Manfaat Keanekaragaman Hayati
Manfaat Keanekaragaman Hayati
Jenis fauna dan flora memiliki potensi untuk diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sejumlah jenis kayu, seperti ramin, gaharu, meraniti, dan jati, memiliki nilai penting bagi masyarakat Indonesia dan dapat menjadi sumber devisa melalui ekspor. Selain itu, beberapa tumbuhan dapat dijadikan sumber makanan yang kaya karbohidrat, protein, dan vitamin, sementara yang lain memiliki potensi sebagai bahan obat dan kosmetika.
Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang signifikan bagi bumi.
Hutan hujan tropis sebagai paru-paru bumi
Hutan hujan tropis dapat menjaga kestabilan iklim global dengan mempertahankan suhu dan kelembaban udara.
Tumbuhan berperan sebagai produsen zat organik dan oksigen yang dibutuhkan oleh organisme lain.
Pertumbuhan tumbuhan dapat membentuk humus, menyimpan air tanah, dan mencegah erosi.
Memperkuat stabilitas ekosistem
Sumber plasma nutfah yang berharga
Menyediakan potensi genetik untuk dimanfaatkan di masa depan.
Manusia telah lama memanfaatkan sumber daya hayati untuk keperluan medis. Ada setidaknya 5.100 spesies tanaman yang digunakan oleh masyarakat untuk ramuan tradisional Cina. Sebanyak 80% penduduk di Dunia Ketiga, sekitar 3 miliar orang, bergantung pada pengobatan tradisional. Selain itu, pengobatan modern juga sangat bergantung pada keragaman hayati, terutama tumbuhan dan mikroba. Contohnya, masyarakat Aborigin Australia menggunakan berbagai tanaman lokal sebagai obat-obatan.
Keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan (dapat mendatangkan devisa untuk industri). Misalnya untuk bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Bahan-bahan industri misalnya: kayu gaharu dan cendana untuk industri kosmetik, kayu jati dan rotan untuk meubel, teh dan kopi untuk industri minuman, gandum dan kedelai untuk industri makanan, dan ubi kayu untuk menghasilkan alkohol. Rempah-rempah, misalnya lada, vanili, cabai, bumbu dapur. Perkebunan misalnya: kelapa sawit dan karet
Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan.