DEFINISI
Literasi berasal dari Bahasa Inggris Literacy yang memiliki arti kemampuan. baca tulis. Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi digital adalah kecakapan hidup yang dibutuhkan untuk melindungi serangan media yang melibatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi, informasi, dan komunikasi serta kemampuan bersosialisasi, berpikir kritis, kreatif dalam proses pembelajaran (Ani, 2016).
INDIKATOR
Menurut Nasrullah dkk (2017) Indikator literasi digital yaitu sebagai berikut:
Indikator Literasi Digital di Sekolah
Basis Kelas
Jumlah pelatihan literasi digital yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.
Intensitas penerapan dan pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran
Tingkat pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam menggunakan media digital dan internet.
Basis Budaya Sekolah
Jumlah dan variasi bahan bacaan dan alat peraga berbasis digital.
Frekuensi peminjaman buku bertema digital
Jumlah kegiatan di sekolah yang memanfaatkan teknologi dan informasi
Jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau situs laman
Jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah
Tingkat pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi dalam hal layanan sekolah (misalnya, rapor-e, pengelolaan keuangan, dapodik, pemanfaatan data siswa, profil sekolah, dsb.)
Basis Masyarakat
Jumlah sarana dan prasarana yang mendukung literasi digital di sekolah
Tingkat keterlibatan orang tua, komunitas, dan lembaga dalam pengembangan literasi digital.
Indikator Literasi Digital di Keluarga
Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi digital yang dimiliki keluarga
Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi digital dalam keluarga setiap harinya
Meningkatnya jumlah bacaan literasi digital yang dibaca oleh anggota keluarga
Meningkatnya frekuensi akses anggota keluarga terhadap penggunaan internet secara bijak
Meningkatnya intensitas pemanfaatan media digital dalam berbagai kegiatan di keluarga
Jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada keluarga.
Indikator Literasi Digital di Masyarakat
Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi digital yang dimiliki setiap fasilitas publik.
Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi digital setiap hari.
Meningkatnya jumlah bahan bacaan literasi digital yang dibaca oleh masyarakat setiap hari.
Meningkatnya jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi dalam penyediaan bahan bacaan literasi digital.
Meningkatnya jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi digital.
Meningkatnya jumlah kegiatan literasi digital yang ada di masyarakat.
Meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi digital.
Meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat.
Meningkatnya pemanfaatan media digital dan internet dalam memberikan akses informasi dan layanan publik.
Meningkatnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan internet dan UU ITE.
Meningkatnya angka ketersediaan akses dan pengguna (melek) internet di suatu daerah.
Meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat.
CONTOH INSTRUMEN
Digital merupakan kecakapan hidup (life skills) yang tidak hanya melibatkan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi, tetapi juga kemampuan bersosialisasi, kemampuan dalam pembelajaran, dan memiliki sikap, berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetensi digital. tingkat literasi remaja usia sekolah (SMP dan SMA) di kota Surabaya berdasarkan aspek internet searching, hypertextual navigation, dan knowledge assembly kedalam kategori tinggi, sedangkan literasi digital pada aspek content evaluation masih tergolong rendah. Rendahnya tingkat content evaluation menunjukka siswa belum dapat memilah dan memilih konten yang tepat yang mendukung proses pembelajaran. Jika tingkat literasi seorang peserta didik tinggi, maka tingkat kemandirian belajarnya dan keahlian dalam mengakses sumber elektronik pun akan meningkat (Febriza dan Oktariani, 2020).
CARA MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL
Berfikir Kritis
Ketika menerima sebuah informasi yang tidak jelas dari mana asalnya, mulailah dengan mendorong diri untuk mengajukan pertanyaan bagaimana informasi itu dibuat? Kemudian cari jawabannya dengan langsung ke sumbernya. Sehingga dapat memeriksa dan menganalisis objektivitasnya apakah berita tersebut benar atau tidak.
Menguasai Finding Information
Finding information artinya bisa memilah secara akurat dan mengevaluasi informasi yang diterima ataupun disebarkan melalui platform digital. Skill ini menitikberatkan untuk menguasai komunikasi, kesadaran sosial dan pengetahuan tentang pembuatan informasi di lingkungan digital.
Manfaatkan Media Sosial untuk Belajar dan Berkolaborasi
Misalnya, dapat digunakan untuk belajar sesuatu hal baru dari content creator yang sering membuat konten edukasi atau semacamnya. Tidak hanya untuk sarana belajar saja, Anda dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana kolaborasi. Sebagai contoh Twitter dapat digunakan untuk membuat jajak pendapat untuk tujuan penelitian atau menemukan sumber ahli.
Memahami Digital Culture
Dengan memahami digital culture, dapat lebih bijak untuk melakukan sesuatu di dunia digital.
Menjadi Aman di Internet
Saat mengakses internet, erlu membiasakan diri untuk mendeteksi potensi-potensi yang bisa membahayakan diri. Misalnya Anda tidak secara sembarangan menaruh data dan privasi yang bisa dilihat oleh semua orang.
REFERENSI
Ani, Ratana Sari. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Disiplin Siswa Pada Tema Diriku Sub Tema Aku Dan Teman Baru. Skripsi. Universitas Pasundan.
Febriza, Asyti dan Oktariani. 2020. PENGEMBANGAN INSTRUMEN LITERASI DIGITAL SEKOLAH SISWA DAN GURU. Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Riau. 5(1)
Nasrullah, Rullie dkk. 2017. Gerakan Literasi Nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.