Ayam kampung adalah bisnis yang menjanjikan dan tidak modal banyak
Seutelah Anda menentukan fokus usaha yang akan dijalani, maka cara beternak ayam kampung selanjutnya bisa dimulai dengan pemilihan bibit yang berkualitas. Anda harus mencari bibit ayam kampung, pada peternak yang sudah terkenal juga terpercaya, menghindari kualitas yang berdampak buruk pada usaha. Adapun ciri-ciri dari bibit ayam yang berkualitas adalah menetas di waktu yang tepat, mata cerah dan lebih bersinar, mampu berdiri dengan tegap dan lincah, serta tidak memiliki kecacatan fisik.
Membiarkan ayam berkeliaran bebas di pekarangan rumah tanpa perlu repot-repot dimasukkan ke kandang ayam.cara ini cocok bagi yang tinggal dipedesaan yang mempunyai rumah dengan pekarangan luas.Mesti demikian kita harus tetap menyediakan kandang sebagai tempat istirahat malam dan berteduh jika hujan. sistem ini biasa disebut umbaran. Dengan sistem ini, kamu bisa menekan biaya pakan karena ayam akan mencari makanan sendiri di pekarangan rumah.
Sayangnya, pertumbuhan ayam jadi tidak terlalu intensif dan sifat ayam pun jadi lebih liar
Setelah menempatkan indukan di kandang, mereka akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi.
Selama masa adaptasi, jangan lupa untuk terus memberikan makanan tambahan.
Proses perkawinan tidak bisa kamu percepat karena terjadi secara alamiah saat indukan memang telah siap kawin.
Indikator keberhasilan perkawinan bisa terlihat dari perilaku ayam betina yang jadi lebih rewel dan terus berkokok.
Kalau sudah seperti itu, kamu harus memisahkan ayam betina dan menempatkannya di tempat khusus untuk bertelur.
Telur yang ia hasilkan biasanya mencapai 5-14 butir dalam sekali bertelur.
Cara tercepat menetaskan telur adalah menggunakan inkubator karena telur bisa menetas dalam 14-20 hari.
Berikut ketentuannya:
Sesuaikan ukuran kotak penetasan
Gunakan lampu 10 watt, bohlam atau neon
Letakkan telur di bawah lampu
Tempatkan anakan yang telah menetas di bagian kandang khusus anakan.
Anakan ini memerlukan perawatan intensif dengan pemberian makanan khusus berupa jagung yang digiling halus.
Berikan pakan tersebut hingga anakan berusia 2 bulan.
Setelah lewat dua bulan,ayam bisa dilepas bebas
Menjual ke pasar tradisional
Cara ini sebenarnya cara yang paling mudah, yaitu Anda langsung membawa ayam ke pasar tradisional, dan di sana pasti banyak para tengkulak/pengepul yang siap memborongnya. Tetapi biasanya harga akan ditawar murah, karena pengepul akan menjual lagi dan yang pasti juga mencari untung, apalagi jika Anda masih baru dan belum punya langganan.
Menjual langsung ke konsumen
Cara yang ini agak sedikit ribet serta butuh waktu dan tenaga karena Anda harus menawarkan langsung ke konsumen atau menjualnya satu per satu (ketengan). Kelebihan menjual ayam kampung secara ketengan adalah harganya pasti lebih mahal jika dibandingkan dengan menjual kepada tengkulak (pengepul).
3.Menawarkan lewat internet
Sekarang ini sudah zamannya internet, jadi Anda juga dapat memanfaatkannya untuk mencari informasi serta memasarkan hasil panen. Caranya, dengan menawarkan melalui forum-forum jual beli yang ada di media sosial.
Internet bisa menjangkau setiap penjuru dunia dan semua kalangan. Jadi, cara ini paling efektif jika Anda bisa memanfaatkannya dan menguasai strategy marketing. Ini karena target pasarnya sangat luas.
Membuat produk olahan sendiri
Membuat produk olahan yang kreatif dan menarik dengan bahan dasar ayam kampung juga termasuk cara memasarkan hasil ternak yang efektif karena banyak sekali pecinta kuliner olahan masakan ayam kampung. Apalagi jika Anda pasarkan di daerah yang banyak dikunjungi wisatawan atau di tempat-tempat keramaian seperti di dekat mal, dekat hotel, atau di tempat strategis lainnya.
Hubungi [email] untuk mendapatkan informasi selengkapnya
mengenai project ini