Keadaan Darurat
Tujuan
o Untuk memberikan petunjuk penanganan keadaan darurat agar dapat dengan segera dilakukan tindakan penyelamatan sampai kepada pertolongan tertinggi yakni rescue atau pertolongan medis / dokter.
o Memastikan Tim Rescue mengetahui dengan tepat lokasi terjadinya situasi / keadaan darurat di lokasi kerja.
Prosedur ini digunakan untuk menangani keadaan darurat yang meliputi a/l ;
o Tumpahan hydrocarbon
o Kebakaran
o Tersetrum.
o Accident / Kecelakaan Umum
o Digigit / diserang binatang buas / berbisa.
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Supervisor / Pengawas, Pekerja / Penolong, First Aider atau Fire Warden.
Pra syarat
Kondisi aman untuk melakukan pertolongan Memakai PPE yang sesuai.Kompeten ( training )
Personal Protective Equipment ( PPE )
Sepatu safety, helm, kaca mata safety, ( tambahkan PPE sesuai dengan jenis bahaya yang ada / jika diperlukan ).
1 PENANGANAN TUMPAHAN HYDROCARBON
. Segera bersihkan segala tumpahan / kebocoran hidrokarbon yang terjadi di area kerja dan buang setiap bahan yang tercemar ke tempat ber-ijin.
Supv.
. Apabila terjadi tumpahan / bocoran hidrokarbon yang tidak dapat ditangani ( tumpahan hidrokarbon lebih besar dari 200 L dan / atau mempunyai resiko masuk ke jalur air/ laut / daerah sensitif lainya, maka segera laporkan kejadian tersebut kepada Supt. Area, Manager Departmen terkait, Rescue KPC dan Departemen Lingkungan KPC ( seksi Site Support )
Supv.
. Lakukan investigasi dan laporkan hasi investigasi tersebut ke Manager Lingkungan KPC dan dimasukan ke dalam system Prinutama.
Supv.
. Tumpahan hidrokarbon yang kurang dari 200 L dan tidak mempunyai resiko masuk ke jalur air / laut / daerah sensitive lainya tetap harus dilaporkan dan tercatat di masing-masing Departemen.
Supv.
1.a Tumpahan di Areal yang Dilengkapi Dengan Tanggul Pengaman ( Bund ) ;
- Tutup sumber tumpahan dan hentikan penyebaran yang terjadi.
Pekerja
- Kumpulkan tumpahan ke dalam drum oli bekas, gunakan pompa atau lembaran penyerap ( absorbent )
Pekerja
- Bersihkan sisa-sisa hidrokarbon yang masih menempel pada dinding dan lantai tanggul dengan menggunakan sabun khusus untuk oli.
Pekerja
- Alirakan air dari tanggul ke dalam perangkap oli.
Pekerja
- Apabila tanggul terbuat dari lempung yang dipadatkan ( compacted clay ), maka gali kerikil dan tanah yang tercemar hingga di bawah batas pencemaran.
Pekerja
- Buang tanah, krikil, lembaran penyerap, pasir, dll yang tercemar ke tempat pembuangan yang telah ditentukan ( lahan bioremediasi berijin atau insenerator berijin ).
Supv.
- Isi kembali areal yang telah digali dengan tanah atau kerikil yang bersih.
Pekerja
1.b Tumpahan di Areal yang Tidak Dilengkapi Dengan Tanggul Pengaman (Bund ) ;
- Tutup sumber tumpahan dan hentikan penyebaran yang terjadi.
Pekerja
- Apabila memungkinkan, arahkan tumpahan ke suatu titik agar dapat ditampung dan dikumpulkan.
Pekerja
- Ambil / serap tumpahan yang ada dengan menggunakan lembaran penyerap, bantalan penyerap, tanah, pasir atau bahan-bahan penyerap lainya. Bila memungkinkan, sedot tumpahan tersebut menggunakan pompa dan masukan ke dalam kontainer / drum oli bekas.
Pekerja
- Hubungi Superintendent Lingkungan KPC ( Site Support ) untuk meminta saran, apakah kerikil atau tanah yang tercemar tersebut harus ditangani di tempat kejadian ( Insitu Bioremediation ) atau harus digali dan dibuang ke lahan bioremediasi berijin.
Supv.
- Isi kembali areal yang telah digali dengan tanah atau kerikil yang bersih.
Pekerja
CATATAN :
o Bila terjadi tumpahan Hydrocarbon di area kerja dalam skala kecil, gunakan peralatan hydrocarbon yang tersedia ( absorben ).
Pekerja
o Jika Anda melihat tumpahan hydrocarbon dalam skala besar di areal KPC maka segera laporkan kepada rescue 52 3000 (jika menggunakan HP : 0549-52-3000) dan pihak Lingkungan Hidup dengan telpon 1595 (0549-52- 1595) Hubungi Custodian / Safety Coordinator MS ( 0549 52 5322 ) atau Safety AM ( 0823 5268 0780 ) Atau PT.DH On Call ( 081254443 )- Jika di area Bengalon
Pekerja / Supv.
