BLORA TANGGAP CORONA

Hubungi Layanan Hotline Kab. Blora

Tanggap COVID-19 dibawah ini :


Monitoring Data COVID-19 Kab. Blora

Update Terakhir : Selasa, 14 Juli 2020, jam 12.03 WIB (Data dapat berubah sewaktu-waktu)

OTG

1.059

Proses Pemantauan : 109Selesai Pemantauan : 949Meninggal : 1

ODP

1.064

Proses Pemantauan : 8Selesai Pemantauan : 1.045Meninggal : 11

PDP

81

Pengawasan : 5Meninggal : 12 (PCR Negatif-Bukan Covid)Meninggal : 4 (Menunggu Hasil Swab)Meninggal : 8Selesai Pengawasan : 52 (Negatif)

Rapid Test

174

Rapid ReaktifScreening : 155OTG : 12ODP : 6PDP : 1

COVID-19

66

Dirawat : 31Sembuh : 29Meninggal : 6
  • OTG (Orang Tanpa Gejala): Seseorang yang tidak bergejala dan memiliki resiko tertular dari orang konfirmasi Covid-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19.

  • ODP (Orang dalam Pemantauan): orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA TANPA Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke Negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

  • PDP (Pasien dalam Pengawasan): orang yang mengalami gejala demam (>38°C) atau riwayat demam, ISPA DAN Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke Negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Konferensi Pers Pemkab Blora, Terkait Penyebaran Virus Corona. Senin, 13 Juli 2020

SABER HOAX

Saber Hoax Mengenai COVID-19 Di Kabupaten Blora

Opo Kuwi Sakjane COVID-19

Apa itu COVID-19?

Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.

Apakah COVID-19 Menular?

YA. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Jarak jangkauan droplet biasanya hingga 1 meter. Droplet bisa menempel di benda, namun tidak akan bertahan lama di udara. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis antara 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari. Maka, orang yang sedang sakit diwajibkan memakai masker guna meminimalisir penyebaran droplet.

Apa Penyebab COVID-19?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus Corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019.

Bagaimana Gejala COVID-19?

Orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala dapat berkembang menjadi pneumonia berat.

Bagaimana Cara Mencegah COVID-19?

Tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi antara lain tetap berada di rumah, menghindari bepergian dan beraktivitas di tempat umum, sering mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit.

Yuk, Lindungi Diri!

  • - Terapkan etika batuk atau bersin (dengan menutup mulut dan hidung). Jangan meludah sembarangan.
  • - Bersihkan benda yang sering disentuh.
  • - Gunakan masker jika Anda sakit dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat
  • - Cuci tangan dengan sabun
  • - Konsumsi makanan bergizi dan olahraga
  • - Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Gejala Mirip COVID-19?

  • - Hubungi nomor layanan Blora Tanggap COVID-19 di 0296-5300119
  • - Gunakan masker dan ganti secara berkala.
  • - Batasi kontak dengan orang lain dan tetap tinggal di rumah.

Penanganan Pasien COVID-19

Saat ini belum ada obat khusus untuk pasien dengan COVID-19. Perawatan yang tersedia saat ini bertujuan untuk meringankan gejala. Anda harus tetap terisolasi dari orang lain sampai Anda benar-benar pulih.


Lakukan Hal Berikut Ini Jika Anda Mengalami Gejala Mirip COVID-19

  • Hubungi nomor layanan COVID-19 di 119 dan (0296) 5300119
  • Kenakan masker (tipe masker bedah), dan ganti secara berkala, agar tidak menular ke orang lain
  • Batasi menerima tamu di rumah, hindari kontak langsung dengan tamu untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas
  • Tinggal di rumah dan jaga jarak dengan orang lain
  • Minta bantuan teman, anggota keluarga, atau layanan jasa lain untuk menyelesaikan urusan di luar rumah
  • Lakukan ini semua selama 14 hari untuk membantu mengurangi penyebaran virus

Layanan Telepon Darurat COVID-19

  • Anda mengalami gejala COVID-19
  • Anda baru-baru ini berkunjung ke suatu negara atau daerah dengan risiko tinggi coronavirus
  • Anda telah melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan coronavirus
Untuk refrensi lebih lanjut kunjungi:Kementerian Kesehatanhttps://infeksiemerging.kemkes.go.idWorld Health Organizationhttps://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/events-as-they-happen

Frequently Asked Questions (F.A.Q)

