TOKOH PENEMU MODEL 4D
S. Thiagarajan (1974)
DEFINISI MENURUT PARA AHLI
Menurut S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel (1974), model 4D merupakan model pengembangan dalam pembelajaran. Model pengembangan 4-D terdiri tahap Pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination) (Kristanti & Julia, 2017).
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN MODEL 4D
a. Tahap Pendefinisian (Define)
Tahap ini bertujuan untuk menentukan dan mendefinisikan syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pembelajaran dengan menganalisis tujuan dan batasan materi yang dikembangkan perangkatnya. Tahap ini meliputi 5 langkah pokok, yaitu: (a) Analisis ujung depan, (b) Analisis siswa, (c) Analisis tugas. (d) Analisis konsep, dan (e) Perumusan tujuan pembelajaran (Kristanti & Julia, 2017).
b. Tahap Perencanaan (Design)
Tujuan tahap ini adalah menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran. Tahap ini terdiri dari empat langkah yaitu: (a) Penyusunan tes acuan patokan, (b) Pemilihan media yang sesuai tujuan, (c) Pemilihan format, dan (d) Perancangan awal (Kristanti & Julia, 2017).
c. Tahap Pengembangan (Development)
Tahap ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari pakar (Bettri, 2017).
d. Tahap Penyebarluasan (Disseminate)
Setelah dilakukan revisi pada tahap pengembangan pada tahap ini dilakukan penyebarluasan media pembelajaran yang telah diproduksi. Media pembelajaran yang telah dikembangkan harus disebarluaskan dan disosialisasikan kepada khalayak luas di luar lingkup pengembangan itu sendiri (Arkadiantika et al., 2020).
KELEBIHAN MODEL 4D
a. Tahapan detail dan sistematis.
b. Pijakan utama pendidikan di Indonesia berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan.
c. Adanya uji coba dan revisi berkali-kali hingga diperoleh produk kualitas maksimal.
KEKURANGAN MODEL 4D
a. Analisis tugas yang sejajar dengan analisis konsep dan tidak ditentukan yang mana duluan yang harus dilaksanakan.
b. Tahapan pada model 4D, hanya sampai pada tahap penyebaran dan tidak ada evaluasi yang bertujuan untuk mengukur kualitas produk yang telah diujikan.
CONTOH PENERAPAN MODEL PENGEMBANGAN 4D DALAM BEBERAPA PENELITIAN
Referensi
Arkadiantika, I., Ramansyah, W., Effindi, M. A., & Dellia, P. (2020). JDPP. 3800.
Kristanti, D., & Julia, S. (2017). PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL 4-D UNTUK KELAS INKLUSI SEBAGAI. 4(1), 38–50.