PEMBELAJARAN 1
3.1 Memahami makna Q.S. at-Tin dengan benar
QS. At-Tin (95)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
١. وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ ۙ
٢. وَطُوْرِ سِيْنِيْنَ ۙ
٣. وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِ ۙ
٤. لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ
٥. ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَ ۙ
٦. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ
٧. فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ
٨. اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ ࣖ
Artinya:
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Demi (buah) tin dan (buah) zaitun,
demi gunung Sinai,
dan demi negeri (Makkah) yang aman ini,
sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Kemudian, kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Maka, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
Maka, apa alasanmu (wahai orang kafir) mendustakan hari Pembalasan setelah (adanya bukti-bukti) itu?
Bukankah Allah hakim yang paling adil?
Surat At-Tin termasuk golongan surat Makkiyah (surat yang turun sebelum nabi hijrah ke Madinah), terdiri dari 8 ayat, dan menempati urutan surat yang ke-95 dalam Al-Qur’an. Dalam surat at-Tin ini Allah telah bersumpah dengan tiga (3) tempat diutusnya rasul Ulul Azmi, yaitu:
Tempat adanya buah tin dan zaitun, yaitu Baitul Maqdis tempat diutusnya Nabi Isa a.s
Bukit Thursina (Gunung Sinai), yaitu tempat Allah berbicara langsung kepada Kalimullah atau Nabi Musa a.s
Negeri yang aman, para ahli tafsir sepakat bahwa negeri yang aman yang dimaksud dalam surat at-Tin adalah Kota Mekah yaitu tempat diutusnya Nabi Muhammad Saw
PENJELASAN PESAN/KANDUNGAN PER AYAT:
Ayat Pertama
Buah zaitun adalah buah yang memiliki keistimewaan karena kandungan minyaknya yang berlimpah sehingga dapat dipergunakan di daerah yang kurang memiliki minyak pada zaman itu.
Ayat Kedua
Gunung sinai memiliki ketinggian -+ 2.285 meter. Tempat ini merupakan tempat nabi Musa menerima wahyu dan diangkat menjadi Rasul.
Ayat Ketiga
Kota Mekah juga disebut Ummul Qura' dan tanah yang aman, karena siapa pun yang memasukinya akan terjaga keamanan dan keselamantannya.
Ayat Keempat
Di dalam ayat ke-empat ini diterangkan bahwa Allah Swt telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Manusia diciptakan lebih sempurna dari makhluk hidup Allah yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Manusia memiliki jasmani, rohani, akal, dan nafsu. sedangkan hewan hanya memiliki jasmani dan nafsu saja, berbeda dengan manusia yang dilengkapi oleh Allah dengan akal dan rohani. Allah menganugerahi manusia dengan akal dan rohani tujuannya adalah untuk dipergunakan sebaik mungkin aga dapat membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.
Adapun cara mensyukuri nikmat akal dan rohani ini adalah dengan menggunakannya dengan baik dan dikembangkan dengan cara belajar, sehingga akal pikiran manusia dapat berkembang menjadi lebih optimal. sedangkan cara untuk mensyukuri jasmani yang telah Allah berikan kepada kita dengan merawatnya, mandi setiap hari, makan makanan yang sehat dan halal, dan menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga.
Ayat Kelima
Dalam ayat ini Allah memberi pelajara kepada manusia, bahwa barangsiapa yang tidak menjaga dan mensyukuri jasmani, rohani, nafsu dan akal pikiran yang telah Allah berikan maka ia akan diturunkan derajatnya oleh Allah.
Ayat Keenam
Orang yang tidak akan pernah hina atau rendah derajatnya yaitu orang selalu beriman dan beramal shalih. Amal shalih adalah amal/perbuatan yang diperintahkan Allah dan RasulNya untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Ayat Ketujuh
Pada Hari Kiamat nanti orang yang berat amal/perbuatan baiknya maka balasannya adalah surga, sedangkan orang yang sedikit amal/perbuatakn baiknya maka balasannya adalah neraka. Pada ayat ini Allah mengingatkan manusia agar selalu ingat bahwa setelah kehidupan dunia masih ada kehidupan akhirat yang mana kehidupan akhirat tergantung banyak atau tidaknya amal baik di dunia.
Ayat Kedelapan
Allah ada sebaik-baik hakim/pemberi keputusan. Jadi apapun perbuatan manusia di dunia tidak akan luput dari pengadilan Allah Swt.