TOKOH PENEMU MODEL KEMP
Jerol E. Kemp
DEFINISI MENURUT PARA AHLI
Merupakan model desain pembelajaran yang berbentuk siklus untuk menunjukkan adanya proses kontinu. Model Kemp merupakan sebuah model desain pembelajaran yang sangat luwes, karena pengembangan pembelajaran dapat dimulai dari komponen mana saja (Octaviana, et. al, 2022).
LANGKAH-LANGKAH MODEL PENGEMBANGAN MODEL KEMP
1) Indentifikasi Masalah Pembelajaran (Instructional Problems)
Proses merancang pembelajaran dimulai dengan mengidentifikasi masalah atau kebutuhan pembelajaran. Terdapat tiga pendekatan yang dapay digunakan oleh perancang pembelajaran untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran, yakni analisis kebutuhan, analisis tujuan, dan penilaian kinerja.
2) Analisis Karakteristik Peserta Didik (Learner Characteristics)
Karakteristik peserta didik penting diperhatikan dalam merancang pembelajaran.
3) Analisis Tugas (Task Analysis)
Analisis tugas merupakan langkah kritis dalam proses merancang pembelajaran. Terdapat tiga pertanyaan dalam analisis ini, yakni (1) apa yang perlu dilakukan peserta didik, (2) apa yang perlu diketahui peserta didik untuk dikerjakan, dan (3) Apa petunjuk (isyarat) bagi peserta didik bahwa terdapat masalah, langkah pengerjaan, atau langkah berbeda yang diperlukan.
4) Menetapkan Tujuan Pembelajaran Khusus (Instructional Objectives)
Tujuan pembelajaran ini memiliki tiga fungsi penting. Pertama memberikan arah bagi pendidik untuk merancang pembelajaran secara tepat, secara rinci untuk menyeleksi, dan mengorganisasikan aktivitas dan sumber pembelajaran yang akan memfasilitasi pembelajaran efektif. Kedua, Tujuan pembelajaran memberikan kerangka kerja untuk merencanakan evaluasi belajar peserta didik. Ketiga, tujuan pembelajaran memandu peserta didik dalam belajar. Peserta didik akan menggunakan tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi keterampilan dan pengetahuan yang harus mereka kuasai.
5) Mengorganisasi/Membuat Urutan Materi Pembelajaran (Content Sequencing)
Pengorganisasian materi pembelajaran secara terurut dan sistematis akan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu cara umum yang digunakan untuk mengurutkan materi pembelajaran adalah metode prasyarat, yang didasarkan pada hirarki belajar. Metode ini memerhatikan keterkaitan satu pengetahuan (atau keterampilan) dengan pengetahuan (atau keterampilan) lain. Dalam urutan pembelajaran, materi prasyarat dibelajarkan pertama, selanjutnya diikuti dengan materi berikutnya yang terkait dengan prasyarat tadi.
6) Merancang Strategi Pembelajaran (Instructional Strategies)
Keputusan rancangan pembelajaran dibuat pada dua tingkatan. Keputusan pertama merupakan strategi pengantaran (delivery strategy) yang menggambarkan lingkungan belajar general. Lingkungan belajar general merentang dari presentasi ceramah hingga pembelajaran dengan interaktif tinggi berbasis komputer. Keputusan kedua adalah strategi pembelajaran yang menggambarkan urutan dan metode pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.
7) Menetapkan Metode Pembelajaran (Instructional Delivery Methods)
Segera setelah strategi pembelajaran dirancang, perancang pembelajaran harus membuat keputusan bagaimana pengantar pembelajaran pada subjek sasaran. Ini berkaitan dengan metode apa yang harus digunakan. Pemilihan metode ditentukan oleh tujuan dan lingkungan pembelajaran. Sebagai contoh, bila kita ingin mengembangkan keterampilan interpersonal maka lebih tepat menggunakan metode-metode kelompok kecil (small-group methods).
8) Mengembangkan Instrumen Evaluasi (Developing Evaluation Instruments)
Tahap ini dikembangkan instrumen penilaian untuk mengukur apakah tujuan pembelajaran dapat dicapai. Tahap ini dimulai dengan menetapkan hasil belajar apa yang akan dinilai. Hasil belajar dapat diklasifikasi atas pengetahuan, keterampilan, dan perilaku atau sikap. Selanjutnya dikembangkan instrumen yang relevan untuk mengukur masing-masing hasil belajar tersebut.39
9) Memilih Sumber-Sumber Pembelajaran (Instructional Resources)
Aktivitas pembelajaran akan lebih berhasil bila digunakan sumber-sumber pembelajaran yang tepat. Jika sumber-sumber dipilih dan dipersiapkan secara seksama, akan dapat memenuhi tujuan pembelajaran (Reksiana, 2022).
KELEBIHAN MODEL KEMP
Adanya syarat revisi sehingga dapat menghasilkan perencanaan pembelajaran yang teruji baik.
KEKURANGAN MODEL KEMP
1) Cenderung teoritis dan menekankan pada informasi konsep dan latihan soal dalam tes.
2) Cenderung klasikan pembelajaran di kelas sehingga rentan dengan teacher centered.
CONTOH PENERAPAN MODEL PENGEMBANGAN KEMP DALAM BEBERAPA PENELITIAN
REFERENSI
Budiarso, A. S., Validitas, A., Pembelajaran, P., Model, F., & Terbimbing, I. (2010). Analisis Validitas Perangkat Pembelajaran Fisika Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA pada Materi Listrik Dinamis ( The Analysis Validity of Physics Learning Device Guided Inquiry Model to Improve Student Learning Outcomes S.
Sains, P., Universitas, P., Surabaya, N., Prahani, B. K., Yuanita, L., Studi, P., Sains, P., Pascasarjana, P., Negeri, U., Pascasarjana, D., Pendidikan, P., Univesrtitas, S., & Surabaya, N. (2015). FISIKA MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK. 4(2).
Sari, N., An, S., & Mahardika, A. I. (2017). PENGEMBANGAN LKS PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CLIS ( CHILDREN LEARNING IN SCIENCE ) DI SMP 1 MUHAMMADIYAH BANJARMASIN. 5(2), 25–33.