2. KEBAKARAN
2.a Kebakaran di Dalam Gedung / Bangunan ;
- Bunyikan Fire Alarm dengan cara menekan tombol alarmnya.
Fire Warden / Pekerja
- Segera beritahu petugas, apabila anda sebagai orang pertama yang mengetahui lokasi kebakaran.
Fire Warden / Pekerja
- Padamkan api dengan Fire Extinguisher yang ada apabila Anda mampu melakukanya dan api tidak terlalu besar.
Fire Warden / Pekerja
- Hubungi Emergency Services ( tlpn. 52 3000 / KPC atau 0811-550-3000 ) ( 113 / Pemda )
- Atau PT.DH On Call ( 081254443 )- Jika di area Bengalon
Fire Warden / Pekerja
Laporkan ;
o Siapa nama Anda ?
o Apa yang terjadi ?
o Di mana lokasi kejadian / Emergency Escort Point terdekat ( untuk area KPC )?
o Berapa korban yang ada ( jika ada ) ?
o Bantuan apa yang diperlukan ?
Fire Warden / Pekerja
- Beritahukan kepada semua rekan kerja / tamu agar segera meninggalkan ruangan / tempat kerja, menuju ke tempat berkumpul / Assembly Area yang telah ditentukan ( lakukan evakuasi bila keadaan memaksa ).
Fire Warden / Pekerja
- Matikan semua peralatan listrik yang ada.
Fire Warden / Pekerja
- Tutup semua pintu dan jendela untuk menghambat penyebaran api dan asap.
Fire Warden / Pekerja
2.b Kebakaran pada Kendaraan atau Alat ;
- Jika terjadi kebakaran pada kendaraan atau alat, maka segera padamkan api dengan menggunakan FE yang ada ( jika mampu dan keadaan aman untuk melakukanya )
Pekerja
- Jika api terlalu besar atau tidak mampu untuk memadamkan kobaran api, maka segera tinggalkan kendaraan atau alat dan hubungi Emergency Respon Team ( ERT ) ikuti alur pelaporan di atas.
Pekerja
3 TERSETRUM
· Angkat / bawa korban ke tempat yang aman ( setelah dipastikan tidak ada arus listrik pada korban ), jika korban masih terhubung dengan arus lisrik / belum terlepas dari kontak dengan listrik, maka doronglah korban dengan menggunakan material yang tidak menghantarkan listrik, misal; kayu kering, plastik, karet atau kain kering ( jangan menggunakan material yang basah, atau material lainya yang bisa menghantarkan listrik ).
Penolong / First Aider
· Letakan korban di atas lantai ( rata dan keras ) dengan posisi terlentang ( kepala lebih rendah ) dan kendorkan pakaianya.
Penolong / First Aider
· Lakukan penilaian respon pada korban ( panggil atau goncangkan bahu korban / hati-hati jika dicurigai ada cedera leher dan tulang belakang ).
Penolong / First Aider
· Jika tidak ada respon, maka buka jalan nafas korban ( angkat dagu korban ke atas dan tekan dahi ke bawah ) dan mintalah seseorang untuk menghubungi Emergency Service.
Penolong / First Aider
· Periksa nafas korban selama 3 – 5 detik dan bersihkan jalan nafas korban ( buka mulut korban, masukan jari telunjuk ke mulut, lakukan sapuan dari pipi bagian dalam sampai geraham paling belakang, jika ditemukan adanya benda yang menyumbat jalan nafas, maka ambil / keluarkan dengan cara mengaitkan jari telunjuk tersebut ).
Penolong / First Aider
· Jika korban tidak bernafas, maka segera lakukan bantuan nafas buatan awal sebanyak dua kali ( buka mulut korban dan jepitlah kedua cuping hidung korban dengan dua jari, lalu tiupkan nafas ke korban selama 1.5 s/d 2 detik untuk dewasa dan 1 s/d 1.5 detik untuk bayi dan anak, dan pastikan udara yang ditiupkan tidak bocor ).
Penolong / First Aider
· Dengarkan nafas dan periksa nadi karotis korban ( di antara jakun dan otot leher ).
Penolong / First Aider
· Jika nafas sudah terdengar dan nadi karotis terasa, maka letakan korban dengan posisi miring pemulihan ( letakan lengan kiri korban di atas kepala, lalu silangkan tungkai kanan korban di atas tungkai kirinya, miringkan tubuh korban / letakan tangan kananya di bagian bawah muka ) dan tunggu hingga bantuan datang.
Penolong / First Aider
· Jika nafas belum terdengar dan nadi karotis belum teraba, maka segera lakukan pijatan jantung luar ( letakan tumit telapak tangan kanan si- penolong pada posisi dua jari di atas pertemuan lengkung iga kiri dan kanan dari korban, tangan yang satunya diletakan di atas tangan kanan / untuk menopang, posisikan bahu tegak lurus dengan tangan, lalu lakukan pijatan jantung luar / hentakan kedua tangan secara lurus / dengan tekanan bahu ) lakukan sebanyak 15 kali pijatan.
