Mengenal Nama Allah Swt dan Kitab-Kitab Nya
PEMBELAJARAN 2
3.2 Memahami makna Asma'ul Husna: al-Mumit, al-Hayyu, al-Qayyum, dan al-Ahad
3.4 Memahami makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasulNya sebagai implementasi rukun iman
PEMBELAJARAN 2
3.2 Memahami makna Asma'ul Husna: al-Mumit, al-Hayyu, al-Qayyum, dan al-Ahad
3.4 Memahami makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasulNya sebagai implementasi rukun iman
Asma'ul Husna artinya yaitu nama-nama yang baik bagi Allah Swt. Asma'ul Husna berjumlah 99.
1. Al-Mumit (Allah Maha Mematikan)
Allah Swt telah berfirman "Setiap yang bernyawa pasti mati". Namun kematian bukan untuk ditakuti, melainkan tangga menuju kebahagiaan abadi. Kematian tidak menunggu kita tua, tetapi setiap saat kematian bisa menjemput kita. Maka seharusnya kita mempersiapkan kematian sehingga ketika kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Husnul khotimah adalah mati dalam keadaan beriman kepada Allah Swt. Dalam Q.S Al-Baqoroh ayat 197 Allah Swt berfirman: "dan bersiap-siaplah kalian semua, dan sesungguhnya persiapan yang baik adalah taqwa". Bertaqwa adalah menjalankan semua perintah Allah Swt. dan menjauhi semua larangan-Nya.
2. Al-Hayyu (Allah Maha Menghidupkan)
Yang memberi hidup (Nyawa) dan rezeki adalah Allah Swt. Tugas manusia sebagai hamba adalah dengan memelihara kehidupan dan mencari rezeki yang sudah disediakan oleh Allah Swt. seperti memelihara diri sendiri, yaitu dengan cara makan makanan yang sehat dan halal. Dalam menjalani hidup kita harus bertawakkal, yaitu berserah diri kepada Allah atas segala urusan. Namun sebelum kita bertawakkal kita harus berikhtiyar, yaitu berusaha/berupaya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.
3. Al-Qayyum (Allah Maha Berdiri Sendiri / Mandiri)
Allah Swt memberikan pelajaran kepada kita supaya hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain. Sebagai pelajar kita harus belajar hidup mandiri, seperti: setelah bangun tidur merapikan tempat tidurnya sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri, dan sebagainya.
4. Al-Ahad (Allah Maha Esa / Tunggal)
Allah itu Maha Mandiri, tidak membutuhkan siapapun. Kita harus selalu meng-Esakan Allah Swt. Artinya kita harus meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah itu tunggal, tidak ada duanya dan tidak ada sekutu baginya. Perilaku menyekutukan Allah dinamakan syirik. sedangkan orang yang menyekutukan atau meyakini kekuasaan kepada selain Allah itu dinamakan musyrik.
Next >>> Mengenal kitab-kitab suci