Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat diartikan bahwa ini adalah jenis kamera lensa tunggal yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder (jendela bidik) adalah lubang kecil dibelakang kamera tempat mengintip objek foto. DSLR adalah kamera digital yang menggunakan sistem cermin otomatis dan pentaprisma atau pentamirror untuk meneruskan cahaya dari lensa menuju ke viewfinder. Kamera ini memiliki tampilan yang besar dan tebal. Body yang besar ini membuat kamera lebih kokoh saat dipegang. Selain itu apabila dipasang dengan lensa berukuran besar, bodi yang besar membuat keseimbangan yang baik dengan berat dan ukuran lensa. Kamera ini memiliki kategori sendiri, mulai dari entry level, semipro, sampai pro. Semakin tinggi levelnya, maka akan semakin canggih pula fitur yang dimilikinya. Jika dibandingkan dengan kameran digital yang lainnya, kamera DSLR memiliki varian lensa yang paling banyak, mulai dari yang bersudut lebar seperti lensa fisheye, hingga lensa zoom yang dapat mencapai lebih dari 500 mm. Kamera jenis ini tidak hanya untuk mengambil foto saja, tapi sudah dapat dijadikan kamera video dengan kualitas gambar High Definition. Ciri-Cirinya: Menggunakan lensa kit 18-55 mm
Lensa yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan; Aksesoris kamera lebih banyak. Kelebihannya: Lebih fleksibel dalam penggunaan; Kualitas gambar lebih memuaskan; Fitur fotografi lebih memadai; Mudah untuk di upgrade; Kinerja sangat mumpuni untuk fotografi. Kekurangannya: Harga relatif lebih mahal.
SLR (Single-Lens Reflex) Adalah jenis kamera menggunakan jajaran lensa tunggal untuk melewatkan cahaya ke viewfinder dan focal plane, sehingga pengguna bisa melihat objek sama persis seperti aslinya. SLR termasuk kamera paling populer di kalangan profesional, karena pemakai bisa bebas mengatur setingan kamera dengan leluasa. Kamera SLR mampu menghasilkan gambar yang sangat tajam dan presisi, serta bisa mengganti lensa sesuai kebutuhan. SLR masih memakai roll film, tak seperti DSLR yang menggunakan memory card dengan kapasitas penyimpanan besar, sehingga pemakainya harus cermat dan berhati-hati saat mengambil foto. Kelemahan jenis ini diantaranya foto yang sudah diambil tidak bisa dihapus juga tidak bisa mengeditnya dengan Photoshop. Jenis ini cocok untuk profesional yang sudah berpengalaman.
Perbedaan SLR (single lens reflex) dan DSLR (Digital Lens Reflex)
Pada dasarnya istilah SLR (single lens reflex) dan DSLR (Digital Lens Reflex) mengacu pada desain kamera yang mengunakan sistem cermin di dalam kamera yang memantulkan sebagian cahaya ke prisma sehingga fotografer dapat melihat komposisi foto dengan mengintip di jendela bidik dengan akurat sesuai apa yang dilihat oleh lensa kamera.
Perbedaan utama DSLR adalah mengunakan sensor gambar digital, sehingga hasil output adalah gambar digital yang disimpan ke memory card, sedangkan jika SLR biasanya mengacu pada kamera yang masih mengunakan film.
Mirrorless Adalah kamera yang tidak memiliki cermin dari jendela bidik optic (viewfinder) seperti kamera DSLR, namun kualitas gambar yang dihasilkan setara karena image sensor yang digunakan sama besar. Adalah kamera yang tidak memiliki cermin atau pentraprisma. Jadi cahaya akan melewati lensa dan langsung ke sensor yang kemudian menampilkan pratinjau gambar di layar LCD atau pada electronic viewfinder (EVF). Kamera mirrorless memiliki body yang lebih kecil dari kamera DSLR. Bentuk body yang compact memberikan keuntungan bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas dengan ukuran kamera yang lebih ringan. Tombol pengaturan pada kamera mirrorless juga lebih sederhana dibandingkan dengan kamera DSLR. Ciri-Cirinya: Ukurannya relatif kecil; Beratnya ringan
Lensa yang dapat diganti-ganti; Hasil bidikan yang dihasilkan tidak jauh beda dengan DSLR. Kelebihannya: Fokus sangat cepat; Lensa bisa diganti-ganti; Kamera lebih cepat mengambil gambar dibanding DSLR; Kualitas gambar yang dihasilkan tidak jauh beda dengan DSLR. Kekurangannya: Gambar dalam jendela bidik dibalik secara horizontal (dari kiri ke kanan) yang mengakibatkan pembingkaian foto yang sulit, terutama bagi pengguna yang belum berpengalaman atau dengan objek yang bergerak.
Point and Shoot Adalah kamera jenis point and shoot otomatis yang menyesuaikan kecepatan rana, aperture, fokus, dan ISO. Kamera ini biasanya memiliki flash internal dan juga sistem yang memungkinkan fotografer memilih sistem pencahayaan yang sesuai dengan kondisi yang berbeda. Perangkat jenis ini sangat cocok untuk pemula dalam bidang fotografi, karena kamera ini serba otomatis. Jenis ini tidak memiliki tombol yang banyak, seperti kamera DSLR atau sejenis kamera lain. Kamera ini biasanya menggunakan fitur touchscreen yang sehingga kamera mudah untuk digunakan.
Kamera Film atau Analog Kamera jenis ini kembali digemari karena hasil foto yang unik dan memberikan kesan vintage. Kamera ini menggunakan roll film untuk memotret gambar, dengan kamera film 135 (35mm, full frame) merupakan yang paling umum digunakan dan memiliki ukuran body yang lebih kecil dibanding kamera film lainnya. Kamera film 135 memiliki beberapa jenis, seperti rangefinder, kamera compact, dan SLR
Medium Format Merupakan kamera yang biasanya menggunakan roll film. Besarnya format film pada kamera ini ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Pada umumnya, format film pada kamera medium format dimulai dari format film 4,5X6, 6X6, 6X7, 6X8, 6X9, atau ada juga panorama kamera dengan format sampai dengan 6X17. Kelebihan dari kamera medium format ini adalah pada kualitas hasil foto yang bisa dicetak dengan ukuran besar, sehingga kebanyakan kamera ini dipakai untuk tujuan komersial atau reproduksi seperti foto untuk pemasangan iklan di poster, baliho, billboard, dan lainnya. Keunggulan dari kamera medium format adalah ketajaman dalam menangkap detail objek yang dibidik. Kamera medium format biasanya digunakan untuk kepentingan komersial dari sebuah produk. Karena, kamera ini mampu menghasilkan gambar yang sangat detail.
camera polaroid adalah istilah populer untuk kamera instan atau kamera langsung jadi. Kata polaroid sendiri sebetulnya berasal dari nama sebuah perusahaan produk optik—Polaroid Corporation, yang didirikan oleh Edwin H. Land pada 1937 silam. Kelebihan utama dari kamera ini tentunya terletak pada hasil fotonya yang bisa langsung jadi.
Jadi, kita tidak perlu lagi pergi ke tempat percetakan foto atau bahkan harus mencetaknya secara terpisah di printer. Namun sayangnya, harga kamera dan kertas foto polaroid terbilang mahal. Pun, kamera polaroid memiliki kinerja yang kurang baik di kondisi low light.
sebenarnya masih ada banyak lagi yang jenis kamera seperti Action Cam/ gopro , camera cvtv dan lain - lain,berhubung kita belajar fotografi camera di atas lah yang sering di gunakan pada masa saat ini.
@ma..daarussalam/2023-2024