggengam, karena itu pegangan harus cukup kuat tetapi jangan terlampau ketat.
Daerah Cengkraman
Daerah cengkraman yaitu berukuran sekitar 6 sampai 18 inci dari bagian atas galah yang dibuat untuk membungkuk dan menahan tubuh secara efisien. Galah yang digunakan memiliki pita merah di bagian atas galah untuk menunjukan bagian atas dengan pegangan. Hampir semua galah yang digunakan terbuat dari fiberglass dengan spesifikasi '' sisi lembut '' yang membentang.
Pendekatan Dan Titik Landas
Sekitar 10 meter atau 12 langkah pendekatan dapat digunakan. Point ketika akan melayang dapat di tentukan dengan menempatkan ujung tiang di dalam kotak. Pegang tiang dengan cengkraman yang tepat dan posisi tangan yang benar. Posisikan tubuh anda dengan benar sehingga lengan kanan sepenuhnya diperluas secara vertikan dan kaki kiri ditempatkan tepat di bawah tangan kanan. Kaki kiri menandai titk lepas landas.
Awalan merupakan gerakan pertama mengambil ancang-ancang untuk berlari posisi tubuh harus dikontrol untuk melakukan gerakan menancapkan galah dan menumpu dengan tepat. Awalan jaraknya harus panjang, supaya dapat mencapai kecepatan maksimum ketika menumpu. Saat berlari usahakan konsisten dan prima yang bertujuan atlet dapat mengintrol posisi tubuhnya dari proses menancapkan galah dan menginjak titik tumpu dengan tepat. Galah harus dipegang yang kuat, dan yang perlu diperhatikan cara memegang jarak yang cukup lemistar, untuk memperoleh tumpuan yang baik.
Teknik menancapkan galah yang pertama, dalam proses menancapkan galah hendaknya langsung ke arah depan dan atas, jangan menggeserkan galah di tanah. Gerakan pull-swing adalah gerakan menarik dengan tangan yang di atas, sementara tubuh berayun ke depan, di belakang tangan bawah yang menekuk. Kedua gerakan ini harus dilakukan dengan benar, sehingga pusat gaya berat tubuh tetap berada di belakang.
Gerakan ini bertujuan untuk menambah ketinggian dan untuk menyimpan lebih banyak tenaga potensial di dalam galah. Dengan posisi tubuh pelompat yang benar akan dapat posisi yang paling baik untuk mengangkat tubuh ke atas, saat tenaga yang disimpan waktu menggantung dikeluarkan lagi segera untuk melewati mistar.
Daftar Pustaka
Fred Mcmane. 2008. Dasar-Dasar Atletik. Penerbit Angkasa.
bandung
Ridwan, Iwan dan Ikmal Sulaeman. 2008, Atletik, Widya Duta
Gragik : Bandung
http://en.wikipedia.org/wiki/pole_vault
http://www.polevaultpower.com/
www.texaspolevault.org/wiki/List_og_Olympic_medalists_in_athletics_(men)
http://atletikpenjasorkes.blogspot.com/