Tujuan dari prosedur ini dibuat adalah ;
1. Memberikan panduan bagi siapa saja yang diminta melakukan Isolasi mandiri
2. Memberikan panduan kegiatan isolasi mandiri dan program monitoring isolasi mandiri
3. Melakukan pendataan dan pencatatan serta pelaporan terhadap terhadap program isolasi mandiri
Ruang lingkup SOP ini mencakup pelaporan mobilitas karyawan, pencatatan oleh tim medis di klinik dan formulir pencatatannya.
Setiap pihak yang tercakup dalam SOP ini berkewajiban untuk melaksanakan panduan yang telah ditetapkan dan mensosialisasikan kepada pekerja yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. SOP akan terus diperbaharui dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan operasional.
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Penaggung Jawab Operasional / PJO, Superintendent, Supervisor.
6.1 KARYAWAN MASUK KRITERIA PDP ATAU ODP
1. Karyawan segera melapor ke Klinik / rumah sakit setibanya di Sangatta, dan melaporkan kepada atasanya
2. Apabila karyawan mengalami batuk / sesak nafas / demam / riwayat demam, akan dilakukan pemeriksaan rongten dada dan tes darah ( CBC, ESR, LFT, RFT ) oleh petugas dari klinik / rumah sakit.
3. Bila hasil pemeriksaan mengarah pada penyakit Covid-19 maka karyawan akan dirujuk oleh Klinik sebagai suspek Covid-19 ke RSUD Kudungga Sangatta
4. Bila hasil pemeriksaan normal, karyawan diminta melakukan ISOLASI MANDIRI DI RUMAH ( Ketentuan ISOLASI MANDIRI DI RUMAH dapat di lihat di Lampiran )
5. Perusahaan akan memberikan Formulir Lembar Pemantauan Mandiri yang wajib diisi setiap hari oleh Karyawan, terkait pemantauan gejala Covid-19 meliputi suhu, keluhan batuk, sesak, pilek dan nyeri tenggorok. Karyawan diminta mengisi lembar formulir tersebut secara lengkap dan menyerahkan kembali apabila masa pemantauan selesai.
Karyawan & Supervisor
6.2 KARYAWAN MASUK KRITERIA OTG
1. Karyawan segera melapor ke Klinik / rumah sakit setibanya di Sangatta, melaporkan kepada atasannya.
2. Apabila hasil pemeriksaan normal, karyawan diminta melakukan ISOLASI MANDIRI DI RUMAH ( Ketentuan ISOLASI MANDIRI DI RUMAH dapat di lihat di Lampiran ).
3. Perusahaan akan memberikan Formulir Lembar Pemantauan Mandiri yang wajib diisi setiap hari oleh karyawan, terkait pemantauan gejala Covid-19 meliputi suhu, keluhan batuk, sesak, pilek dan nyeri tenggorokan. Karyawan diminta mengisi lembar formulir tersebut secara lengkap dan diserahkan kembali apabila masa pemantauan selesai.
4. Manakala selama fase monitoring dijumpai keluhan baru maka karyawan diminta segera periksa ke klinik / rumah sakit.
5. Dengan munculnya keluhan selama proses monitoring maka statusnya dapat naik menjadi ODP ataupun PDP selanjutnya mengikuti prosedur ODP atau PDP.
6. Karyawan yang masuk kriteria OTG diwajibkan mendapatkan pemeriksaan uji Virus Covid-19 ( Rapid Tes dan PCR ) minimal dua kali.
Karyawan & Supervisor
6.3 KARYAWAN MASUK KRITERIA PELAKU PERJALANAN DARI NEGARA / WILAYAH DENGAN TRANSMISI LOKAL ATAU TANPA TRANSMISI LOKAL
1. Karyawan segera melapor ke Klinik / rumah sakit setibanya di Sangatta, melaporkan kepada atasannya.
2. Apabila hasil pemeriksaan normal, karyawan diminta melakukan ISOLASI MANDIRI DI RUMAH ( Ketentuan ISOLASI MANDIRI DI RUMAH dapat di lihat di Lampiran ).
3. Perusahaan akan memberikan Formulir Lembar Pemantauan Mandiri yang wajib diisi setiap hari oleh karyawan, terkait pemantauan gejala Covid-19 meliputi suhu, keluhan batuk, sesak, pilek dan nyeri tenggorokan. Karyawan diminta mengisi lembar formulir tersebut secara lengkap dan diserahkan kembali apabila masa pemantauan selesai.
4. Manakala selama fase monitoring dijumpai keluhan baru maka karyawan diminta segera periksa ke klinik / rumah sakit.
5. Dengan munculnya keluhan selama proses monitoring maka statusnya dapat naik menjadi ODP ataupun PDP selanjutnya mengikuti prosedur ODP atau PDP
Pekerja