TDS
TDS
Tujuan
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat melakukan pemeriksan awal ( pre start check ) pada kendaraan / alat sebelum digunakan, dengan tujuan untuk mengetahui apakah kendaraan / alat dalam kondisi layak pakai atau tidak.
Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk melakukan pemeriksaan awal / pre start check pada pada kendaraan / alat sebelum dioperasikan.
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Driver / Operator, Supv.
·
Step 1 persiapan
Parkirkan kendaraan / alat pada tempat yang aman ( permukaan datar, keras, tidak mengganggu aktifitas orang lain serta interaksi dengan lalu- lintas kendaraan ).
Driver / Opt.
· Pasang ganjal roda dan demarkasi / safety cone ( jika diperlukan ).
Driver / Opt.
Step 2 Pemeriksaan di Sekeliling Kendaran / Alat
· Lakukanlah pemeriksaan di sekeliling kendaran / alat secara visual dan pastikan komponen – komponen penting pengoperasian, misalnya kondisi ban / track, chasis, lampu – lampu dan bagian luar yang lain, secara fisik tidak mengalami kerusakan.
Driver / Opt.
· Pastikan tie rod ( pada kendaraan ) tidak kocak, bengkok atau patah, karena tie rod yang rusak atau patah akan menyebabkan steer tidak dapat dikendalikan secara akurat. Untuk melakukan pengecheckan tie rod harus dilakukan dua orang ( satu orang menggoyang-goyang steer dan orang yang satunya berada di bawah / check tie rod ). Apabila terjadi kerusakan pada tie rod, maka segera buat laporan kerusakan dan laporkan kepada atasan agar segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang ada.
Driver / Opt. & Supv.
· Periksa kondisi dan tekanan ban kendaraan sebelum mengoperasikannya.
Driver / Opt.
· Untuk Excavator, maka periksalah kondisi track, bucket, boom, dll. Pstikan semua dalam kondisi baik.
Operator
· Untuk Dozer, periksalah kondisi track, blade, dan kelengkapan lainya sesuai dengan form pre start check yang ada.
Operator
Lakukan pemeriksaan di atas kendaraan / alat yang meliputi antara lain;
· Kondisi battery.
Battery menghasilkan gas hidrogen yang mudah terbakar dan dapat meledak, sehingga;
. Jangan menyebabkan spark atau percikan api pada peralatan.
. Jangan sambil merokok atau menyalakan korek api. Karena electrolyte beracun dan bersifat merusak, maka;
. Hindari kontak dengan mata dan kulit.
. Gunakan kacamata safety warna terang saat memeriksa battery.
Periksa adanya karatan atau sambungan terminal yang longgar, retak atau hilangnya clamp atau penjepit.
Periksa level cairan, periksa ke-enam sel, jangan hanya satu atau dua, jika level berada di bawah level line yang lebih rendah, maka tambahkan air suling.
Driver / Opt.
· Kondisi oli ( oli mesin, oli hidrolik ).
Pastikan ketinggian oli berada di antara garis Low dan Full.
Untuk memeriksa oli mesin, bukalah tutup tangki oli dan periksa stick oli. Periksa juga apakah ada tetesan kebocoran pada oli kemudi, atau pada bagian hidrolik.
Driver / Opt.
Kondisi minyak.
Level minyak rem harus berada di antara garis max dan min. Bila level minyak rem berada di bawah garis min, maka bukalah tutup tangkinya dan tambahkan minyak rem yang jenis dan merk-nya sama sampai pada garis yang sesuai.
Driver / Opt.
· Air radiator ( jangan buka tutup radiator pada saat mesin dalam keadaan panas )
Driver / Opt.
· Kondisi V belt.
Terapkan penekanan ibu jari kira-kira 10 kg pada belt, defleksi tidak boleh lebih dari 10 mm.
Setelah memeriksa kompartemen mesin, tutuplah kap dan pastikan telah tertutup / terkunci dengan benar.
Driver / Opt.
Step 4 Pemeriksaan di Kabin
Komponen-komponen yang harus diperiksa pada waktu melakukan pemeriksaan di dalam kabin antara lain;
a. Sabuk pengaman.
b. Lampu - lampu indikator.
c. Steering ( untuk kendaran )
d. Rem.
e. PTO ( untuk DT, Fuel Truck )
f. Handle / tuas-tuas pengoperasian alat.
a. Sabuk pengaman.
Periksa sabuk pengaman baik pada bagian sabuk maupun pada bagian
buckle-nya.
Caranya sebagai berikut;
. Pasang sabuk pengaman pada buckle-nya dan sentakanlah dengan kuat, apabila sabuk bergeser atau bahkan terlepas dari buckle-nya berarti sabuk pengaman tersebut tidak berfungsi dengan baik. Jangan gunakan sabuk pengaman itu. Segera pasang Label Peralatan Rusak dan laporkan kepada atasan agar ditindaklanjuti.
