Pengoperasian Dozer D85Ess
Tujuan
Prosedur ini dibuat untuk memberikan petunjuk tentang cara mengoperasikan Dozer yang benar dan aman dengan tujuan untuk memaksimalkan produktifitas alat serta untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang bisa berakibat terhadap karyawan, kerusakan property dan terhambatnya produktifitas.
Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk mengoperasikan Dozer dengan type D 85 ESS di area kerja KPC.
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Operator, Supervisor dan / atau Pengawas.
Personal Protective Equipment ( PPE )
Sepatu safety, kaca mata safety, seragam kerja, ear plug, Helm ( kecuali jika berada di dalam kabin )
Step 1 Persiapan
Sebelum bekerja, Operator dan Pengawas harus memastikan bahwa :
. Telah dilakukan pre start check dengan menggunakan form yang tersedia dan semuanya dalam kondisi baik / layak pakai.
. Dozer yang digunakan untuk melakukan pekerjaan land clearing, harus dilengkapi dengan Falling Object Protective Structure ( FOPS )
. Memiliki Kimper yang sesuai dan valid.
. Kompeten atau mampu dalam melakukan pekerjaan yang diberikan.
. Jika Operator disuruh untuk melakukan pekerjaan yang dia anggap berbahaya atau tidak mampu untuk melakukanya, maka segera lapor kepada Supervisor. Dengan demikian Supervisor dapat menilai kembali pekerjaan tersebut atau memberikan tugas tersebut kepada Operator lain yang lebih berpengalaman / kompeten untuk melakukan tugas tersebut.
Supervisor & Operator
Step 2 Pembersihan Lantai Kerja
Loading point merupakan area yang berpotensi tinggi terjadi tabrakan / insiden yang disebabkan karena keadaan yang padat / ramai, oleh sebab itu selalu patuhi hal-hal berikut ini pada saat mengoperasikan dozer di area loading ;
. Selalu perhatikanlah keberadaan lampu penerang, pondok checker, dll.
. Buatlah penilaian singkat mengenai bahaya yang ada saat memasuki area loading sebelum anda melakukan aktifitas pembersihan, karena segala sesuatu bisa berubah sejak saat terakhir anda meninggalkan lokasi tersebut.
. Beritahukan maksud kedatangan Anda terlebih dahulu sebelum memasuki area loading untuk meratakan / membersihkan lantai pit.
. Waspadai blind spot Operator excavator yaitu di sebelah kanan excavator.
. Perhatikan selalu bagian belakang sebelum memundurkan dozer, pastikan aman.
. Buang selalu tumpahan dengan mendorongnya ke permukaan kerja.
. Lakukan ripping pada area yang tinggi dan isilah area yang rendah / lubang dengan material.
. Perhatikanlah selalu personil dan peralatan yang ada disekitar Anda.
. Beritahu Operator unit loading saat pembersihan telah selesai dilakukan dan dozer telah meninggalkan area loading.
Operator
Step 3 Bekerja pada Lereng
. Jaga jarak aman dari tepi lereng atau dinding tinggi yang mudah longsor ( satu setengah kali ketinggian dinding / tebing ).
. Jika terpaksa harus bekerja pada radius kurang dari satu setengah kali ketinggian dinding / tebing, maka pastikan ada pengawas / standby person yang selalu mengawasi jalanya pekerjaan dan segera memberikan informasi jika menjumpai tanda-tanda longsor / tidak aman.
. Untuk menghindari kemungkinan terbalik, maka operasikanlah dozer dengan cara mendorong material dari atas ke bawah, jangan bekerja / mendorong dengan posisi melintang / miring ( lihat gambar ).
. Sedapat mungkin jaga blade tetap penuh saat mendorong ke bawah bukit. Dozer dengan blade penuh lebih terkontrol saat mendorong ke bawah bukit yang curam.
. Hati-hati dan lakukan cross steering saat mendorong ke bawah bukit yang curam.
Operator
Step 4 Mendorong Material atau Pohon
. Pastikan lokasi kerja aman ( tidak ada personil, kendaraan atau peralatan yang berada di area kerja ).
. Pastikan dozer yang digunakan untuk kegiatan pembersihan lahan dilengkapi dengan FOPS dan Operatornya memiliki Kimper Land Clearing.
