Bunga rafflesia atau Puspa nusa secara resmi diakui sebagai "bunga langka" nasional. Penamaan bunga raksasa ini terkait dengan sejarah penemuan pertama kali pada tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu (Sumatera), di suatu tempat di dekat sungai Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu Selatan, sehingga Bengkulu dikenal sebagai Bumi Rafflesia.
Bunga Rafflesia merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 70–110 sentimeter dengan tinggi mencapai 50 sentimeter Bunga ini berbobot sekitar 11 kilogram. Bunga mengisap unsur anorganik dan organik dari Tetrastigma di tumbuhan inang yang merambat.
Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5–7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun jika ada lalat yang datang membuahi.
Bunga Rafflesia di Bengkulu terdapat 4 jenis yakni Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Gadutensis, Rafflesia Bengkuluensis dan Rafflesia Hasselti. Dari 4 jenis tersebut, hanya Rafflesia Bengkuluensis yang menjadi tanaman endemik Provinsi Bengkulu.
Klasifikasi Ilmiah Bunga Bangkai :
Kerajaan : Plantae. Divisi : Magnoliophyta.Magnoliophyta. Kelas : Magnoliopsida. Ordo : Malpighiales. Famili : Rafflesiaceae. Genus : Rafflesia R.Br. Spesies :Rafflesia arnoldii. R.Br
Provinsi Bengkulu menetapkan Beruang Madu sebagai hewan khas atau Fauna Identitas provinsinya. Meskipun hewan dari famili Ursidae ini bukan hewan endemik Indonesia, namun dengan habitat alaminya di pulau Sumatera dan Kalimantan wajar jika kemudian masyarakat Bengkulu menasbihkannya sebagai maskot provinsi Bengkulu. Di Kalimantan, binatang inipun menjadi maskot kota Balikpapan.
Nama latin hewan ini adalah Helarctos malayanus (Raffles, 1821) yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malayan Sun Bear atau Sun Bear. Dibandingkan dengan jenis beruang lain di dunia, Beruang Madu memiliki ukuran tubuh paling kecil. Panjang tubuh sekitar 1,4 meter dengan berat antara 50-65 kg. Beruang madu memiliki bulu yang hampir seluruhnya berwarna hitam dengan pola khas berbentuk “V” berwarna keputihan atau kuning di dadanya.
Klasifikasi Ilmiah Beruang Madu.
Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Ordo: Carnivora. Famili: Ursidae. Genus: Helarctos. Spesies: Helarctos malayanus (Raffles, 1821)