. Bila sabuk pengaman yang dikenakan merupakan sabuk pengaman jenis statis, maka aturlah agar buckle dan pengaitnya tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Sesuaikan keketatan sabuk pengaman dengan ukuran tubuh Anda.
. Sesuaikan jumlah penumpang dengan jumlah sabuk pengaman yang tersedia di kendaraan atau alat. Bila jumlah penumpang lebih besar dari jumlah sabuk pengaman yang tersedia, maka penumpang yang tidak mendapatkan sabuk pengaman harus turun dari kendaraan.
Driver / Opt.
b. Lampu Indikator
Periksalah semua lampu indicator yang ada pada EMS ( Electric Monitoring System ) Jika indikator tekanan oli mesin pada panel EMS masih bersinar selama sepuluh detik setelah mesin dihidupkan, segera matikan mesin. Jangan hidupkan mesin / mengoperasikan alat / kendaraan sebelum permasalahan yang ada diatasi.
Driver / Opt.
c. Steering ( untuk kendaraan )
Lakukan pengecekan kemudi dengan cara; hidupkan mesin dan putar roda kemudi ke kiri dan ke kanan, bila roda bergerak sesuai gerakan kemudi, berarti kemudi dalam keadaan baik. Sebaliknya, bila roda kendaraan tidak bergerak, maka jangan operasikan kendaraan. Segera laporkan kerusakan kepada atasan untuk ditindaklanjuti.
Periksa free play roda kemudi dengan cara menggerak – gerakkan kemudi ke kanan dan kiri kemudian ukur pergerakan bebasnya. Semestinya pergerakannya adalah antara 3 hingga 5 mm atau sekitar 20 derajat.
Keakuratan free play ini penting untuk memastikan sistem pengemudian tidak akan bekerja sebelum roda kemudi digerakkan, terutama untuk kendaraan yang dilengkapi dengan power steering.
Driver / Opt.
d. Rem
Pengetesan rem service dapat dilakukan sebagai berikut;
. Jalankan kendaraan pada kecepatan 35 km per jam, injak pedal rem secara perlahan dan kuat, kendaraan harus berhenti pada posisi lurus. Setelah berhenti, lepaskan pedal rem, maka kendaraan harus bergerak dengan sendirinya. Bila kendaraan tidak bergerak berarti ada kelainan pada sistem rem.
. Periksa rem parkir yaitu dengan cara menghentikan kendaraan di tanjakan dan tarik handle rem parkir. Lepas rem service kendaraan, maka kendaraan harus berhenti. Bila kendaraan bergerak mundur maka berarti rem parkir tidak berfungsi dengan baik. Batas max. 7 klik, apabila lebih dari 7 klik, maka segera lakukan adjust rem parkir.
. Periksa pula free play pedal rem, pada umumnya sekitar 3 sampai dengan 8 mm. Dengan demikian apabila pedal belum diinjak, di dalam sistem rem belum terjadi pengereman. Selain memastikan free play pedal rem, pastikan juga pedal rem tidak terganjal oleh benda lain misalnya botol minuman atau tas kerja.
Pastikan pedal rem dalam keadaan baik. Kondisi pedal terutama karet tidak boleh robek atau aus berlebihan karena karet tersebut berfungsi untuk mencegah pedal licin supaya saat diinjak tidak meleset.
Driver / Opt.
e. PTO ( untuk DT, Fuel Truck )
Pastikan PTO bisa berfungsi dengan baik, dan tidak ada kebocoran.
Driver / Opt.
f. Handle / tuas-tuas pengoperasian alat.
Periksa kondisi handle / tuas-tuas pengoperasian pada alat, dan pastikan semuanya bisa berfungsi dengan baik dan aman.
Pemeriksaan tambahan:
* Ban serep
* Kotak peralatan
* Fire extinguisher / Tabung pemadam api ringan
* Surat-surat yang valid atau masih berlaku ( untuk kendaraan )
* lampu rotary, buggy whip
* Switch dan box isolasi
* Handrail, dll
Gunakan daftar periksa / check list yang tersedia untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan jenis kendaraan atau alat yang akan dioperasikan.
Catat dan laporkan dengan jelas semua kerusakan pada kendaraan / alat yang Anda temukan selama melakukan pemeriksaan. Bila ditemukan kerusakan pada sistem kemudi, sistem rem atau sabuk pengaman, jangan operasikan kendaraan / alat tersebut. Segeralah laporkannya kepada atasan agar ditindaklanjuti.
Driver / Opt.