Materi Belajar II
Katabolisme disebut juga disimilasi.
Katabolisme merupakan proses penguraian zat kompleks menjadi bentuk sederhana yang disertai dengan pembebasan energi kimia yang tersimpan di dalamnya.
Contoh reaksi katabolisme adalah respirasi.
Respirasi
Respirasi merupakan proses pembentukan energi. Respirasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob.
Respirasi Aerob
Respirasi Aerob merupakan respirasi yang memerlukan oksigen. Respirasi anaerob berlangsung dalam empat proses yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif asam piruvat, siklus Krebs, dan transpor elektron.
a. Glikolisis
Glikolisis adalah peristiwa pemecahan satu molekul glukosa (6 atom C) menjadi asam piruvat (3 atom C). proses glikolisis terjadi di dalam sitoplasma. Hasil samping dari proses glikolisis berupa dua molekul asam piruvat, dua ATP, dan dua NADH dari setiap perubahan satu molekul glukosa.
Proses glikolisis terdiri dari beberapa tahapan, sebagai berikut :
Sumber Gambar : siswapedia.com
Glukosa diubah menjadi glukosa 6-fosfat dengan bantuan enzim heksokinase. Reaksi ini memerlukan energi, sehingga ATP diubah menjadi ADP.
Glukosa 6-fosfat diubah menjjadi fruktosa 6-fosfat dengan bantuan enzim fosfoglukisomerase.
Dengan menggunakan energi dari hasil perubahan ATP menjadi ADP , fruktosa 6-fosfat diubah oleh enzim fosfofruktokinase menjadi fruktosa 1,6-bifosfat.
Fruktosa 1,6-bifosfat (molekul berkarbon 6) diubah menjadi dua molekul berkarbon 3, yaitu gliseraldehid 3-fosfat (G3P atau PGAL).
Terjadi perubahan gliseraldehid 3-fosfat menjadi 1,3-bifosfogliserat dengan bantuan enzim trisofosfat dehidrogenase. Pada tahap ini juga terjadi trasfer elektron sehingga NAD+ berubah menjadi NADH.
1,3-bifosfogliserat dengan bantuan dari enzim fosfogliserokinase diubah menjadi 3-gosfoglisertat (PGA). Pada tahap ini terbentuk 2 molekul ATP dengan menggunakan gugus fosfat yang berasal dari reaksi sebelumnya.
3-gosfoglisertat diubah menjadi 2-fosfogliserat dengan bantuan enzim fosfogliseromutase sehingga gugus fosfatnya berpindah.
Terjadi pembentukan fosfoenol piruvat (PEP) dari 2-fosfogliserat dengan bantuan enizim enolase dan pembebasan 2 molekl air.
Terjadi perubahan fosfoenol menjadi asam piruvat dengan bantuan dari enzim piruvatkinase dan menghasilkan 2 ATP.
b. Dekarboksilasi Oksidatif Asam Piruvat
Dekarbolsiasi oksidatif asam piruvat berlangsung di dalam mitokondria. pada proses ini terjadi perubahan asam piruvat menjadi molekul asetil-KoA. Asetil-KoA merupakan senyawa berkarbon dua. Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat menghasilkan satu molekul NADH untuk setiap pengubahan molekul asam piruvat menjadi asetil-KoA yang kemudian akan digunakan pada tahapan siklis Krebs.
Sumber Gambar : edubio.info
c. Siklus Krebs
Nama siklus krebs berasal dari nama orang yang menemukan reaksi yaitu Hans Krebs. Siklus ini juga disebut sebagai siklus asam sitrat. Proses siklus krebs diawali dengan 2 molekul asam piruvat dari reaksi glikolisis yang kemuar dari sitoplasma kemudian masuk ke dalam mitokondria. Siklus krebs memiliki 3 fungsi, yaitu menghasilkan NADH, FADH, ATP serta membentuk oksaloasetat. Kegunaan okseloasetat ini berperan untuk siklus krebs berikutnya. Akhir reaksi siklus krebs dihasilkan 6 NADH, 2 FADH2, dan 2 ATP.
berikut ini tahapan pada siklus krebs sebagai berikut :
Sumber Gambar : kumparan.com
Asetil koenzim A (KoA) berikatan dengan asam oksaloasetat (molekul berkarbon 4) berikatan dan menghasilkan asam sitrat (molekul berkarbon 6). Koenzim A dilepas dan siap bergabung dengan asam piruvat yang lainnya.
Perubahan isositrat menjadi asam ketoglutarat melepaskan CO2 dan mengubah NAD+ menjadi NADH.
Perubahan asam ketoglutarat menjadi asam suksinat juga melepaskan CO2 dan mengubah NAD+ menjadi NADH. Serta terbentuk energi dari pembentukan ATP dari ADP.
Asam suksinat yang terbentuk bereaksi dengan FAD (Flarine Adenine Dinucleotida) dan membentuk asam malat dengan membebaskan FADH2 .
Asam malat kemudian bereaksi dengan NAD+ dan membentuk asam oksaloasetat dengan membebaskan NADH.
d. Transpor Elektron
Transpor elektron berlangsung di dalam membran mitokondria yang disebut dengan krista. Konsep kerja transpor elektron adalah peristiwa pemindahan elektron dan ion hidrogen (H+). Transpor elektron oksigen berperan sebagai penerima elektron terakhir, sehingga pada proses ini terbentuk H2O. Elektron pada transpor elektron berasal dari NADH dan FADH dari satu substrat ke substrat lain secara berani disertai pembentukan ATP melalui proses fosforilasi oksidatif. Fosforilasi oksidatif adalah proses penambahan gugus fosfat anorganik pada molekul ADP.
