pria seperti karet gelang dan wanita seperti gelombang, kok bisa??
Muh. Awal Ramadhan
Muh. Awal Ramadhan
Tulisan ini diadopsi langsung dari buku Men Are From Mars, Women Are From Venus penulis Jhon Gray.
Jhon Gray berusaha menghantarkan kita melihat sisi pria dan wanita yang saling membutuhkan dalam suatu ikatan hubungan.
PRIA SEPERTI KARET GELANG
Karet Gelang adalah kiasan sempurna untuk memahami siklus keakraban Pria. Siklus ini meliputi mendekat, menarik diri, dan kemudian mendekat lagi.
Pria seperti karet gelang saat menarik diri, mereka hanya dapat mulur sejauh mereka dapat mengerut kembali. Kebanyakan wanita sering terkejut saat menyadari bahwa pria yang mencintai seorang wanita pun secara berkala perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat. Karena secara naluriah pria merasakan dorongan untuk menarik diri itu. Ini bukan keputusan atau pilihan. Ini terjadi begitu saja. Ini bukan kesalahan pria maupun kesalahan wanitanya.Pria dapat menarik diri karena alasan-alasan yang sama. Tapi juga bila wanita tidak membuat kesalahan sekalipun. Pria bisa saja mencintai dan memercayai si wanita, dan kemudian tiba-tiba menarik diri, kemudian kembali karena kemauannya sendiri.
Pria menarik diri untuk memuaskan kebutuhannya akan kebebasan dan otonomi. Setelah mulur, secara tiba-tiba ia berbalik kembali. Setelah memisahkan diri sepenuhnya, tiba-tiba ia kembali merasakan kebutuhan akan cinta dan kehangatan. Secara otomatis ia akan terdorong untuk memberikan cintanya dan menerima cinta yang diperlukannya. Saat pria mendekat kembali, ia akan melanjutkan hubungan pada tingkat kehangatan yang sama dengan saat ia menarik diri. Kaum Wanita sering menyalahartikan sikap menarik diri pria karena umumnya wanita menarik diri untuk alasan-alasan yang berbeda, misalkan jika wanita tidak yakin pria dapat memahami perasaan-perasaannya, bila ia pernah disakiti dan dilukai atau pria pernah mengecewakan si wanita.
Wanita perlu mengetahui atau memahami mengenai Pria. Apabila dipahami, siklus kehangatan laki-laki ini dapat memperkaya suatu hubungan, tapi karena disalahartikan, siklus ini menciptakan kesulitan-kesulitan yang tidak perlu. Tentunya wanita pun bertanya-tanya mengapa pria menarik diri? Disaat pria menarik diri ia merasakan kubutuhan akan kemandirian dan kebebasan setelah memuaskan kebutuhan mereka akan kehangatan. Saat pria menarik diri, otomatis wanita akan panik. Dia tidak menyadari bahwa setelah pria menarik diri dan memuaskan kebutuhan otonominya, tiba-tiba pria ingin berhubungan erat lagi. Karena pria secara otomatis berubah-ubah antara membutuhkan kedekatan atau kemandirian.
Kiasan karet gelang ini menjelaskan bagaimana pria amat sangat mencintai pasangannya, tapi tiba-tiba menarik diri. Saat pria menarik diri, ini bukan berarti pria tidak mau bicara dengan wanitanya. Sebaliknya pria perlu waktu untuk sendiri dan tidak terbenani oleh tanggung jawab,dia butuh hiburan lain atau perlu waktu bersama teman-temannya untuk menghabiskan waktu. Setelah kembali barulah ia bersedia berbicara.
Pria disaat menarik diri, timbulah kepanikan atau keraguan cinta dalam pikiran wanita. Wanita selalu mengira dia melakukan sesuatu kesalahan. Secara keliru wanita menganggap sih pria tidak lagi menyayanginya dan tak ingin/suka lagi dengannya dan mulai menjauhinya. Disitulah pria akan belajar memahami daur-daurnya sendiri dan bisa memberi jaminan kepada wanita bahwa setelah menarik diri dia akan kembali.
WANITA SEPERTI GELOMBANG
Gelombang adalah kiasan sempurna untuk memahami siklus keakraban Wanita, siklus ini meliputi perasaan wanita yang kadang naik dan kadang juga menurun.
