Mengelas dengan Oxy & Acetylene

Tujuan

Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan petunjuk dalam melakukan pengelasan dengan memakai Acetylene dan Oxygen dengan cara yang benar dan aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang bisa berakibat terhadap karyawan, kerusakan property dan terhambatnya produktifitas

Ruang lingkup dari prosedur ini meliputi untuk pekerjaan pengelasan, dan pemotongan dengan menggunakan oxy dan acetylene.

 Penanggungjawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Juru Las, Helper dan Supervisor

Pra syarat

Juru las telah memahami dengan prosedur kerja aman yang ada. Kompeten dengan pekerjaan yang dilakukan

Personal Protective Equipment ( PPE )

Sepatu safety, jaket las, appron, sarung tangan kulit, kaca mata hitam pelindung muka / Cap Weld Helmet

Step 1 Persiapan

·          Lakukan pemeriksaan pada selang / hose, regulator, tabung serta semua aksesoriesnya dan pastikan semua dalam kondisi baik serta tidak terdapat kebocoran. Check kebocoran dengan menggunakan busa dan air sabun atau 5% cairan pembersih yang dilarutkan dalam air. Oleskan pada tempat yang akan diperiksa menggunakan kuas lunak. Jika terdapat gelembung-gelembung pada busa, berati ada kebocoran, segera kencangkan regulator atau tambahkan selotip jika perlu.

Juru las

·          Jika dalam pemeriksaan dijumpai kerusakan / tidak layak pakai, maka dilarang digunakan, segera pasang Out of Service Tag dan laporkan kepada atasan untuk ditindaklanjuti.

Juru   Las   dan Supervisor

·          Pastikan ijin tertulis telah diperoleh apabila akan melakukan pekerjaan pengelasan / pemotongan di ruang terbatas ( Hot Work Permit ).

Supervisor

·          Pastikan area kerja aman dari material yang mudah terbakar, seperti minyak / pelumas, dll.

Juru Las

·          Pastikan ventilasi udara di tempat mengelas memadai. Bila perlu tambahkan alat penghisap asap las pada tempat kerja.

Juru Las

§   Tempatkan tabung gas dengan posisi berdiri pada tempat yang aman dari benturan atau pukulan benda keras.

Juru Las

§   Lindungi tabung gas dari benda panas dan terik matahari secara langsung serta kemungkinan bersentuhan dengan kabel listrik.

Juru Las

§   Jangan mengubah, mencabut atau menukar tanda pada tabung gas.

Juru Las

§   Jangan menarik  tutup   pengaman sewaktu  mengangkat atau memindahkan tabung.

Juru Las / Helper

§   Pasang selang ke regulator dan pembakar / brander ( Torch ) lalu pasang clamp selang dan kencangkan.

Juru Las

§   Pasang regulator pada tabung. Jika perlu tambahkan sedikit selotip pipa pada drat regulator untuk mencegah kebocoran. Gunakan kunci inggris dan putar mur searah jarum jam untuk mengencangkan.

Juru Las

§   Saat memasang regulator, bagian yang harus dipegang adalah badan regulator bukan pada manometernya.

Juru Las / Helper

§   Katup regulator harus dalam keadaan tertutup saat akan membuka kran tabung. Cara membuka katup regulator dilakukan dengan memutar baut pengatur berlawanan arah jarum jam, hingga longgar.

Juru Las / Helper

§   Putar baut pengatur tekanan kerja secara perlahan saat mengatur tekanan kerja agar tidak merusak membran manometer.

Juru Las

§   Saat dilakukan pengaturan tekanan kerja pada regulator, posisi badan berdiri di samping. 

Juru Las / Helper

§   Setelah regulator terpasang dengan kencang, buka keran pada tabung oksigen dan tabung acetylene. Putar knob searah jarum jam untuk menaikan tekanan dan sebaliknya untuk menurunkan tekanan.

Juru Las

§   Tekanan output regulator yang dibutuhkan bervariasi tergantung kebutuhan ketebalan material yang akan dilas. Jika digunakan untuk pengelasan plat-plat tipis ( 0,5 – 2 mm ), maka atur tekanan oksigen pada 10 kg/cm² dan 5 kg/cm² pada acetylene.

Juru Las

 Step 2 Pengelasan.

 §   Menyalakan dan mengatur api las.

-         Pastikan kran acetylene dan oksigen pada brander dalam kondisi tertutup.

-         Nyalakan api las, dengan cara membuka sedikit kran acetylene pada brander ( ± 1/8 putaran ) hingga terdengar gas acetylene mengalir keluar dari ujung moncong brander. Arahkan moncong brander ke area yang aman, kemudian gunakan pemantik api las / lighter.

Juru Las

§   Posisikan benda kerja dengan benar ( posisi kerja yang nyaman ). Bila benda kerja perlu dijepit atau ditahan dengan ragum maka, jepitlah dengan kuat dan benar sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.

