DEFINISI
Menurut King, Erickson & Sebranek (2012:14) kemampuan berpikir kritis (critical thinking) meliputi kemampuan dalam melihat sesuatu secara mendalam dan menggunakan pemikiran untuk memahaminya secara menyeluruh. Kemampuan berpikir kritis meliputi kemampuan seseorang dalam (1) memberikan alasan secara efektif, (2) mengajukan pertanyaan pokok dan menyelesaikan masalah, (3) menganalisis dan mengevaluasi sudut pandang berbeda, serta (4) menyatakan keputusan dan proses secara kritis (Pacific Policy Research Center, 2010:7). P21 (2015) secara spesifik memfokuskan kemampuan berpikir kritis pada kemampuan siswa untuk memberikan alasan secara efektif, menggunakan alur pemikiran, memberikan pendapat dan keputusan, serta menyelesaikan masalah.
Kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari kemampuan berpikir matematis yang perlu dimiliki oleh setiap siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan. Dengan berpikir kritis, seseorang dapat mengatur, menyesuaikan, mengubah atau memperbaiki pikirannya, sehingga dapat mengambil keputusan untuk bertindak lebih tepat.
INDIKATOR
Menurut Ennis (dalam Hassoubah, 2007) bahwa indikator kemampuan berpikir kritis diturunkan dari aktivitas kritis siswa yang harus dikuasai siswa dalam berpikir kritis, sebagai berikut: 1) mencari pernyataan yang jelas dari setiap pertanyaan; 2) mencari alasan; 3) berusaha mengetahui informasi dengan baik; 4) memakai sumber yang memiliki kredibilitas dan menyebut- kannya; 5) berusaha tetap relevan dengan ide utama; 6) mengingat kepentingan yang asli dan mendasar; 7) mencari alternatif; 8) bersikap dan berpikir terbuka; 9) mengambil posisi ketika ada bukti yang cukup untuk melakukan sesuatu; 10) mencari penjelasan sebanyak mungkin apabila memungkinkan; dan 11) bersikap secara sistematis dan teratur dengan bagian-bagian dari keseluruhan masalah.
CARA MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS
Banyak membaca.
Banyak bertanya.
Mendengarkan secara aktif.
Sering berdiskusi/brainstorming.
Observasi.
Melatih problem solving.
Belajar melalui aktivitas secara langsung.