JENIS JENISN LENSA
Seperti namanya, lensa kit adalah lensa bawaan yang sudah termasuk dalam paket saat membeli kamera. Ukuran lensa kit pada umumnya adalah 18-55 mm dengan jarak fokal yang lebar. Bukaan atau aperture lensa ini tidak maksimal sehingga autofocus-nya lambat. Oleh karena itu, lensa bawaan cenderung lebih cocok untuk pemotretan statis dan bersudut lebar. Contohnya seperti foto-foto landscape, bangunan, portrait, dan pemotretan acara (angle lebar). Jenis lensa kamera ini juga cukup bagus untuk menciptakan ilusi ruangan. Kamu bisa membuat objek yang ingin ditonjolkan jadi tampak lebih jauh dari sebenarnya, sementara objek-objek dekat kamera malah tampak diperbesar.
Lensa fix atau lensa prime adalah jenis lensa kamera yang semua elemen lensa, mulai dari focal length, zoom, dan aperture-nya, bersifat permanen alias tidak bisa diutak-atik. Dengan lensa ini, kamu hanya bisa memotret dari satu angle. Jadi kalau ingin menghasilkan gambar wide shot dan close up, kamu harus berpindah lokasi. Bukan dengan mengutak-atik zoom di kamera. Namun, meski tidak bisa diubah, lensa kamera fix menghasilkan kualitas gambar yang tajam dalam situasi apa pun. Lensa prima bagus untuk semua jenis foto, khususnya fotografi landscape, portrait, foto-foto pernikahan, dan panorama. Jenis lensa kamera ini juga bagus untuk memotret pada pencahayaan yang minim atau remang-remang tanpa perlu menggunakan ISO tinggi
Jenis lensa kamera selanjutnya adalah lensa standar yang biasanya memiliki ukuran 40-60 mm dan lebar aperture maksimal. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan lensa ini untuk mengambil foto saat pencahayaannya rendah sekalipun. Lensa ini bisa menghasilkan gambar realistis dengan detail rinci layaknya visual dari mata manusia.
Lensa standar dikatakan lensa pekerja karena biasanya digunakan untuk memotret foto portrait model, landscape, dan wedding. Lensa ini juga cocok digunakan untuk pemotretan panorama karena fitur zoom-nya memiliki fokus yang cocok untuk mengambil foto full frame dengan sudut yang lebih lebar.
Lanjut ke jenis lensa kamera berikutnya yaitu lensa wide-angle. Lensa ini memiliki ukuran rata-rata 17-40 mm dan dikenal dengan sudut pandangnya secara lebar dan luas. Lensa wide-angle berguna untuk membuat objek tampak lebih kecil dan juga menangkap objek luas dalam jarak dekat. Lensa ini bisa menghasilkan pandangan yang semakin lebar apabila semakin pendek jarak fokusnya atau focal lengthnya.
Lensa wide-angle cocok digunakan untuk memotret pemandangan, bangunan, atau foto landscape. Oleh karena itu, lensa kamera ini penting untuk dipahami.
contoh hasil dari Lensa sudut lebar (wide angle lens)
Jenis lensa kamera berikutnya adalah lensa telephoto yang memiliki banyak variasi seperti ukuran focal length-nya sepanjang 70 mm hingga 600 mm. Lensa ini memiliki banyak titik fokus dengan panjang yang tetap dan dapat memperbesar atau zoom objek secara mendetail. Lensa telephoto sering digunakan untuk memotret objek dari jarak yang sangat jauh.
Di mana, hal ini menjadikannya banyak dipakai oleh fotografer olahraga dan animal wildlife. Semakin panjang focal-nya, maka jangkauannya semakin jauh, sudutnya akan semakin sempit, dan depth of field-nya semakin tipis.
lensa kamera makro yang dibekali focal length berukuran 50-200 mm. Di mana, lensa ini membuatnya bagus untuk memotret close-up objek super kecil dengan memanfaatkan fitur zoom objek hingga 5 kali lipat dari aslinya. Lensa ini mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan perbandingan skala 1 : 1 dari objek yang difoto. Umumnya, lensa makro digunakan untuk kegiatan fotografi alam yang dominan dengan ciri khas gambar besar namun latar belakangnya tampak menjauh.
Lensa tilt-shift adalah jenis lensa yang bisa kamu gunakan untuk memanipulasi gambar. Lensa kamera ini umumnya bersudut lebar, mulai dari 17mm hingga 35mm. Dengan lensa ini, kamu dapat membuat objek tampak lebih kecil dari ukuran atau dimensi aslinya. Kamu juga bisa memanipulasi bidang fokus dan angle gambarnya. Misalkan menjadi miring, naik, dan turun. Semua ini bisa kamu atur lewat posisi optik agar sesuai dengan sensor kamera. Lensa tilt-shift mampu menghadirkan fokus tajam dengan saturasi dan kontras yang sangat baik. Maka, jenis lensa kamera tilt-shift lebih cocok digunakan untuk memotret arsitektur dan fotografi seni rupa.
Jenis lensa infrared bermain dengan menangkap cahaya, bukan perspektif gambar.Jenis lensa kamera ini akan menyaring semua gelombang cahaya, kecuali gelombang infrared yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia.Hasilnya adalah gambar dengan efek visual yang unik, berkontras tinggi, dan surealis.Pohon dan tanaman akan tampak putih atau hampir putih. Pakaian hitam bisa tampak abu-abu atau putih. Langit biru juga tampak jauh lebih dramatis. Jika memotret manusia, hasilnya juga unik. Kulit akan tampak memiliki tekstur yang sangat halus dan putih jernih seperti susu.Mata bisa tampak seperti hantu, dengan warna iris (lingkaran hitam mata) jadi sangat gelap dan bagian putih mata menjadi keabu-abuan.
Menurut PhotoGuard, lensa zoom adalah salah satu jenis lensa kamera yang paling umum, serbaguna, dan kamu perlukan jika ingin membangun portofolio fotografi yang bagus. Bahkan jika kamu seorang fotografer pemula.Dengan lensa zoom, kamu bisa memotret apa pun, mulai dari lautan manusia di arena konser hingga satwa liar di hutan atau alam terbuka.Lensa zoom yang paling populer adalah lensa 70-200 mm. Jenis lensa kamera ini paling sering digunakan oleh fotografer pernikahan.Ada juga ukuran lensa yang lebih kecil daripada itu, yaitu di rentang 18-270mm. Lensa zoom juga cocok untuk travel photographer mengabadikan panorama secara close up dan dari jarak jauh.
@ma..daarussalam/2023-2024