Pengoperasian Excavator
Tujuan
Prosedur ini dibuat untuk memberikan petunjuk tentang cara mengoperasikan excavator yang benar dan aman dengan tujuan untuk memaksimalkan produktifitas alat serta untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang bisa berakibat terhadap karyawan, kerusakan property dan terhambatnya produktifitas.
Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk pengoperasian excavator yang dimiliki oleh PT Andalan Mining ( PC 200 dan PC 300 ).
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Operator, Supervisor dan / atau Pengawas.
Pra syarat
Telah mengikuti GM MOD Rule
Memiliki kimper yang sesuai dan masih valid. Kondisi fit untuk bekerja.
Personal Protective Equipment ( PPE )/ alat pelindung diri
Sepatu safety, helm, kaca mata safety, ear plug ( kecuali jika berada di dalam kabin yang layak ) tambahkan jaket pelampung jika lokasi kerja berada di dekat air dengan kedalaman 1 m atau lebih.
Step 1 Persiapan
Lakukan pre start check dengan menggunakan form yang tersedia dan pastikan semuanya dalam kondisi baik / alat layak pakai.
Operator
Jika dalam pemeriksaan dijumpai kerusakan, maka tuliskan kerusakan yang ditemukan dan laporkan kepada atasan.
Operator
Lakukan inspeksi kondisi tanah dan dinding ( jika bekerja di dekat dinding yang tinggi atau dinding galian ) untuk memastikan tidak adanya material yang retak, goyah atau menggantung, jika ragu apakah dinding tersebut aman atau tidak, maka segera jauhi area tersebut dan laporkan kepada atasan / penganggung jawab area.
Operator & Supv.
Jika lokasi kerja berada di dekat air atau daerah rawa, maka kenakan jaket pelampung.
Operator & Supv.
Step 2 Pengoperasian
a) CARA YANG BAIK UNTUK DILAKUKAN :
· Pastikan track motor berada di posisi belakang.
Operator
· Gunakan sabuk pengaman
Operator
· Gunakan pelindung telinga kecuali di dalam kabin yang layak
Operator
· Buatlah lereng yang aman untuk menaiki atau menuruni bench.
Operator
· Pastikan material bench mampu untuk menahan berat alat.
Operator
· Perhatikan saat ada DT yang mundur ke posisi loading.
Operator
· Posisikan excavator sejajar dengan track saat berganti posisi.
Operator
· Panggillah alat / dozer untuk merapikan loading point jika dibutuhkan dan pastikan mereka bekerja dengan aman di daerah galian Anda.
Operator
· Gunakan klakson yang sesuai sebagai isyarat bagi DT untuk berhenti atau jalan ( klakson panjang, satu kali )
Operator
· Jagalah kebersihan daerah loading dan pastikan aman dari material yang membahayakan dan dapat merusak ban DT.
Operator
b) CARA YANG HARUS DIHINDARI / JANGAN DILAKUKAN :
· Menggali material ke arah atau di bagian bawah motor track.
Operator
· Meninggalkan kabin dengan posisi bucket masih terangkat.
Operator
· Menghentikan bucket pada posisi yang lebih rendah dari pada track ( kecuali ada orang yang bertugas untuk menjaga ).
Operator
· Memotong lereng atau bekerja di bawah lereng yang dipotong bagian bawahnya.
Operator
· Berjalan sambil membawa material di dalam bucket.
Operator
· Menganyunkan bucket melewati kabin DT pada saat mengisi muatan pada DT.
Operator
c) PENGGALIAN DI PERMUKAAN :
· Jika excavator bekerja dari puncak, maka kapasitas material yang sedang digali untuk menahan excavator harus selalu dikontrol. Ketinggian permukaan galian harus diatur sedemikian rupa untuk memastikan excavator dapat bekerja dengan aman.
Operator
· Jika excavator bekerja dari bawah, maka ketinggian permukaan bagian atas harus sesuai dengan kemampuan excavator untuk memotong bagian permukaan yang tidak rata.
Operator
Step 3 Pengoperasian Khusus
a) DOUBLE BENCHING :
· Ketika melakukan operasi double bench, operator harus menjaga keamanan, kestabilan dan kedataran batas tepi yang dikerjakan.
Operator
· Kepadatan dari tepi pembatas dapat dibuat dengan lintasan excavator
Operator.
· Pastikan jalan yang digunakan excavator, datar dan rata serta tidak ada material - material besar yang muncul di permukaan jalan.
Operator
· Untuk mempertahankan kelebaran belahan pinggir tepian, operator harus memastikan bahwa permukaan digali dengan full stick mencapai kemiringan 45 ° pada bingkai frame.
Operator
· Jepitan parit yang cukup harus dipertahankan di sepanjang kaki permukaan, hal ini akan menjaga jarak yang aman antara mesin dan permukaan tambang sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi excavator dari kejatuhan material tambang.
Operator
b) TOP LOADING :
Top loading secara umum dipandang tidak produktif akan tetapi ada situasi- situasi tertentu yang tidak dapat dihindari.
Contoh, antara lain;
Area kerja yang sempit atau daerah pemotongan akhir yang tidak menyediakan ruangan yang cukup bagi DT untuk beroperasi di bawah excavator.
Potensi bahaya tabrakan / senggolan antara excavator dan DT bisa meningkat, karena excavator dan DT bekerja pada level yang sama.
Untuk meminimalkan potensi terjadinya tabrakan / senggolan dan untuk memaksimalkan produktivitas, ikutilah aturan-aturan berikut ini :
· Buatlah berm / tanggul yang cukup aman di antara excavator dan DT atau pasang ganjal untuk DT pada saat mundur untuk loading agar tidak sampai terjadi benturan / memunduri excavator.
Operator
· Gunakan tanda klakson muatan panjang dan pastikan bahwa pengemudi DT dapat mendengar sinyal tersebut dengan memintanya untuk mengecilkan radio dan membuka sedikit jendelanya selama proses pemuatan berlangsung.
Operator
· Jangan mengisi muatan pada DT jika posisi kabin DT berada pada blind side, dan jaga kontak mata dengan operator DT selama proses pemuatan berlangsung.
Operator
· Hindari terjadinya tabrakan antara counter weight excavator dan DT yang memuat ketika operasi pada tahap pengayunan dalam siklus pemuatan dengan memastikan untuk tetap menjaga jarak diantara 2 unit.
Operator
c) LOADING OFF UNSTABLE OR STEEP BENCHES :
Menggali pada angel ( sudut kemiringan ) sedapat mungkin harus dihindari. Praktek ini berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Lihat bagan 1 dibawah:
Ada beberapa peristiwa dimana hal ini tidak dapat dihindari misalnya memindahkan lereng.
Alternative di bawah harus dipertimbangkan sebelum memulai operasi pada kondis - kondisi dibawah ini:
· Gunakan buldozer untuk membuat rangkaian level bench dimana excavator dapat beroperasi secara aman melewati daerah bahaya.
Operator
· Potong bench yang sesuai dengan excavator. Dilarang mengikuti tingkat ramp, tetapi minimalkan exposure excavator pada sebuah lereng. Lihat bagan 2 di bawah.
Operator