Wanita seperti Gelombang, saat wanita merasa sangat senang, dia akan mencapai suatu puncak, tapi suasana hatinya dapat berubah dengan tiba-tiba dan gelombangnya akan terhempas turun. Penurunan ini sifatnya sementara, setelah ia mencapai dasar, tiba-tiba suasana hatinya berubah lagi dan Wanita kembali merasa senang akan dirinya. Otomatis gelombangnya mulai akan naik kembali.
Dalam menjalini hubungan, kaum pria suka menarik diri, kemudian mendekat lagi, sementara kaum wanita naik-turun ibarat gelombang, kemampuannya untuk mencintai diri sendiri dan orang lain.
Saat gelombangnya sedang naik, wanita merasa mempunyai cinta yang berlimpah untuk diberikan. Tapi bila gelombangnya itu turun, Wanita merasa kosong hatinya dan harus diisi dengan cinta. Harga diri wanita naik-turun seperti gelombang. Saat mencapai dasar, tiba waktunya untuk mulai mengadakan pembersihan secara emosional.
Pria sering kali menganggap perubahan mendadak suasana hati wanita disebabkan oleh tingkah lakunya. Saat wanita itu bahagia, pria memganggap itu karena dirinya, tapi saat wanita murung, pria juga merasa menjadi penyebabnya. Mengakibatkan pria menjadi sangat kecewa karena tidak tau memperbaiki keadannya. Satu menit wanita tampak bahagia, dan pria menganggap dia sudah berhasil, dan kemudian menit berikutnya wanita itu murung, pria akan terkejut karena menganggap ia tadi berhasil baik.
Saat wanita kembali kembali dari dasar(sumur), Wanita kembali bersikap penuh cinta. Perubahan positif itu biasanya disalahartikan oleh Pria. Pria lazimnya menganggap apa pun yang merisaukan wanita itu sekarang telah hilang sama sekali atau selesai sepenuhnya. Padahal tidak demikian. Ini cuma ilusi. Wanita tiba-tiba penuh cinta dan lebih positif, pria keliru menganggap semua masalahnya telah selesai.
Ketika gelombangnya jatuh lagi, masalah-masalah yang sama akan muncul kembali. Saat ini terjadi, pria jadi tak sabar, sebab pria menganggap masalah-masalah itu telah dipecahkan. Tanpa memahami gelombang tersebut, sulit bagi pria untuk membenarkan dan mengobati perasaan-perasaan si wanita yang sedan berada di sumurnya.
Wanita merasa semakin banyak didukung oleh pria pada saat-saat sulit, wanita mulai memercayai hubungan tersebut dan sanggup keluar dari sumurnya tanpa mengalami konflik dalam hubungannya atau pertentangan dalam kehidupannya. Bagi wanita ini merupakan rahmat suatu hubungan yang penuh cinta. Wanita sangat butuh didengar segala keluh kesahnya baik dirinya maupun orang lain, disaat ini pria juga keliru dengan langsung menawarkan solusi, yang ini kadang membuat wanita marah, karena wanita cuman ingin di dengar dan dimengerti tanpa memberikan solusi, bagi wanita dengan mendengarnya salah satu bentuk penghargaan dalam dirinya.
Tanpa memahami bahwa wanita mirip dengan gelombang, pria takkan dapat memahami atau mendukung si wanitanya, pria akan merasa kebingungan saat segalanya tampak jauh lebih baik disisi luar, tapi makin buruk dalam hubungan itu sendiri. Karena sejatinya pria tetap mempertahankan hak untuk bebas, sementara wanita mempertahankan hak untuk kecewa, kaum pria menghendaki ruang gerak, sementara kaum wanita menghendaki pengertian. Dengan mengingat perbedaan ini, pria tahu betul cara memberi pasangannya cinta yang layak diterimanya saat pria sangat membutuhkan wanitanya.
Dari penjelasan di atas semoga kita lebih dapat memahami lebih dalam dan bisa merawat hubungan dengan baik. Karna memang pada dasarnya walaupun secara bahasa berbeda antara wanita dan pria tapi tujuannya tetap sama yaitu sama-sama ingin bahagia.
#MARGANAGANTARI