Pengoperasian Water truck

Tujuan

Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah aman yang harus dilakukan sebelum dan / atau pada saat mengoperasikan Water Truck untuk melakukan penyiraman jalan / debu di area tambang, agar terhindar dari kecelakaan kerja yang bisa berakibat terhadap karyawan, kerusakan property dan terhambatnya produktifitas.

Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk mengoperasikan Water Truck di wilayah project AM.

Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Driver, helper. 

Pra syarat : Memiliki SIM BII Umum & kimper yang sesuai ( Kimper Water Truck ). Memahami dengan prosedur yang ada Kondisi fit untuk bekerja. 

Personal Protective Equipment ( PPE )

Sepatu safety / sepatu kabin, kaca mata safety ( warna hitam, untuk mengurangi paparan sinar matahari / silau )

Step 1 Persiapan

·          Lakukan Pre start check / P2H sebelum kendaraan dioperasikan dengan menggunakan checklist yang telah tersedia dan pastikan semua dalam kondisi baik / aman untuk dioperasikan

Driver

·          Jika pada waktu P2H / pemeriksaan, terdapat kerusakan pada system kemudi, rem, dan / atau seat belt, maka kendaraan Dilarang dioperasikan, pasang Label Peralatan Rusak dan segera laporkan kepada atasan untuk ditindaklanjuti.

Driver

·          Pastikan tidak ada benda jatuh yang bisa mengganjal pedal coupling, gas atau rem ( dilarang menempatkan botol minuman atau benda lainya di bawah kaki / tempat duduk pengemudi)

Driver

·          Atur tempat duduk sedemikian rupa untuk mendapatkan posisi yang nyaman untuk mengemudi.

Driver

·          Atur kaca spion sedemikian rupa sehingga mendapatkan jarak pandang yang sesuai.

Driver

Step 2 Nyalakan Mesin

·          Sebelum mesin dinyalakan, pastikan semua aksesoris kendaraan ( AC, Tape, dll ) dalam kondisi mati, serta pastikan gigi transmisi dalam posisi netral.

Driver

·          Tunggu hingga lampu indicator ( fuel, dll ) padam / mati, lalu tekan dan tahan kunci kontak ke posisi On hingga mesin menyala.

Driver

·          Panaskan mesin selama kurang lebih 10 menit sebelum kendaraan dijalankan ( pada waktu pagi hari ketika kendaraan dalam kondisi dingin )

Driver

·          Perhatikan lampu - lampu indicator, jika ada yang menyala, segera tuliskan pada lembar pre start check dan laporkan pada atasan untuk ditindaklanjuti.

Driver

Step 3 Jalankan Kendaraan

 

·          Pastikan area sekeliling kendaraan atau bagian bawah kendaraan dalam keadaan aman ( tidak ada manusia atau penghalang lainya ) sebelum kendaraan dijalankan.

Driver

·          Selalu mulailah dengan gigi 1 / LOW pada saat akan akan menjalankan kendaraan.

Driver

·          Jalankan kendaraan sesuai dengan batas kecepatan yang ada atau di bawah batas kecepatan, serta patuhi rambu-rambu jalan yang ada ( jika kondisi jalan rusak atau sedang ada perbaikan, maka jalankan kendaraan di bawah batas kecepatan yang ada ).

Driver

·          Perhatikan selalu kaca spion dan sekeliling saat mengemudi.

Driver

·          Dilarang memutar kunci start pada posisi “Off” atau “Acc” pada saat kendaraan sedang berjalan.

Driver

·          Kurangi kecepatan saat memasuki tikungan dan jangan melakukan pengereman secara mendadak. Pengereman secara mendadak dan berbelok secara tiba - tiba bisa menyebabkan kecelakaan.

Driver

·          Jangan pernah menetralkan gigi pada saat Water Truck dalam posisi berjalan atau meluncur di turunan.

Driver

·          Jika kondisi jalan menurun curam, maka gunakan Engine Brake dan Auxiliary Brake.

Driver

·          Jaga jarak aman saat beriringan ( pertahankan jarak 30 m untuk setiap kecepatan 30 km / jam )

Driver

·          Dilarang memasuki area yang terpasang sign “TERTUTUP“ kecuali dipandu oleh Shift Supervisor berwenang yang sedang bertugas.

Driver

·          Jika akan masuk / keluar dari area yang terpasang sign ‘’TERBATAS’’ maka harus ijin kepada Supt. atau Supv. Shift Production yang berwenang dengan cara menggunakan radio komunikasi.

Driver

·          Nyalakan lampu reting / sein ( jarak 15 - 20 m sebelumnya ) ketika akan belok atau berhenti untuk parkir di tepi jalan.

