Risk Assessment
Risk Assessment
Penilaian Risiko (Risk Assessment) adalah prosedur untuk menilai risiko akibat bahaya dari pekerjaan yang dikontrak dan menentukan kategori resikonya
Kategori risiko terdiri dari Rendah/Low (L), Sedang/Medium (M) atau Tinggi/High (H)
Kategori risiko selanjutnya menentukan kebutuhan atau fase CSMS berikutnya
Pemilik proyek (Owner) menetapkan level resiko dari proyek yang akan ditenderkan dan dinyatakan dalam dokumen tender yang disesuaikan dengan tahapan tender.
Nilai kriteria risiko kontrak dapat dilihat melalui tabel berikut.
Nilai risiko kontrak juga berpengaruh pada batas kelulusan saat Pre Qualification.
Berikut merupakan peraturan yang membahas nilai risiko kontrak yang berkaitan dengan standar batas kelulusan pekerjaan.
Judul Kontrak : Chemical Management Services
Durasi Kontrak : 4 Tahun
Tinjauan Lingkup Pekerjaan:
Kontraktor harus mengadakan Chemical Management Services (CMS) untuk memasok bahan kimia, management services dan kegiatan pendukung lainnya.
Tujuan dari layanan yang diminta adalah kemitraan dengan memenuhi syarat dan kompetensi untuk menyediakan produk, aplikasi bahan kimia, pasokan bahan, manajemen logistik, pemeliharaan dan perbaikan pompa injeksi kimia rutin (termasuk suku cadang), menyediakan dan mendukung pembersihan bahan kimia, lapisan anti korosi, jaminan inventaris lapangan, peningkatan strategi aplikasi, pelaporan, evaluasi peningkatan berkelanjutan yang konsisten sesuai dengan tujuan perusahaan dan KPI yang disepakati, pengujian laboratorium dan lapangan berkelanjutan untuk memastikan penggunaan bahan kimia terbaik di kelasnya, dan transfer teknologi/tahu bagaimana mengarah pada integritas fasilitas total dan pengurangan Total Biaya Operasi.
Pengguna akhir Kontrak / Pemegang Kontrak:
Harap buat Penilaian Risiko untuk pekerjaan tersebut.
Berdasarkan Penilaian Risiko ini tentukan Kategori Risiko Pekerjaan.
HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control)
Hazard Identification
Proses untuk mengidentifikasi suatu bahaya dan menentukan karakteristiknya.
Risk Assessment
Dapat dilakukan menggunakan metode pengamatan, survey, data historis, analisis teoritis, informasi dari pekerja serta pendapat dan informasi ahli.
Dalam mengidentifikasi risiko, kita dapat melihat sumber risiko, konsekuensi, penyebab dan kejadian yang menimbulkan risiko tersebut.
Contoh matriks assessment
3. Determining Control
Pengendalian risiko ini dilakukan dengan mengurangi kemungkinan (reduce likelihood) dan mengurangi tingkat keparahan (reduce sequence). Pengendalian juga dapat dilakukan dengan mengalihkan risiko seluruhnya atau sebagian (risk transfer) atau menghindar dari risiko (risk avoid). Pengendalian risiko dilakukan berdasarkan hirarki kontrol, yaitu eliminasi, substitusi, engineering control, administrative control, dan APD.