. Sebelum merobohkan pohon, operator harus memperkirakan arah yang aman untuk jatuhnya pohon dan tahu kemana akan bergerak ketika
pohon mulai roboh.
. Untuk mengarahkan jatuhnya pohon, operator harus memotong tanah pada sisi dimana pohon akan diarahkan.
Operator
Step 5 Bekerja di Area Dumping
Dumping area merupakan area yang berpotensi tinggi terjadi tabrakan / insiden yang disebabkan karena keadaan yang padat / ramai, oleh sebab itu selalu patuhi hal-hal berikut ini pada saat mengoperasikan dozer di area dumpiing ;
. Selalu perhatikanlah keberadaan lampu penerang, pondok, pool dumping, checker, dll.
. Perhatikan selalu bagian belakang sebelum memundurkan dozer, pastikan aman, serta selalu perhatikanlah personil dan peralatan yang ada disekitar Anda, lakukan selalu komunikasi aktif.
. Jangan melakukan pendorongan material melewati batas yang ada.
. Dozer dibuat dari pabrik untuk tujuan mendorong material, sehingga dengan alasan apapun, dilarang digunakan untuk menarik ( gambar di bawah ) termasuk untuk meratakan material di area dumping.
. Supervisor / checker, dilarang berada pada jarak kurang dari 17 m dari bibir dumping, serta dilarang lewat di belakang DT.
Operator
Step 6 Berjalan
. Berjalanlah dengan gigi 2, jangan gigi 3 karena hal tersebut dapat mempercepat ausnya track.
. Dalam kondisi sangat berdebu, kipas radiator dapat mengurangi jarak pandang secara drastis akibat debu yang bertiup di depan dozer, masalah ini dapat dihindari dengan bergerak mundur. Dianjurkan untuk meninjau rute jalan guna memastikan anda tidak menimbulkan masalah bagi kendaraan lain.
Operator
Step 7 Mengisi Bahan Bakar di Area Kerja
. Jalankan dozer ke lokasi pengisian fuel / Fuel Tank yang ada di lokasi kerja.
Atau
. Hubungi Operator Fuel Truck, parkirkan Dozer di tempat yang datar, permukaan tanah keras dan aman ( min. radius 30 m ).
. Turunkan semua peralatan ( blade, dll ), matikan mesin dan Operator Dozer turun dari alat.
. Fuel Truck mendekat ke Dozer yang telah diparkir kemudian lakukan pengisian fuel ke Dozer sesuai dengan keperluan.
. Pada saat proses pengisian hingga selesai, Dilarang menggunakan hand phone, menyalakan api atau merokok di dekat area pengisian.
. Catat hours meter / kilo meter dozer, serta jumlah fuelnya dengan menggunakan form yang tersedia.
. Jika penambahan bahan bakar dilakukan pada night shift ( jam kerja malam ), posisikan dozer dekat lampu penerangan atau lighting plant untuk membantu penglihatan crew servis dan alat lain di area tersebut.
Opt. Dozer & Opt. FT
CATATAN :
. Lakukan monitoring gas dan lampu peringatan selama pengoperasian, jangan operasikan jika alarm atau lampu peringatan aktif atau menyala.
. Gunakan pelindung telinga ( jika diperlukan ).
. Lihat ke belakang anda sebelum mundur.
. Hati – hati dan perhatikan peralatan dan orang – orang yang berada di sekitar area kerja anda.
. Tinggalkan dozer dalam keadaan aman dan di tempat yang jelas terlihat.
JANGAN ;
. Membiarkan Dozer kosong atau meninggalkannya di dump tip head ( puncak dumpingan ).
. Meninggalkan Dozer di area yang penerangannya kurang baik.
. Meninggalkan dozer di bawah dinding atau tebing yang tinggi.
. Memundurkan Blade, karena dozer didesain untuk mendorong material, bukan untuk menarik material. Terus-menerus memundurkan blade dapat merusak push arm trunnion, baut cutting edge dan selang-selang hidrolik. Gunakan grader untuk final trim ( potongan akhir ).
. Melupakan prestart check.
. Melakukan ripping dengan gigi dua atau gigi 3.
. Memutar atau membelokkan dozer ketika ripping
. Operator Dozer dan alat berat lainya, Dilarang mambawa HP pada saat bekerja di area Pit.
Operator