TOKOH PENEMU MODEL ADDIE
Robert Maribe Branch (2009)
DEFINISI MENURUT PARA AHLI
a. Menurut Fauzi (2014), model pengembangan ADDIE adalah salah satu desain pembelajaran yang bersifat generik.
b. Menurut Pribadi dalam Dwipayanti (2013), model ADDIE adalah model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa diduga dapat membantu siswa dalam pencapaian hasil belajar (Arofah & Cahyadi, 2019).
LANGKAH-LANGKAH MODEL PENGEMBANGAN MODEL ADDIE
a. Analisis (Analysis)
Dalam tahapan ini, kegiatan utama adalah menganalisis perlunya pengembangan bahan ajar dalam tujuan pembelajaran, beberapa analisis yang dilakukan adalah analisis kinerja, analisis siswa, analisis fakta, konsep, prinsip dan prosedur materi pembelajaran, serta analisis tujuan pembelajaran (Arofah & Cahyadi, 2019).
b. Desain (Design)
Tahapan desain meliputi beberapa perencanaan pengemban- gan bahan ajar diantaranya meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut: Penyusunan bahan ajar, merancang skenario pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan pembelajaran, pemilihan kompetensi bahan ajar, Perencanaan awal perangkat pembelajaran yang didasarkan pada kompetensi mata pelajaran, dan merancang materi pembelajaran dan alat evaluasi belajar dengan pendekatan pembelajaran (Arofah & Cahyadi, 2019).
c. Pengembangan (Development)
Dalam melakukan langkah pengembangan bahan ajar, ada dua tujuan penting yang perlu dicapai. Antara lain adalah memproduksi atau merevisi bahan ajar yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dan memilih bahan ajar terbaik yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Arofah & Cahyadi, 2019).
d. Implementasi (Implementation)
Pada tahapan implementasi merupakan tahapan untuk mengimplementasikan rancangan bahan ajar yang telah dikembangkan pada situasi yang nyata dikelas (Arofah & Cahyadi, 2019).
e. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain sistem pembelajaran ADDIE untuk memberikan nilai terhadap pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran. Evalusi dilakukan dalam dua bentuk yaitu evalusi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan pada setiap akhir tatap muka (mingguan) sedangkan evalusi sumatif dilakukan setelah kegiatan berakhir secara keseluruhan (semester). Evalusi sumatif mengukur kompetensi akhir atau tujuan pembejaran yang ingin dicapai. Hasil evalusi digunakan untuk memberikan umpan balik terhadap pengembangan bahan ajar (Arofah & Cahyadi, 2019).
KELEBIHAN MODEL ADDIE
a. Sederhana
b. Model bersifat sistematis
c. Evaluasi dapat dilakukan di semua tahapan.
KEKURANGAN MODEL ADDIE
a. Tahap analisis membutuhkan waktu lama.
b. Analisis diawali analisis siswa kemudian membagi dua menjadi analisis kinerja dan analisis kebutuhan.
c. Tidak menjelaskan bagaimana membagi tujuan utama menjadi tujuan yang praktis.
CONTOH PENERAPAN MODEL PENGEMBANGAN ADDIE DALAM BEBERAPA PENELITIAN
REFERENSI
Arofah, R., & Cahyadi, H. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ADDIE Model. 3(1), 35–43. https://doi.org/10.21070/halaqa.v3i1.2124