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai COVID-19.
Apakah orang tua rentan terkena COVID-19?Tidak hanya manula, bahkan generasi muda pun dapat tertular COVID-19 jika tidak menjaga diri. Biasanya, manula memang rentan terkena COVID-19 dikarenakan sistem imun tubuh yang sudah tidak seprima dulu. Selain itu, manula yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit pernapasan, atau penyakit parah lainnya memiliki kemungkinan besar untuk tertular COVID-19 akut.
Apakah COVID-19 perlu dikhawatirkan?Sebanyak 80 persen kasus COVID-19 bersifat "ringan", sehingga perawatan yang cukup dapat memulihkan mereka segera dalam waktu cepat. Namun, dikarenakan penyebarannya yang cepat, diimbau untuk tetap waspada pada penyebaran COVID-19. Jika Anda merasakan gejala-gejalanya, maka jangan ragu untuk menghubungi Hotline 024-3580713 atau ke fasilitas kesehatan terdekat.
Apakah COVID-19 sama dengan SARS dan MERS?Berhenti membeli atau menggunakan masker jika memang tidak perlu (sehat). Dikarenakan praktik beli massal, WHO sempat mengumumkan status krisis masker. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan tidak melakukan panic buying dan hoarding. Jika Anda ingin bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku tangan untuk menutup hidung dan mulut, bukan masker. Selain itu, jaga jarak 1 - 3 meter agar orang tidak terkena droplet dari Anda.
Apakah COVID-19 dapat melekat pada benda mati?Ya. COVID-19 dapat menempel pada benda mati atau barang selama beberapa jam atau beberapa hari jika tidak secepatnya dibersihkan dengan disinfektan. Akan tetapi, ketahanan COVID-19 menempel pada satu benda tergantung dari beberapa faktor seperti suhu, kelembapan, dan jenis permukaan. Sesudah membersihkan barang yang terpapar COVID-19 dengan disinfektan, segera bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
Apakah COVID-19 sudah ada obatnya?Hingga saat ini, vaksin dan obat untuk COVID-19 masih dalam tahap penelitian. Pengobatan masih berupa pengobatan suportif.
Apakah hewan peliharaan dapat menularkan COVID-19?WHO menyatakan bahwa COVID-19 tidak dapat ditularkan dari hewan peliharaan apapun, baik anjing maupun kucing. Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung penyebaran COVID-19 lewat hewan peliharaan. Namun Anda tetap perlu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan.
Apakah ada hal lain yang tidak boleh dilakukan demi mencegah COVID-19?Tidak merokok dan tidak menggunakan masker berlapis-lapis. Jika Anda memang mengalami gejala-gejala COVID-19, segera hubungi Hotline 024-3580713 atau laporkan diri ke rumah sakit rujukan virus corona.
Apakah Antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

Kolom Tanya Jawab Seputar Covid-19 Kab. Blora

SofiaPertanyaan : Min, data jumlah ODP (baik yg masih dalam pantauan maupun yg sudah selesai proses pantuan) kok sangat jauh lebih kecil dibanding junlah pemudik ya? Bukannya pemudik otomatis menjadi ODP daerah? Berarti 20.000 lebih pemudik itu statusnya apa ya min? Mohon penjelasannya🙏Jawaban : Terima kasih atas partisipasinya. Tidak semua pemudik otomatis menjadi ODP. ODP atau Orang Dalam Pemantauan adalah seseorang yang mengalami gejala awal seperti demam dan batuk. Sedangkan pemudik atau pendatang tidak semuanya mengalami gejala awal tersebut. Jadi hanya yang mengalami demam dan batuk yang masuk ODP, sedangkan pemudik yang kondisinya sehat namun berasal dari daerah merah dikategorikan sebagai ODR (Orang Dengan Resiko) sehingga tetap harus melakukan isolasi diri secara mandiri selama 14 hari untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar sehat dan tidak terpapar virus. Terimakasih.
tetap tenang, jangan panik, tetap waspada,dan selalu ikuti protokol kesehatan(Posko)
SyarefaPertanyaan : "Mohon penjelasan, melihat video pres tanggal 20 April 2020 terkait hasil rapit test kepada keluarga alm. Positif covid dikunden yg dinyatakan ada 1 org positif. Apakah ybs sudah langsung di isolasi oleh pemkab atau cukup mandiri? Dan adakah fasilitas hidup dari pemkab bila keluarga tsb hanya disuruh isolasi mandiri? Apakah diperlukan isolasi lingkungan juga? Melihat perkembangan mulai banyak perkampungan yang melakukan isolasi dgn memasang palang pintu masuk.. Terimakasih"Jawaban : ...
TorPertanyaan : Permisi bukan pertanyaan, tp bisa tolong supaya himbauan sholat jumat dan sholat terawih lebih ditujukan ke pihak masjid bukan hanya ke masyarakat karena sampai sekarang masih ada saja yg mengadakan. Masyarakat masih akan mengikuti kalau masjid ttp mengadakan walaupun ada himbauan. Terima kasih.Jawaban : Terima kasih atas partisipasinya. MUI Kabupaten Blora menyampaikan fatwanya yang telah disepakati bersama seluruh ormas Islam dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora kepada seluruh masyarakat, konferensi pers persebaran virus Corona per 24 April 2020. Fatwa secara tertulis jga dikirim ke seluruh MUI tingkat Kecamatan untuk diteruskan ke Desa dan Masjid yang ada di masing-masing wilayah. Semoga kita selalu dalam lindungan Nya, aamiin
tetap tenang, jangan panik, tetap waspada,dan selalu ikuti protokol kesehatan(Posko)