Penolong / First Aider
· Lakukan kembali tiupan nafas ke korban sebanyak dua kali.
Penolong / First Aider
· Periksa kembali nadi karotis korban, jika belum teraba, maka ulangi lagi ( 15 pijatan dan dua kali tiupan ) hingga nadi teraba atau nafas terdengar.
Penolong / First Aider
· Jika nadi sudah teraba atau nafas sudah terdengar, maka posisikan miring pemulihan sambil menunggu bantuan datang.
Penolong / First Aider
Catatan :
- Jangan gunakan pemadam api yang berbahan dasar air untuk kebakaran listrik, gunakan pemadam api yang berbahan dasar powder atau gas CO2.
Penolong / First Aider
- Jangan berada pada genangan air pada saat terjadi kebakaran listrik, karena kita tidak tahu apakah genangan air tersebut teraliri arus listrik atau tidak.
Penolong / First Aider
4 ACCIDENT / KECELAKAAN ( UMUM )
· Jangan merubah apapun yang ada di lokasi kejadian.
First Aider / Penolong
· Jika terdapat Korban yang terancam keselamatanya dan Anda mampu / kompeten serta keadaan aman, maka segera selamatkan korban.
First Aider / Penolong
· Letakan korban di atas lantai dengan posisi terlentang ( kepala lebih rendah ) dan kendorkan pakaianya.
First Aider / Penolong
· Lakukan penilaian respon pada korban ( panggil atau goncangkan bahu korban / hati-hati jika dicurigai ada cedera leher dan tulang belakang ).
First Aider / Penolong
· Jika tidak ada respon, maka buka jalan nafas korban ( angkat dagu korban ke atas dan tekan dahi ke bawah ) dan mintalah seseorang untuk menghubungi Emergency Service.
First Aider / Penolong
· Periksa nafas korban selama 3 – 5 detik dan bersihkan jalan nafas korban ( buka mulut korban, masukan jari telunjuk ke mulut, lakukan sapuan dari pipi bagian dalam sampai geraham paling belakang, jika ditemukan adanya benda yang menyumbat jalan nafas, maka ambil / keluarkan dengan cara mengaitkan jari telunjuk tersebut ).
First Aider / Penolong
· Jika korban tidak bernafas, maka segera lakukan bantuan nafas buatan awal sebanyak dua kali ( buka mulut korban dan jepitlah kedua cuping hidung korban dengan dua jari, lalu tiupkan nafas ke korban selama 1.5 s/d 2 detik untuk dewasa dan 1 s/d 1.5 detik untuk bayi dan anak, dan pastikan udara yang ditiupkan tidak bocor ).
First Aider / Penolong
· Dengarkan nafas dan periksa nadi karotis korban ( di antara jakun dan otot leher ).
First Aider / Penolong
· Jika nafas sudah terdengar dan nadi karotis terasa, maka letakan korban dengan posisi miring pemulihan ( letakan lengan kiri korban di atas kepala, lalu silangkan tungkai kanan korban di atas tungkai kirinya, miringkan tubuh korban / letakan tangan kananya di bagian bawah muka ) dan tunggu hingga bantuan datang.
First Aider / Penolong
· Jika nafas belum terdengar dan nadi karotis belum teraba, maka segera lakukan pijatan jantung luar ( letakan tumit telapak tangan kanan si- penolong pada posisi dua jari di atas pertemuan lengkung iga kiri dan kanan dari korban, tangan yang satunya diletakan di atas tangan kanan / untuk menopang, posisikan bahu tegak lurus dengan tangan, lalu lakukan pijatan jantung luar / hentakan kedua tangan secara lurus / dengan tekanan bahu ) lakukan sebanyak 15 kali pijatan.
First Aider / Penolong
· Lakukan kembali tiupan nafas ke korban sebanyak dua kali.
First Aider / Penolong
· Periksa kembali nadi karotis korban, jika belum teraba, maka ulangi lagi ( 15 pijatan dan dua kali tiupan ) hingga nadi teraba atau nafas terdengar.
First Aider / Penolong
· Jika nadi sudah teraba atau nafas sudah terdengar, maka posisikan miring pemulihan sambil menunggu bantuan datang.
First Aider / Penolong
5 Digigit Binatang Air ( buaya, ular, dll…)
· Amankan diri penolong dan tempat kejadian.
First Aider / Penolong
· Segera evakuasi korban ke tempat yang aman.
First Aider / Penolong
· Tenangkan korban.
First Aider / Penolong
· Segera hubungi Emergency Service ( lihat alur pelaporan di bawah )
First Aider / Penolong
· Sambil menunggu bantuan yang lebih memadai datang, rawat korban, bila perlu pasang bidai atau pembalut elastis dengan pola spiral pada daerah anggota gerak yang digigit.
First Aider / Penolong