PENGEDITAN PROGRAM SIMULATOR
PENGEDITAN PROGRAM SIMULATOR
Modul Pengeditan Program Simulator ini membahas cara melakukan pengeditan (modifikasi, koreksi, dan optimasi) program CNC Lathe menggunakan CNC Lathe Simulator. Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengimpor program, mengenali struktur program, mengidentifikasi kesalahan sintaks, serta melakukan perbaikan dan uji simulasi hasil editan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Modul Pengeditan Program Simulator, peserta didik diharapkan mampu:
Mengidentifikasi kesalahan pada program CNC Lathe.
Melakukan pengeditan program CNC Lathe menggunakan CNC Lathe Simulator.
Menjalankan simulasi hasil editan untuk memastikan program berjalan dengan benar.
Mengevaluasi hasil simulasi dan memperbaiki kesalahan bila masih terjadi error.
BAHAN AJAR
A. KESALAHAN PADA PROGRAM CNC LATHE
Kesalahan (error dan bug) dalam program CNC Lathe dapat menyebabkan masalah serius, mulai dari hasil pemesinan yang tidak akurat hingga kerusakan pada alat potong, benda kerja, atau bahkan mesin.
Ini adalah kesalahan penulisan kode yang membuat mesin tidak dapat menginterpretasikan instruksi.
G-Code/M-Code Tidak Valid : Menggunakan kode yang tidak dikenali oleh kontrol mesin (controller). Contoh menulis G05 (yang mungkin tidak ada atau memiliki fungsi berbeda) padahal maksudnya adalah G01.
Format Parameter Salah : Format penulisan koordinat atau parameter yang keliru. Contoh menulis X10 padahal seharusnya X10.0 (tergantung pada pengaturan kontrol), atau menggunakan huruf non-standar.
Blok Program Hilang/Duplikat : Nomor urut (sequence number) hilang atau ada dua blok dengan nomor yang sama. Contoh program melompat dari N10 ke N30 tanpa N20, atau ada dua N10.
Kesalahan ini berhubungan dengan dimensi dan lintasan alat potong. Ini adalah jenis kesalahan yang paling umum menyebabkan kerusakan benda kerja.
Penyimpangan Diameter/Jari-Jari (X-Axis Error): Pada mesin bubut, sumbu X bekerja dalam diameter. Kesalahan umum adalah memasukkan nilai jari-jari padahal mesin mengharapkan diameter, atau sebaliknya. Contoh memprogram X50.0 untuk diameter 100 mm (jika controller diatur ke mode diameter).
Posisi Z Awal yang Salah: Alat potong memulai pemotongan dari posisi Z yang terlalu dekat atau bahkan sudah menabrak benda kerja, terutama saat menggunakan G00 (pergerakan cepat).
Kesalahan Busur (G02/G03): Kesalahan dalam mendefinisikan titik akhir, titik awal, atau jari-jari (R)/pusat busur (I, K), yang menyebabkan busur menjadi bentuk spiral atau lintasan lurus. *
Koordinat Absolut vs. Inkremental (G90 vs. G91): Mencampur penggunaan mode koordinat. Jika mesin diatur ke G91 (Inkremental) tetapi koordinat ditulis sebagai Absolut, pahat akan terus bergerak semakin jauh dari posisi yang diinginkan.
Kesalahan ini berdampak pada kualitas permukaan, keausan pahat, dan waktu siklus.
Laju Pemakanan (F) Terlalu Cepat: Menyebabkan beban berlebih pada pahat dan mesin, menghasilkan permukaan yang kasar, dan berpotensi mematahkan pahat.
Kecepatan Spindel (S) Terlalu Tinggi: Dapat menyebabkan getaran (chatter), panas berlebih, dan keausan dini pada pahat, terutama untuk material keras.
Kedalaman Potong (Depth of Cut) Berlebihan: Memuat pahat melebihi batas kemampuannya, yang dapat menyebabkan defleksi pahat, kualitas permukaan buruk, atau kerusakan total pada pahat.
Tidak Menggunakan Pendingin (M08): Untuk banyak material, tidak mengaktifkan cairan pendingin dapat menyebabkan material meleleh atau pahat cepat aus.
Ini adalah urutan instruksi yang benar secara sintaks, tetapi salah secara proses pemesinan.
Tabrakan Alat (Collision): Ini adalah kesalahan paling serius. Biasanya terjadi karena:
Pergerakan G00 (cepat) yang tidak memperhitungkan pencekaman (chuck) atau bagian mesin lainnya.
Ganti alat (T-Code) di posisi yang terlalu dekat dengan benda kerja.
Salah Urutan Alat: Misalnya, mencoba melakukan finishing (penyelesaian) sebelum proses roughing (pengasaran) selesai.
Tidak Ada Titik Tool Change Aman: Alat tidak kembali ke posisi aman (home position atau titik penukaran alat yang telah ditentukan) sebelum M06 (perubahan alat) atau kode T berikutnya dipanggil.