Driver 

Step 4 Mendahului

·          Dilarang mendahului kendaraan lain dalam jarak kurang dari 100 m menjelang persimpangan.

Driver

·          Pastikan lalu - lintas dari arah depan dan belakang aman saat akan mendahului serta pandangan ke depan tidak terhalang ( saat berada di daerah tikungan dan menjelang tanjakan ).

Driver

·          Beri tanda untuk mendahului dengan menyalakan lampu reting ke kanan.

Driver

·          Jangan mendahului bila di daerah tersebut terdapat Sign dilarang mendahului.

Driver

·          Dilarang mendahului Haul Truck sebelum mendapat ijin / tanda dari operator haul truck ( dengan dinyalakanya lampu berwarna hijau ).

Driver

Step 5 Memutar

·          Dilarang memutar pada jarak 100 m dari persimpangan , tikungan, tanjakan dan turunan, kecuali terdapat tanda boleh memutar.

Driver

·          Nyalakan lampu sein ke kanan dan pastikan kondisi lalu lintas dari arah depan dan belakang aman sebelum memutar.

Driver

Step 6 Pengisian Air di Water Fill

-       Pada waktu memasuki lokasi pengisian, ikuti aba-aba pemandu

Driver

-       Posisikan lubang pengisian tangki tepat dibawah pipa water fill.

Driver

- Matikan mesin kendaraan, tarik rem parkir secara penuh, ganjal roda, putar switch isolasi ke posisi Off dan pasang Personal Tag pada box isolasi.

Driver & Helper 

-       Isi tangki air sampai batas pengisiannya, pengisian tidak boleh berlebihan.

-       Dilarang berada dibawah pipa water fill selama pengisian berlangsung

Driver & Helper

-       Jika sudah penuh, tutup pipa pengisian, periksa kondisi tangki air dan unit secara keseluruhan.

Helper

-       Lepas Personal Tag, putar swith ke posisi On, lepas ganjal roda.

Helper

-       Hati-hati waktu naik / turun unit karena cenderung basah dan licin.

Driver

Gunakan tangga dan pegangan tangga. Tubuh harus menghadap

Helper

unit dan teknik kontak tiga titik harus dilakukan.

-       jalankan Water Truck meninggalkan lokasi water fill dengan selalu mematuhi rambu – rambu yang ada.

Driver

Step 7 Penyiraman

·          Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan Operator / Driver mengetahui lokasi dan pekerjaan yang harus dilakukan. Diskusikan dengan pengawas

Driver

·          Gunakan gigi dan putaran engine yang sesuai dengan kondisi jalan, menanjak, menurun, dan kondisi jalan licin

Driver

·          Kurangi kecepatan saat melintasi jalur bekas penyiraman

Driver

·          Jangan berjalan di atas bongkahan batu, tunggul pohon   atau semacamnya, sehingga sebelah roda terangkat dan menjadi tidak stabil

Driver

·          Lakukan penyiraman dengan memulai dari kiri jalan dengan menempati separuh jalan dan tidak dibenarkan melakukan penyiraman dari tengah jalan.

Driver

·          Hindari melakukan penyiraman di jalan turunan atau tanjakan maupun belokan kecuali dengan penyiraman putus – putus ( menyiram dan menyemprot agar jalan tidak semuanya basah sehingga tidak menimbulkan jalan licin )

Driver

·          Water truck dilarang berhenti di badan jalan dengan kondisi air masih mengalir dari valve spray karena hal ini akan membuat jalan menjadi licin

Driver

Step 8 Mematikan mesin ( Parkir )

·          Parkirkan kendaraan pada tempat yang aman dan datar.

Driver

·          Pengemudi harus matikan mesin, mengaktifkan rem parkir, dan memasukan gigi transmisi 1 atau R ( manual ) atau P ( otomatis ) Pengecualian ; dalam kondisi khusus kendaraan boleh diparkir dengan mesin hidup tetapi pengemudi harus memasang ganjal di depan dan belakang salah satu roda dan mengaktifkan rem parkir.

Driver

·          Dilarang parkir dalam jarak 30 m dari persimpangan atau berseberangan dengan kendaraan yang parkir pada sisi jalan lain.

Driver

·          Bila harus parkir di area yang tidak terdapat tempat parkir khusus, maka pastikan kendaraan diparkirkan pada tempat yang aman dan tidak menghalangi lalu lintas ( misal di dekat lighting tower / saat malam hari )

Driver

·          Jangan memarkir kendaraan di area blind spot ( area dengan jarak pandang terbatas, terhalang / tidak terlihat ) seperti tikungan, tanjakan atau turunan.