NADH dan FADH berfungsi sebagai senyawa pereduksi penghasil ion hidrogen. Setiap molekul NADH yang masuk pada traspor elektron akan menghasilkan 3 molekul ATP. molekul FADH2 menghasilkan 2 molekul ATP.
Berdasarkan hal tersebut, keseluruhan proses respirasi aerob menghasilkan 38 ATP, dengan uraian sebagai berikut :
2. Respirasi Anaerob
Respirasi anaerob atau disebut juga fermentasi merupakan respirasi yang tidak menggunakan oksigen saat pembentukan ATP. Respirasi anaerob menggunakan glukosa sebagai substrat. Proses fermentasi berlangsung dengan memecah glukosa menjadi 2 molekul asam piruvat, 2 NADH dan 2 molekul ATP. Fermentasi anaerob tidak bereasi sesempurna reaksi aerob. Proses fermentasi tidak bereaksi sempurna dalam memecah glukosa menjadi karbon dioksida dan air, serta ATP yang dihasilkan besar. Contoh organisme yang melakukan fermentasi adalah bakteri dan protista yang hidup di rawa, lumpur, makanan yang diawetkan, serta berbagai tempat yang tidak terdapat oksigen.
Hasil akhir dari fermentasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu fermentasi asam laktat dan fermentasi alkohol.
Fermentasi Asam Laktat
Hasil akhir fermentasi ini merupakan asam laktat yang atau disebut juga asam susu. Fermentasi asam laktat dapat berlangsung pada tubuh manusia saat kekurangan oksigen. Proses fermentasi asam laktat berlangsung dengan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat. Karena pada respirasi ini tidak terdapat oksigen, maka asam piruvat diubah menjadi asam laktat. Proses ini menyebabkan elektron tidak meneruskan perjalanannya dengan tidak menerima elektron dari NADH dan FAD. Keadaan tidak adanya perpindahan elektron menyebabkan NAD+ dan FAD yang diperlukan dalam siklus krebs tidak terbentuk. Hal ini berakibat reaksi siklus krebs berhenti. Fermentasi asam laktat di sektor industri biasa dimanfaatkan untuk pengolahan susu menjadi keju dan yogurt. Namun kelebihan asam laktat pada otot tubuh juga bisa menyebabkan efek kelelahan pada tubuh.
2. Fermentasi Alkohol
peristiwa pembebasan energi pada beberapa mikroorganisme terjadi karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat dan CO2. Asam asetat tersebut diubah menjadi akohol. Peristiwa fermentasi alkohol mengubah NADH menjadi NAD+. Proses glikolisis dapat berlangsung dengan terbentuknya NAD+ tersebut. Asam piruvat akan selal tersedia sehingga dapat diubah menjadi energi. energi (ATP) yang dihasilkan dari satu molekul glukosa hanya 2 molekul ATP.
Sumber Gambar : GuruPendidikan.com
Katabolisme Karbohidrat, Protein dan Lemak
Kebanyakan sel menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama. Namun, pada kenyataanya sumber energi bisa berasal dari zat organik lain seperti karbohidrat, protein dan lemak.
Ketika tubuh memerlukan suplai energi cepat, maka glukosa akan diproses dengan metabolisme glikolisis. Produk dari tahap glikolisis berupa asam piruvat dan ATP. Asam piruvat tersebut kemudian diubah menjadi asetil koenzim A (asetil KoA) dan masuk pada siklus Krebs. Begitu juga pada lemak dan protein.
Jika lemak digunakan sebagai sumber energi, maka terdapat dua kemungkinan proses metabolisme yang terjadi. Pertama, gliserol akan diubah menjadi PGAL dan masuk ke dalam proses glikolisis. Kemungkinan kedua, asam lemak akan diubah menjadi asetil KoA yang kemudian diteruskan pada tahapan siklus krebs di mitokondria untuk dioksidasi.
Jika menggunakan protein sebagai sumber energi, maka protein akan dipecah menjadi asam amino. Asam amino tersebut akan memasuki jalur respirasi dengan beberapa kemungkinan. Pertama, asam amino glisin, serin, alanin akan diubah menjadi asam piruvat yang kemudian masuk ke mitokondria untuk mengalami oksidasi. Kemungkinan kedua, asam amino fenilalanin, leusin, isoleusin, threonin, lisin, triptofan, dan tirosin akan mengalami perubahan menjadi asetil-KoA. Ketiga asam amino asparagin dan asam aspartat akan diubah menjadi asam oksaloasetat. Keempat, asam amino fenilanalin dan tirosin dapat diubah menjadi fumarat. Kelima, asam amino glutamin, asam flutamat, arginin, histidin dan prolin akan diubah menjadi asam λ - ketokoagulat. Kemungkinan kelima adalah asam amino valin, isoleusin, dan metionin akan diubah menjadi asam suksinat.
Berikut ini merupakan gambaran ringkas hubungan katabolisme karbohidrat, lemak dan protein :
Sumber gambar : https://suprabaikasari.mapel.xyz