Kesalahan yang berhubungan dengan penyiapan alat potong (tool offset).
Salah Memanggil Offset: Menggunakan T0102 padahal data kompensasi yang benar disimpan di T0101.
Nilai Offset X atau Z Salah: Nilai yang dimasukkan dalam tabel offset salah, sehingga semua pemotongan akan memiliki dimensi yang menyimpang dari program.
Kesalahan Radius Pahat (Nose Radius Compensation): Gagal mengaktifkan G41 atau G42, atau mengaktifkannya di posisi yang salah, dapat menyebabkan dimensi akhir tidak akurat dan sudut fillet yang salah.
Untuk menghindari kesalahan ini, langkah-langkah yang umum dilakukan adalah:
Simulasi: Menggunakan perangkat lunak CAM atau simulasi CNC sebelum menjalankan program pada mesin.
Pemotongan Kering (Dry Run): Menjalankan program tanpa material, dengan kecepatan spindel nol, dan jarak aman (menaikkan offset Z dan X).
Memeriksa Offset: Selalu verifikasi nilai Tool Offset dan Work Coordinate Offset (G54-G59) sebelum memulai produksi.
Memeriksa Rapid Traverse: Perhatikan semua gerakan G00 untuk memastikan tidak ada tabrakan.
B. PENGEDITAN PROGRAM CNC LATHE MENGGUNAKAN CNC LATHE SIMULATOR
Mengedit program CNC Lathe (mesin bubut CNC) menggunakan CNC Simulator adalah proses yang penting untuk memverifikasi dan mengoptimalkan kode sebelum dijalankan di mesin fisik. Simulator memungkinkan Anda melakukan pengujian tanpa risiko merusak alat atau benda kerja.
Buka CNC Lathe Simulator
Pilih Menu (strip 3) pada bagian kiri atas
Pilih open, kemudian pilih program yang mau dilakukan pengeditan.
Pengeditan bisa dilakukan di menu TEXT
Akses Editor: Simulator memiliki Editor Program terintegrasi. Anda dapat melihat dan memodifikasi kode baris demi baris.
Navigasi: Pahami struktur dasar program CNC Lathe, termasuk:
Nomor Program (O-number): Baris pertama program.
Blok Awal: Kode persiapan (misalnya, G28, G54, G99, M6, dll.).
Pemilihan Alat (T-code): Baris di mana Anda memanggil alat baru, misalnya T0101.
Perintah Gerak (G-code): G00 (gerak cepat), G01 (gerak linear), G02/G03 (gerak melingkar).
Perintah Fungsional (M-code): M03/M04 (putar spindel), M08/M09 (pendingin), M30 (akhir program).
Melakukan Perubahan:
Koreksi Kesalahan Sintaks: Perbaiki kesalahan ketik pada G-code, M-code, atau penulisan koordinat.
Optimasi Parameter: Sesuaikan kecepatan potong (S) dan laju umpan (F) untuk meningkatkan efisiensi atau kualitas permukaan.
Modifikasi Geometri: Ubah nilai koordinat X dan Z jika bentuk akhir benda kerja tidak sesuai.
Pengaturan Awal: Sebelum simulasi, pastikan Anda telah mengatur:
Geometri Benda Kerja: Tentukan diameter dan panjang material baku (stock) .
Offset Alat: Atur panjang dan radius kompensasi alat potong.
Titik Nol Benda Kerja (Work Offset): Tentukan lokasi G54 (atau offset lain) yang benar.
Jalankan Simulasi:
Gunakan fungsi Simulate atau Cycle Start di simulator.
Amati gerakan alat potong (tool path) di ruang kerja 3D.
Verifikasi Hasil:
Periksa Tabrakan (Collision): Simulator biasanya memberikan peringatan jika ada tabrakan antara alat, chuck, atau tailstock.
Analisis Bentuk: Bandingkan hasil simulasi 3D dengan gambar teknik yang diinginkan.
Verifikasi Kode: Gunakan mode step-by-step atau block-by-block untuk memeriksa secara perlahan setiap baris kode yang mencurigakan, terutama pada transisi alat atau penggunaan siklus (canned cycles).
Simpan Perubahan: Setelah program terverifikasi dan berfungsi dengan benar dalam simulasi, gunakan fungsi Save atau Save As di editor program untuk menyimpan file G-code yang telah direvisi.
Transfer ke Mesin: Program yang sudah final siap untuk ditransfer ke mesin CNC Lathe fisik.
C. MENJALANKAN SIMULASI EDITAN
LATIHAN 01 :
LATIHAN 02 :
PENILAIAN
1. RANAH PENGETAHUAN
2. RANAH KETERAMPILAN
SOAL 1 : Buatkan sebuat program cnc lathe merujuk pada gambar kerja berikut!
SOAL 2 : Buatkan sebuat program cnc lathe merujuk pada gambar kerja berikut!
ARUDAM KANA TEKNIK
Jl. Manyar No. 19 Beran Ngawi
Hak Cipta @2025