Pengoperasian Crane Truck

Tujuan

Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah aman yang harus dilakukan sebelum dan / atau pada saat mengoperasikan Truck Crane, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang bisa berakibat terhadap karyawan, kerusakan property dan terhambatnya produktifitas.

Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk mengangkat beban dengan berat tidak lebih dari 2.5 Ton.

Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Superisor, Operator, Rigger.

 Pra syarat :

-        Operator ;

Memiliki SIM, SIO ( Surat Ijin Operasi ) & kimper yang sesuai. Telah mengikuti training Basic Lifting & Slinging

Kondisi fit untuk bekerja.

 -        Signal man / Rigger ;

Signal man / yang memberi aba-aba hanya boleh diberikan oleh satu orang.

-        Crane ;

Crane harus memiliki pengesahan pemakaian yang dikeluarkan oleh Disnakertrans.

Kendaraan dipasangi stiker komisioning yang masih valid dan kondisi laik pakai.

 Personal Protective Equipment ( PPE ) Sepatu safety, baju kerja / ber-reflektor, helm

Step 1 Persiapan

·          Lakukan Pre start check sebelum kendaraan dioperasikan dengan menggunakan checklist yang telah tersedia. Pastikan semua komponen penting pengoperasian bisa berfungsi dengan baik.

Operator

·          Lakukan pengecekan / pemeriksaan terhadap kondisi lokasi / area yang dapat mengganggu dan menimbulkan bahaya, seperti jaringan listrik tegangan tinggi, orang atau kendaraan yang lalu lalang di area pengangkatan, kondisi tanah lembek, dll..

Supv & Opt.

 ·          Pastikan berat beban yang akan diangkat tidak melebihi SWL Crane.

Supv & Opt.

Step 2 Pengangkatan

 ·          Sebelum pengangkatan dilakukan, amankan terlebih dahulu lokasi / area pengangkatan dari orang / kendaraan yang lalu lalang di sekitar area ( demarkasi area - dengan safety cone atau pita )

Supv & Opt.

·          Pasang Out Rigger ( sebelah kanan dan kiri ) dengan cara menarik keluar ( jangan melebihi batas maximum ).

Opt./ Rigger

·          Hidupkan mesin kendaraan, tarik rem parkir secara penuh, netralkan transmisi, lalu injak pedal kolping sampai penuh dan dorong tuas PTO / masukan PTO.

Untuk memastikan PTO sudah berfungsi atau belum, lihatlah di bagian kopel PTO ( bagian bawah ) Jika kopel PTO berputar, berarti PTO sudah berfungsi.

Opt.

·          Turunkan Out Rigger / Silender Jack, dengan cara menekan tuas no.1 Pastikan kondisi tanah aman (tidak lembek, keras dan datar) Jika kondisi tanah agak lembek atau tidak rata, maka pasanglah ganjal pada kaki Out Rigger dengan ganjal yang lebar dan kuat menahan beban selama pengangkatan berlangsung 

Opt.

·          Buka Boom dengan cara menekan tuas / handle no.3 dan untuk memutar Boom, tekan tuas / handle no.2

Opt.

·          Keluarkan Telescopic, dengan cara menekan tuas / handle no.5

Opt.

·          Turunkan Boom ke arah beban yang akan diangkat, lalu kaitkan beban ke Hook yang ada pada Crane. Beban yang diangkat selalu disesuaikan dengan panjang boom dan radius operasi.

Opt.

·          Dilarang mengangkat barang melalui samping boom atau pembebanan samping, letakkan boom tegak lurus dengan beban yang akan diangkat.

Opt.

·          Jangan memindahkan beban bila ada orang berada di bawah beban yang akan dipindahkan.

Opt.

·          Angkat dan putar Boom dengan hati-hati ( jaga keseimbangan beban ), lalu letakan muatan ke bak Truck Crane. Atur posisi muatan dengan baik dan ikatlah ( jika diperlukan )

Opt.& Rigger

·          Untuk menghindari beban kejut, hindari memulai dan menghentikan crane secara tiba-tiba. Beban kejut dapat terjadi pada saat pengangkatan ataupun penurunan beban secara tiba-tiba dan juga ketika kondisi kelebihan beban (overload).

Untuk menghindari terjadinya beban kejut tersebut maka pengangkatan dan penurunan beban harus dilakukan secara perlahan.

Opt.

Step 3 Pekerjaan Selesai

·          Simpan / lipat Kembali, Boom dan telescopic. Pastikan posisi Boom sudah lurus ( lihat tanda anak panah yang ada pada Boom )

Opt.

·          Naikan Kembali kaki Out Rigger dengan cara menekan tuas / handle no.1 kemudian dorong Out Rigger ke dalam.

Opt.

·          Matikan PTO, dengan cara injak pedal kopling secara penuh, lalu tarik tuas PTO ( pastikan kopel PTO sudah tidak berputar )

Opt.

·          Matikan mesin kendaraan dan ikuti prosedur parkir yang benar.

Opt.

Step 4 Keadaan Darurat

·           Jika Anda mampu dan terlatih serta kondisi aman, maka segeralah tolong korban dan bawa ke tempat yang aman, lalu segera hubungi Emergency Respon Team / ERT ( ikuti Prosedur Pelaporan Keadaan Darurat SOP AM-40 )

·           Jika kondisi tidak aman atau Anda tidak mampu untuk memberikan pertolongan, maka segeralah menuju ke tempat yang aman dan hubungi ERT ( ikuti Prosedur Pelaporan Keadaan Darurat SOP AM-40 )

Out Rigger, Supv.

Catatan :

o Pengoperasian harus dihentikan bila kecepatan angin > 20 MPJ ( Mil Per Jam ) atau hujan deras

Supv & Opt.