Stopp!!!, Komentari Kondisi Tubuh
Muh Awal Ramadhan
Muh Awal Ramadhan
“Sudah lama tidak jumpa ya, kok kamu gendutan sekarang?”
“Kamu jadi tambah hitam, sih? Hahahaha”
Berbagai tanggapan seperti ini mungkin pernah kita dengar dan membuat kita menjadi merasa tidak percaya diri. Niat awalnya ngobrol dan sekadar basa-basi malah dirusak oleh ucapan yang secara spontan mengomentari fisik kita, tanpa peduli apakah perkataannya menyinggung perasaan yang dikomentari. Orang yang komentar mungkin santai saja, namun, orang yang dikomentari acapkali tak bisa santai karena masyarakat sudah membentuk standar kecantikan ideal yang diakui secara umum, dan digunakan sebagai kontrol sosial bagi perempuan dan membentuk pola pikir bagi khalayak bahwa untuk mencapai standar kecantikan yang berlaku.
Penilaian tubuh ideal menyebabkan individu banyak yang mengalami body shaming. Istilah body shaming sendiri mengacu pada pernyataan negatif kepada individu yang memiliki ukuran tubuh tertentu. Bisa ukuran tubuh yang terlalu besar maupun ukuran tubuh terlalu kecil. Tidak hanya mengacu pada bentuk ukuran tubuh saja, tetapi mengacu juga pada warna kulit. Secara tidak langsung, body shaming juga termasuk kasus bullying secara verbal.
Mirisnya, dimasyarakat body shaming dianggap wajar, dianggap sebagai hal yang lumrah dan sebagai bahan bercandaan belaka. Jika ada yang sakit hati karenanya, semudah kata “ baperan ih” dilontarkan kepada korban. Bukan tentang sensitif atau tidak bisa diajak bercanda. Tapi dalam perspektif pribadi, seseorang layak menentukan sikap dan bereaksi, baik itu positif atau negatif saat orang lain mempermalukan bentuk tubuhnya.
Saat Anda menghakimi tampilan fisik seseorang, belum tentu orang tersebut bisa meresponnya secara positif. Bisa jadi perkataan yang dilontarkan langsung mengubah suasana hati dan menurunkan rasa percaya dirinya. Dan beberapa alasan mengapa tidak boleh melakukan body shaming karena dapat menyebabkan depresi hingga bipolar disorder, meningkatkan faktor resiko diabetes dan penyakit jantung.
Ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna
Saat Anda dikomentari orang lain, pasti mereka sama sekali lupa dengan kondisi dirinya sendiri. Perhatikan diri sendiri, apakah kondisinya lebih baik daripada dikomentari. Anda pasti menemukan kekurangan disana, sebab tak ada satupun manusia yang sempurna.
Cantik dan Ganteng itu Relatif
Karena jelek dan cantik itu kembali lagi ke selera. Kalo menurut orang-orang A itu jelek tapi ada yang suka dan tetap dipuji cantik, percaya saja, karena setidaknya untuk orang tersebut A itu dianggap cantik. Cantik atau tidaknya seseorang tentu tergantung cara pandang masing-masing.
Menghargai Diri Sendiri
Jika Anda benar-benar ingin menghormati diri sendiri, Anda harus menerima diri Anda sendiri. Berusahalah memahami cara untuk merasa bahagia dengan diri sendiri dan jangan mendengarkan orang lain yang berusaha untuk menjatuhkan mu. Disamping kekurangan Anda, Anda juga pasti punya sesuatu di tubuh Anda yang Anda senangi, serta sifat yang ada di diri Anda yang membuat Anda percaya diri dan cinta diri sendiri. Dan anda lebih mencintai dan menghargai diri sendiri.
Jadi, untuk Anda yang pernah mengalami body shaming jangan berkecil hati, tetap sayangi diri kita sendiri karena cantik itu tidak mengenal ukuran dan cantik itu dilihat dari dalam, Anda unik dengan caramu sendiri.