Aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat saat ini dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat masa lalu, kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) serta pelaku ekonomi. Aktivitas kegiatan masyarakat yang terjadi di berbagai daerah Indonesia tidak lepas dari aktivitas kehidupan masyarakat masa lalu. Kehidupan masyarakat masa lalu ini membentuk kebiasaan dan kebudayaan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Bagaimana aktivitas kehidupan masyarakat masa lalu dapat memengaruhi aktivitas kegiatan ekonomi saat ini?
Leluhur bangsa Indonesia mempunyai kemampuan yang cerdas untuk menerima budaya baru dari luar. Mereka mempunyai sifat terbuka dan dapat mengolah budaya dari luar. Local genius yang dimiliki oleh leluhur bangsa Indonesia dapat menjadikan budaya asli mereka tidak serta-merta hilang.
Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Hindu-Buddha
Ada beberapa teori masuknya budaya Hindu-Budha ke Indonesia
Teori Brahmana
Agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh Brahmana karena Brahmana adalah kasta yang memahami dengan benar kitab Weda dan bertanggung jawab untuk menyebarkan agama Hindu.
Teori Waisya
Menurut teori ini, penyebaran budaya India dilakukan oleh pedagang India melalui jalur laut. Perdagangan pada masa itu sedang berkembang karena jalur sutera yang menghubungkan India-Tiongkok melalui jalur laut dan melalui wilayah Nusantara.
Teori Ksatria
Agama Hindu masuk ke Indonesia oleh para prajurit India yang ingin menaklukan Nusantara. Mereka melakukan penyebaran agama Hindu melalui penaklukan wilayah atau prajurit yang melarikan diri setelah kalah perang.
Teori Arus Balik
Berdasarkan teori ini, penduduk Nusantara yang ulung dalam berlaut melakukan interaksi di negeri India dan pulang ke Nusantara untuk menyebarkan agama Hindu yang mereka pelajari.
Aktivitas kehidupan masyarakat pada masa Hindu-Buddha dipengaruhi oleh beberapa Kerajaan.
1. Kerajaan Kutai (Kutai Martadipura)
• Kerajaan Hindu tertua di Indonesia (abad ke-4) Kerajaan ini terletak di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
• Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya tujuh buah yupa.
• Pusat pemerintahan Kerajaan Kutai diperkirakan terdapat di hulu Sungai Mahakam.
• Raja pertama: Kudungga
• Puncak kejayaan: Mulawarman
• Kehidupan bertani di sawah atau ladang, berternak dan berdagang.
2. Kerajaan Tarumanegara
• Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan yang bercorak Hindu sekitar abad ke-5 di lembah Sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat.
• Bukti: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, dan Prasasti Pasir Awi.
• Wilayah kekuasaan Tarumanegara: Banten, Jakarta, Bogor, Cirebon.
• Raja terkenal: Purnawarman
• Kehidupan bertani dengan cara sistem irigasi karena ditemukan prasasti Tugu tentang penggalian Sungai Gomati sepanjang 12 km dalam waktu 12 hari.
3. Kerajaan Sriwijaya
• Kerajaan bahari (maritim) bercorak Buddha yang pernah berdiri di Pulau Sumatra dan berdiri pada abad ke-7M.
• Raja mencapai masa keemasan: Raja Balaputradewa
• Sumber dan bukti tertulis: Prasasti Kedukan Bukit
• Pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya pertama berada di Muara Takus, Riau kemudian dipindahkan ke Sungai Musi.
• Dalam hal ekonomi, Kerajaan Sriwijaya bertumpu pada perdagangan internasional dan pertanian.
4. Kerajaan Mataram Kuno
• Mataram kuno berkembang abad ke-8, di pedalaman Jawa Tengah yang pusatnya di Prambanan, Klaten.
• Sumber tertulis kerajaan ini antara lain Prasasti Canggal dan Prasasti Kalasan.
• Raja pertama: Raja Sanna
• Hidup dari bertani, beternak, dan membuat kerajinan rumah tangga
5. Kerajaan Singasari
• Singasari kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur yang didirikan pada tahun 1222.
• Raja pertama: Ken Arok
• Puncak kejayaan: Raja Kertanegara.
• Perekonomian: pertanian, kerajinan tangan perdagangan internasional, buruh dan nelayan.
6. Kerajaan Majapahit
• Kerajaan Majapahit bercorak Hindu yang pusat kerajaannya diperkirakan di daerah Trowulan, Jawa Timur.
• Pendiri kerajaan: Raden Wijaya
• Masa kejayaan: Hayam Wuruk yang dibantu oleh Patih Gajah Mada.
• Terjadi perang paregreg.
• Prasasti: Kudadu, Balawi, Sukamerta, dan Waringin Pitu.
• Kitab Pararaton dan Negarakertagama.
• Kegiatan ekonomi Kerajaan Majapahit didominasi oleh aktivitas pertanian, perdagangan, pelayaran, dan kerajinan.
Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Islam
Islam yang telah masuk kemudian berkembang dengan pesat. Islam diterima oleh masyarakat Indonesia karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah Islam datang dengan damai, Islam tidak membeda[1]bedakan stratifikasi manusia berdasarkan kelas, metode ibadah umat Islam mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya. Islam juga didukung oleh beragam metode yang digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Berbagai media dakwah untuk penyebaran Islam adalah sebagai berikut.