Driver

Step 9 Keadaan Darurat

9.a Ban Bocor atau meledak pada kecepatan Tinggi

Jangan panik, nyalakan lampu besar & lampu hazard, pegang roda kemudi dengan kuat, pertahankan steer pada posisi lurus, segera kurangi kecepatan / turunkan persneling ke gigi rendah, bantu dengan menginjak rem kaki secara perlahan, arahkan kendaraan ke tepi dan hentikan pada tempat yang aman.

Driver 

9.b   Sistem Rem / Service Brake Rusak dengan tiba-tiba ( Blong )

1 Pada situasi yang sangat mendesak ;

-           Jangan panik, segera tarik rem tangan, arahkan kemudi / kendaraan ke arah yang aman atau ke arah yang resikonya paling kecil / kemungkinan jatuhnya korban manusia atau kerusakan kendaraan ( misal, ke arah tanggul ).

2 Pada situasi yang tidak mendesak ;

-           Jangan panik, nyalakan lampu besar & lampu hazard.

-           Lepaskan injakan kaki dari pedal gas.

-           Kurangi kecepatan kendaraan, tarik rem tangan secara perlahan, turunkan gigi persneling secara bertahap sesuai dengan kecepatan mesin sampai gigi terendah.

-           Arahkan kemudi / kendaraan ke tepi ( tempat yang aman ) sehingga kendaraan berhenti.

-           Hubungi Supervisor Maintence

Driver

9.c Mesin Mati di Tanjakan Dengan Beban Berat.

. Jangan panik, injak rem kaki / service brake secara penuh, tarik rem tangan.

. Apabila gigi perseneling masih dalam posisi selain gigi 1 ( satu ), maka segera injak kopling masukan ke gigi satu dan lepas kembali kopling.

. Jika kendaraan sudah berhenti, segera mintalah helper untuk memasang ganjal pada roda belakang kendaraan.

Driver

9.d Kebakaran pada Ruang Mesin

. Jangan panik, segera hentikan kendaraan di tempat yang aman, keluar dari kabin dan tetap perhatikan keadaan sekeliling.

. Ambil APAR / Fire Extinguiser, tarik pin pada APAR, arahkan hose ke sumber api, tekan handle lalu semprotkan / sapukan ke sumber api sehingga api padam (lakukan hal tersebut jika aman untuk dilakukan)

. Jika kebakaran tidak bisa dikendalikan, segera hubungi :

Emergency Service ( Tlp. 0549-52-3000 ) atau radio trunking chanel 1A, radio Tait chanel P1 ( ikuti Prosedur Pelaporan Keadaan Darurat SOP AM-40 ) Atau PT.DH On Call ( 081254443 )- Jika di area Bengalon

Driver

9.e Kecelakaan :

-           Periksa situasi, apakah aman untuk memberikan pertolongan.

-           Bila terdapat korban yang terancam keselamatanya, segera berikan bantuan jika aman dan mampu untuk melakukanya.

-           Jika tidak aman atau tidak mampu untuk melakukanya, maka segera hubungi Emergency Respon Team / ERT ( ikuti Prosedur Pelaporan Keadaan Darurat SOP AM-40 )

Driver

9.f Steering Rusak

-           Jangan panik,

-           Lepaskan injakan kaki dari pedal gas.

-           Segera kurangi kecepatan kendaraan, injak rem kaki secara perlahan, turunkan gigi perseneling secara bertahap sesuai dengan kecepatan mesin sampai gigi terendah.

-           Arahkan kemudi / kendaraan ke tepi / tempat yang aman ( jika masih bisa digerakan ), sehingga kendaraan berhenti.

-           Segera hubungi Supervisor Maintence.

Driver

9.g Radio Mati

-           Segera hentikan kendaraan pada tempat yang aman, dan nyalakan lampu hazard.

-           Hubungi Supervisor Maintence

-           Apabila radio tidak bisa diperbaiki di lokasi, maka mintalah bantuan untuk meng-escort sampai ke luar dari area tambang.

Driver

Catatan :

-           Pastikan kendaran hanya dioperasikan oleh orang yang kompeten ( memilki Kimper yang sesuai dan masih valid ).

-           Jika kondisi badan sedang tidak fit, maka segera lapor kepada Supervisor atau atasan ( jangan mengoperasikan kendaraan )

-           Jangan mengoperasikan kendaraan dalam kondisi mabuk atau setelah mengkonsumsi obat yang bisa menyebabkan kantuk.

-           Dilarang menggunakan Hand Phone ketika menjalankan kendaraan (menepilah dahulu/cari tempat yang aman untuk menerima telephon)

Driver & Supv.