Juru Las

§   Atur besaran api yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang diperlukan sehingga mendapatkan kualitas yang baik.

Juru Las

§   Cara untuk mendapatkan nyala api netral:

-          Putar sedikit keran acetylene pada pembakar / brander, lalu nyalakan api menggunakan pemantik api.

-          Setelah api menyala, buka perlahan-lahan keran acetylene hingga terlihat asap berwarna hitam. Kemudian putar sedikit lagi keran acetylene hingga asap hitam hilang.

-          Setelah itu buka keran oxygen pada pembakar / brander perlahan- lahan hingga mendapatkan nyala api netral ( api kecil berwarna biru bersih ).

-          Untuk mengecek apakah nyala api sudah netral atau belum, buka kran / tuas oxygen secara cepat kemudian tutup. Apabila inti api tidak berubah, berarti nyala api sudah netral, jika nyala api berubah berarti belum netral, aturlah lagi hingga mencapai nyala api netral.

Juru Las

§   Lakukan pengelasan hingga kedua benda kerja yang dilas menyatu dan menghasilkan jalur sambungan pengelasan yang bagus.

Juru Las

§   Setelah terjadi penyatuan, gerakan api las secara perlahan dan kontinyu mengikuti jalur kampuh sambungan hingga selesai.

Juru Las

Step 3 Pemotongan

Beri tanda berupa garis pada plat yang akan dipotong untuk memudahkan proses pemotongan. Langkah untuk melakukan pemotongan adalah sebagai berikut ;

-           Stel regulator gas acetylene pada tekanan 0,5 atmosfir, dan oxygen

pada tekanan 2,5 hingga 4 atmosfir.

-           Nyalakan nozel dan stel nyala api netral, lalu check nyala api oksidasi untuk memotong dengan cara menekan pelatuk katup pemotong.

-           Lakukan pemanasan awal ( preheating ) pada ujung benda kerja, . Suhu pemanasan awal 800°C s/d 900°C. Jarak nozel dengan permukaan yang akan dipotong ( plat ) sekitar 10 hingga 12 mm.

Sedangkan jarak ujung nyala api dengan plat sekitar 5 mm.

Juru las

 -           Arahkan nyala api potong secara vertikal jika menghendaki pemotongan yang tegak lurus.

-           Apabila suhu pemanasan awal telah mencapai 800°C s/d 900°C ( berwarna merah ), tekan platuk potong sambil menggerakkan / menjalankan brander potong secara perlahan sesuai ketentuan hingga terjadi pemotongan.

Catatan :

§   Pembakar / Brander ( Torch )

-             Pembakar terdiri dari dua macam yaitu pembakar pengelasan biasa dan pembakar pemotongan.

-             Pembakar tidak boleh disentuh atau dipegang oleh tangan atau sarung tangan yang terkena minyak atau pelumas.

-             Tidak diperkenankan menggunakan mulut pembakar untuk mencungkil atau memukul karena kerusakan pada mulut pembakar dapat menyebabkan nyala balik.

-             Bersihkan mulut pembakar dari kotoran yang menyumbat secara berkala menggunakan alat penusuk khusus.

-             Bibir mulut pembakar harus dibersihkan dari kotoran dengan menggunakan bilah kayu lunak sambil membuka kran tabung oksigen.

-             Matikan api dari pembakar apabila sudah tidak dipakai

§   Selang Las

-             Selang las menghubungkan tabung gas dengan pembakar las untuk mengalirkan gas oksigen dan asetilin. Selang gas oksigen berwarna hitam atau biru dan selang gas asetilin berwarna merah.

-             Selang las tidak boleh terkilir dan terjepit saat dipakai.

-             Selang las tidak boleh bersentuhan dengan nyala api, bunga api, benda panas, benda tajam, dan segala jenis minyak atau pelumas.

-             Periksa selang las secara rutin agar tidak terjadi kebocoran, hangus, dan sambungan longgar.

-             Jangan menggunakan kawat, plastik, atau isolasi untuk menutup kebocoran. Bagian yang bocor harus dipotong dan disambung kembali menggunakan alat penyambung, pengikat, atau penjepit khusus selang.

-             Gulung selang dengan rapi setelah menggunakannya.

 Step 4 Keadaan Darurat

 Kebakaran

·           Segera ambil APAR / Fire Extinguiser, tarik pin pada APAR, arahkan hose ke sumber api, tekan handle lalu semprotkan / sapukan ke sumber api sehingga api padam ( lakukan hal tersebut jika aman untuk dilakukan )

·           Jika kebakaran tidak bisa dikendalikan, maka segera hubungi ERT ( ikuti Prosedur Pelaporan Keadaan Darurat SOP AM-40 )

Welder, Supervisor