1. Perdagangan
2. Pernikahan
3. Pendidikan
4. Seni Budaya
5. Dakwah
6. Tasawuf
Ada beberapa teori masuknya budaya Islam ke Indonesia yakni:
1. Terori Gujarat
2. Teori Makkah
3. Teori Persia
Aktivitas kehidupan masyarakat pada masa Islam dipengaruhi oleh beberapa Kerajaan:
1. Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Islam pertama di Indonesia: abad ke-13M di Aceh.
Masa Kejayaan: Sultan Malik Al-Saleh
Perekonomian: berdagang dan bertani dengan uang sbg alat tukar
Komoditi: lada, kapur barus, dan emas
2. Kerajaan Aceh
Berdiri pada awal abad ke-16 dgn pusat di Kotaraja, Banda Aceh
Sultan pertama: Sultan Ibrahim
Masa kejayaan: Sultan Iskandar Muda
Perekonomian: perdagangan dan bertani lada
Memiliki pelabuhan transit ekspor dan impor
3. Kerajaan Demak
Kerajaan Islam pertama di Jawa: akhir abad ke-15 dengan pendiri Raden Patah
Perekonomian: bertani sebagai penghasil beras dan pelabuhan transit
Pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan Nusantara bagian timur dengan bantuan wali songo
4. Kerajaan Mataram Islam
Berdiri sekitar tahun 1586 dengan pusatnya di Kota Gede, Yogyakarta
Raja pertama: Sutawijaya
Puncak kejayaan: Sultan Agung
Perekonomian: bertani, nelayan dan pedagang
Pada 1755 Mataram terbagi dua yakni: Kesultanan Yogyakarta dan Kesuhunan Surakarta
Manusia selalu melakukan kegiatan demi memenuhi kebutuhannya. kegiatan tersebut akan selalu dilakukan karena setiap hari manusia dihadapkan pada situasi kebutuhan yang hampir tidak terbatas sedangkan ada keterbatasan pada alat pemuas kebutuhan. Dengan demikian, manusia akan melakukan kegiatan ekonomi setiap hari tercukupinya segala kebutuhan.
Kegiatan manusia yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhannya dibagi menjadi tiga yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.
1. Produksi
• Kegiatan ekonomi untuk menghasilkan dan menambah nilai guna atau manfaat barang dan jasa.
• Produksi menghasilkan beragam nilai guna: Nilai guna bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikan barang.
• Adapun faktor produksi: SDA, Tenaga kerja, Modal, dan Kewirausahaan.
2. Distribusi
• Kegiatan yang dilakukan oleh orang atau lembaga untuk menyampaikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen.
• Dalam kegiatannya, distribusi memiliki beberapa cakupan diantaranya: Pembelian, Pemilahan dan pengelompokan barang, Pembungkusan dan pengepakan, Penggudangan serta Pengangkatan dan pengangkutan.
• Badan distribusi yang terlibat: Agen, Makelar, Komisioner, Importir, Eksportir, Grosir, Eceran.
• Sistem distribusi: langsung, semi langsung dan tidak langsung.
3. Konsumsi
• Kegiatan yang dilakukan oleh orang atau badan untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa.
• Faktor ekonomi: Tingkat pendapatan, Tingkat harga barang dan jasa serta Ketersediaan barang dan jasa.
• Faktor non ekonomi: jumlah tanggungan keluarga, Tingkat pendidikan, Tempat tinggal serta Lingkungan sosial, budaya, agama, dan adat istiadat.
Pelaku ekonomi merupakan individu atau kelompok yang melakukan kegiatan ekonomi baik konsumsi, produksi maupun distribusi. Lalu siapa saja yang berperan sebagai pelaku ekonomi? Apa peran mereka dalam perekonomian suatu negara?
a. Rumah Tangga Konsumen
Rumah tangga konsumen merupakan pelaku kegiatan ekonomi yang paling banyak. Rumah tangga konsumen adalah sekelompok masyarakat baik individu maupun kelompok yang melaksanakan konsumsi atas hasil produksi baik barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Rumah tangga konsumen berperan sebagai konsumen dengan mengkonsumsi barang-barang produksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus sebagai penyedia faktor produksi dengan menyewakan tanah untuk kegiatan produksi, investasi ke perusahaan untuk mendapatkan bunga/ deviden atau laba.
b. Rumah Tangga Produsen
Rumah tangga produsen merupakan pelaku kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan kepemilikan, rumah tangga produsen terdiri dari rumah tangga produsen milik negara dan rumah tangga produsen milik swasta.
c. Rumah Tangga Pemerintahan
Pemerintah berperan sebagai konsumen serta produsen dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah melakukan kegiatan konsumsi dalam rangka membelanjakan pendapatan negara berupa belanja rutin dan belanja pembangunan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah melakukan kegiatan produksi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
d. Masyarakat Luar Negeri
Setiap negara bekerja sama dengan negara lain melalui kegiatan ekspor dan impor untuk memenuhi kebutuhannya. Ketergantungan inilah yang mengharuskan antarnegara untuk menjaga hubungan baiknya. Masyarakat luar negeri juga berperan dalam menyediakan tenaga kerja ahli serta menjadi investor untuk pembangunan dalam negeri. Pemerintah berusaha keras untuk menarik investasi dari luar negeri karena investasi dari masyarakat luar negeri menjadi salah satu sumber dana dalam pembangunan nasional.