PM Check
Tujuan
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan petunjuk tentang urutan langkah aman yang harus dilakukan pada saat melakukan PM Check serta untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang bisa berakibat terhadap karyawan, kerusakan property dan terhambatnya produktifitas.
Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk pekerjaan PM Check.
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Mekanik / Helper & Operator.
Pra syarat :
Telah mengikuti training PLH
Memiliki dan memasang personal lock dan personal danger tag pada terminal isolasi. Kondisi fit untuk bekerja.
Personal Protective Equipment ( PPE )
Sepatu safety, helm, kaca mata, sarung tangan.
Step 1 Persiapan
. Parkirkan kendaraan / alat pada tempat yang rata, datar dan aman.
Operator
. Matikan mesin kendaraan yang akan dicheck dan tarik rem tangan secara penuh ( untuk kendaraan atau alat yang dilengkapi dengan roda / ban )
Operator
. Pasang choke / ganjal roda.
Helper
. Turunkan blade ( dozer ) atau bucket ( excavator ) ke tanah
Operator
. Putar switch pada terminal isolasi ke posisi off.
Helper
. Pasang personal danger tag dan personal lock pada terminal isolasi ( ikuti prosedur Isolasi & lockout SOP-AM 08 ).
Helper / Mekanik
. Lakukan test potensi energy nol dan pastikan semua sumber energy berbahaya telah terisolasi dengan benar.
Helper / Mekanik
. Sebelum memulai PM Check, pastikan mesin dalam kondisi dingin / tidak terlalu panas.
Helper / Mekanik
Lakukan pengecekan kebocoran oli.
di bagian bawah kendaraan, apakah ada Mekanik
Step 2 Melakukan PM Check
2.1 Periksa Kondisi Oli
- Periksa level oli mesin, apabila level oli berada di bawah garis min, maka tambahkan oli mesin melalui lubang pengisian oli dengan jenis oli yang sama.
Mekanik / Helper
- Periksa level oli setelah 10 menit penambahan, hal ini untuk memastikan bahwa oli telah merata
Helper / Mekanik
2.2 Periksa Kondisi Air Radiator
- Periksa level air radiator, apabila air radiator berada pada posisi low maka tambahkan air radiator melalui lubang pengisian sampai batas yang ditentukan.
Helper / Mekanik
- Jangan membuka tutup radiator mesin dalam keadaan panas karena uap / air panas dari radiator bisa menyembur keluar dari lubang dan dapat mengakibatkan luka bakar.
Helper / Mekanik
- Tutupi dengan beberapa lembar kain saat membuka tutup radiator dan kendorkan secara pelan, jika dorongan terlalu kuat segera kencangkan tutupnya dan tunggu sampai temperatur air pendingin turun.
Helper / Mekanik
- Isikan air radiator melalui lubang yang terdapat pada radiator dan isi pula pada tangki cadangan sampai pada garis batas max.
Helper / Mekanik
- Tutup kembali radiator searah jarum jam sampai 2 tahap.
Helper
2.3 Periksa Kondisi Air Accu
- Bersihkan tutup battry dari kotoran, karat dan grease / minyak.
Helper
- Buka tutup batry dan pastikan, level elektrolit ( air accu ) tidak berada pada posisi di bawah garis lower, jika berada di bawah garis lower, maka isilah dengan menggunakan air tambah atau air destilasi. Jangan membiarkan level air batry / elektrolitnya berada di bawah garis LOWER, karena hal tersebut bisa menyebabkan over heating atau baterai meledak.
Helper / Mekanik
- Tutup kembali penutup batry dengan rapat.
Helper
- Jika tidak terdapat garis level pada batry ( upper dan lower ) maka aturlah level air accu +/- 10 mm dari pole plate.
Helper / Mekanik
2.4 Greasing
Kekurangan grease dapat mengakibatkan play besar, suara tidak normal dan keausan dini pada setiap part / komponen kendaraan / alat.
- Buanglah lumpur atau kotoran dari nipel grease, bleeder dan tempat grease sebelum anda melakukan greasing.
Helper
- Bersihankan sisa - sisa / ceceran grease yang terjatuh ke tanah dan masukan ke dalam tempat penampungan khusus .
Helper
- Lakukan greasing pada alat / kendaraan mengikuti odometer atau interval waktunya ( mana yang lebih dahulu tercapai ).
Helper
Berikut ini bagian-bagian yang harus digrease ;
2.4.a Setiap 1000 km
- Spring depan dan belakang kiri dan kanan
Helper
- Accel control link pada mesin model P11C
Helper
2.4.b Setiap 5000 km ;
- Cap lock link
Helper
- Steering shaft spline
Helper
- Release shaft kiri dan kanan
Helper
2.4.c Setiap 5000 km / setiap bulan ;
- Tunnion shaft bushing
Helper
- Propeller shaft
Helper
2.4.d Setiap 30.000 km ;
- Drag link ball joint
Helper
- King pins ( upper & lower )
Helper
- Tie rod ball joint
Helper
Step 3 Pekerjaan Selesai
. Bila semua pekerjaan PM Check telah selesai dilakukan, maka putar switch pada terminal isolasi ke posisi on
Helper
. Lepaskan personal danger tag dan personal lock dari terminal isolasi.
Helper / Mekanik
. Lepas whell choke, start engine dan pastikan semuanya bisa berfungsi dengan baik dan normal.
Helper
. Bersihkan tumpahan grease, dll dari lokasi kerja.
Helper