NAMA GURU
SITTI SALMA, S.Pd
NI MADE MUSTIASTI, S.Pd
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
KELAS VIII
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu
Menjelaskan pengertian berita;
Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita yang kamu dengar dan kamu baca.
PENGERTIAN BERITA
Berita adalah informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi. Kita tentu sering membaca berita di koran atau menonton berita di TV sehari-hari. Dalam membuat berita juga ada kaidah yang harus diperhatikan. Unsur-unsur berita yang harus ada meliputi pertanyaan 5W + 1H, yakni what, who, when, where, why, dan how.
Pengertian berita menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah kabar atau cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita sering disajikan di media-media, baik media cetak (koran, majalah), media elektronik (TV, radio), media online (internet), dan sebagainya.
Secara tradisional, berita juga bisa menyebar dari mulut ke mulut, yaitu berdasarkan cerita seseorang pada orang lain. Berita harus disajikan sesuai fakta yang benar-benar terjadi. Jika tidak sesuai fakta atau belum pasti, maka masuk kategori gosip atau desas-desus.
Kebutuhan akan berita menjadi sangat penting di era teknologi informasi saat ini. Penyebaran berita menjadi sangat cepat berkat perangkat gadget yang kita miliki. Nah tahukah kamu bahwa dalam pembuatan teks berita juga ada unsur-unsur tertentu yang harus dipenuhi?
UNSUR-UNSUR BERITA
Berikut akan dibagikan apa saja unsur-unsur berita beserta penjelasannya, meliputi pertanyaan 5W dan 1H.
Unsur berita yang pertama adalah what atau apa. Unsur ini menjelaskan mengenai apa peristiwa yang terjadi yang diberitakan. Peristiwa yang diberitakan pun harus sesuai fakta yang benar-benar terjadi tanpa boleh ditambahkan opini atau pendapat.
Selanjutnya ada unsur who atau siapa. Unsur ini menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa yang diberitakan. Orang-orang atau pihak yang terlibat dalam berita harus diinformasikan dengan benar, agar lebih jelas dan berita dapat dipahami.
Berikutnya ada unsur when atau kapan. Unsur ini menjelaskan mengenai waktu terjadinya peristiwa yang sedang dibahas dalam berita. Waktu terjadinya peristiwa harus dijelaskan secara jelas sehingga berita mudah dimengerti dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Unsur berita selanjutnya adalah where atau dimana. Unsur ini menjelaskan tempat terjadinya peristiwa di dalam berita tersebut. Hal ini penting agar pemirsa tahu lokasi terjadinya peristiwa dan tidak salah dalam memastikan informasi yang diberikan.
Selain itu juga ada unsur why atau mengapa. Unsur ini menjelaskan alasan kenapa peristiwa di dalam berita itu bisa terjadi. Selain itu dibahas juga latar belakang dan alasan-alasan yang membuat peristiwa bisa terjadi sehingga pemirsa bisa tahu informasi lebih detail.
Unsur-unsur berita yang terakhir adalah how atau bagaimana. Unsur ini menjelaskan mengenai proses atau kronologis peristiwa di dalam berita bisa terjadi. Artinya diinformasikan juga runtutan kejadian dalam berita serta detail-detail lain dalam peristiwa sehingga informasi bisa tersaji dengan utuh dan lengkap.
Biasanya suatu teks memiliki struktur tertentu, sama halnya dengan teks berita. Teks tersebut memiliki tiga struktur yang saling berhubungan yang kemudian membentuk teks ini secara utuh. Beriku penjelasannya :
Orientasi Berita / Kepala berita/ Lead /Teras Berita : yakni adalah berisi pembuka dari berbagai peristiwa yang diberitakan didalam teks tersebut. Biasanya tertera penjelasan singkat mengenai berita yang sedang dibahas dalam media. (Paling penting)
Peristiwa/ Tubuh Berita/Body Berita/Badan Berita : yakni adalah berisi tentang proses kejadian dari awal sampai akhir berdasarkan peristiwa yang terjadi serta dijelaskan berdasarkan fakta yang ada. (Penting)
Sumber Berita/ Ekor Berita/ Kaki Berita : yakni dari mana asal sumber berita tersebut muncul. Sumber berita tidak hanya ditulis dibagian akhir berita. (Kurang penting)
Teks berita seringkali menggunakan kata kerja (verba) transitif. Yaitu yang dapat diubah ke dalam bentuk pasif. Kata kerja bentuk pasif ini merupakan kata kerja yang dikenai pekerjaan.
CONTOH
Anak kera itu sedang memanjat pohon kelapa tersebut. (predikat yang mengandung kata kerja transitif: memetik, objek: pohon kelapa tersebut.
PENGGUNAAN VERBA INTRANSITIF
Kata kerja intransitif merupakan salah satu diantara jenis-jenis kata yang ada. Kata kerja ini merupakan kata kerja yang berfungsi sebagai predikat dalam pola kalimat dasar dan penulisannya tidak dapat diikuti oleh objek. Kalaupun mesti diikuti oleh salah satu unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia lainnya, maka kata kerja intransitif hanya bisa diikuti oleh pelengkap atau keterangan.
CONTOH
Anak-anak tengah bermain layang-layang di tanah lapang itu. (predikat yang merupakan kata kerja intransitif: tengah bermain, pelengkap: layang-layang)
Catatan : Anak-anak bisa membaca pada buku paket halaman 15 - 17.