Isolasi dan Lock Out
Isolasi dan Lock Out
Tujuan
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua pekerjaan pemasangan, perbaikan, atau inspeksi yang dilakukan pada alat / kendaraan yang berpotensi melepaskan energi berbahaya hanya dilakukan oleh orang-orang yang kompeten dan berwenang dengan cara mengisolasi dan memasang lock pada alat sedemikian rupa sehingga resiko kecelakaan fatal dapat dicegah.
Lingkup Prosedur ini digunakan untuk semua jenis pekerjaan baik pemasangan, perbaikan, atau inspeksi yang dilakukan pada alat atau kendaraan yang berpotensi melepaskan energi berbahaya.
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Pekerja ( Personal Lock Holder ) dan Supervisor ( Isolation Officer )
Pra syarat :
Telah mengikuti pelatihan Personal Lock Holder dan / atau Isolation Officer Memahami prosedur kerja yang aman ( SOP )
Personal Protective Equipment ( PPE )
Sepatu safety, helm, kaca mata safety, sarung tangan ( tambahkan PPE sesuai dengan jenis pekerjaan, lokasi atau bahaya yang ada )
· Parkirkan kendaraan / alat pada tempat yang datar dan aman.
Pekerja
· Lakukan isolasi sumber energi berbahaya;
o Untuk kendaraan ( LV, DT, Elf, Manhaul, Tronton ) dan Compact ;
Tarik rem parkir secara penuh, matikan mesin, cabut kunci, ganjal roda, pasang Personal Danger Tag dan Lock pada terminal isolasi, putar switch pada terminal isolasi ke posisi Off ( kecuali LV dan Elf ).
o Untuk excavator ;
Matikan mesin, cabut kunci, turunkan bucket ke tanah, switch off pada isolation switch, pasang Personal Danger Tag dan Lock, tekan emergency stop, buang angin / air pressure.
o Untuk Dozer / Grader ;
Matikan mesin, cabut kunci, turunkan blade ke tanah, switch off pada isolation switch, pasang Personal Danger Tag dan Lock, tekan emergency stop, buang angin / air pressure.
Pekerja & Supervisor
· Apabila pekerjaan dilakukan lebih dari satu orang, maka harus dilakukan isolasi kelompok dan yang melakukan isolasi dan lockout adalah seorang Isolation Officer.
Pekerja & Supervisor
· Lakukan test potensi energy nol dan pastikan semua sumber energy berbahaya telah terisolasi dengan benar.
Pekerja
· Pasang demarkasi ( dengan pita, safety cone atau segitiga pengaman )
Pekerja
Step 2 Isolasi
Terapkan 12 langkah isolasi :
1. Identifikasi Sumber Energi Berbahaya
· Kenali semua sumber energi yang berbahaya dan konfirmasikan bahwa titik isolasi utama telah diketahui.
· Kenali instalasi dan alat terkait yang dapat menimbulkan bahaya.
· Tentukan jenis isolasi yang akan diterapkan ( individu atau kelompok )
Pekerja & Supervisor
2. Beritahu Pihak-Pihak yang Terkait
· Beritahu semua personil yang akan terpengaruh dengan adanya tindakan pengisolasian untuk mencegah timbulnya masalah yang berkenaan dengan keselamatan atau operasional.
· Bilamana perlu, beritahu pihak operasional bahwa instalasi dan alat terkait lainya harus diisolasi agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.
Pekerja
3. Mengisolasi Sumber Energi Berbahaya dan Gunakan Main Series Lock
· Lakukan isolasi sumber-sumber energi dari instalasi dan alat pada titik isolasi utama dengan menggunakan alat isolasi atau menggunakan instruksi yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat.
· Jangan menggunakan peralatan tambahan untuk pengisolasian misalnya tombol tekan, piranti sirkit kontrol atau tombol emergency stop.
· Bila tindakan pengisolasian memerlukan lebih dari satu orang, maka master series lock harus digunakan pada situasi yang memerlukan pengisolasian instalasi atau alat tidak bergerak.
Pekerja & Supervisor
4. Lakuan Test Pengisolasian ( Zero Energy Potential )
· Semua energi berbahaya harus dites guna memastikan bahwa energi –
energi tersebut telah dikendalikan ( zero energy potential ).
· Contoh pengetesan termasuk namun tidak terbatas pada:
o Pengecekan ada tidaknya tegangan dalam pengisolasian listrik.
o Usaha untuk menghidupkan / menjalankan peralatan, seperti alat bergerak.
· Periksa apakah semua energi yang tersimpan telah diamankan yaitu choking, purging, pengeluaran tekanan, pemasangan barikade dan sebagainya.
Pekerja
5. Pasang Personal Lock dan dan Personal Danger Tag
· Personal lock harus dipasang oleh masing-masing personal lock holder pada titik isolasi yang telah ditentukan.
Pekerja & Supervisor
6. Memulai Pekerjaan
· Laksanakan pekerjaan yang harus dilakukan.
· Pantaulah daerah kerja untuk mengidentifikasi apakah ada bahaya baru atau bahaya lainya.
Pekerja & Supervisor
7. Selesaikan Pekerjaan
· Pastikan bahwa semua pekerjaan telah dilakukan.
Supervisor
8. Bersihkan Area Kerja
· Kaji ulang semua pekerjaan yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa area kerja telah aman, misal pengaman dan penutup dilepas atau dipasang kembali.
· Semua perlengkapan alat dan material telah dipindah dari area kerja.
Supervisor
9. Memeriksa daerah kerja aman
· Pastikan bahwa semua orang yang bekerja pada instalasi dan alat yang terpengaruh pengisolasian telah meninggalkan area kerja.
Supervisor
10. Lepas Personal Lock dan Personal Danger Tag atau Permit Tag
· Setiap personal lock holder harus melepas personal lock mereka dari titik pengisolasian atau peralatan isolasi.
· Para pengunjung hanya boleh memindahkan visitor lock mereka di bawah pengawasan seorang personal lock holder.
Pekerja & Supervisor
11. Aktifkan Kembali Energi
· Beritahu semua pihak yang relevan atau yang terpengaruh kegiatan pengaktifan kembali energi tersebut.
· Isolation Officer harus memastikan bahwa semua personal lock telah dilepas, kemudian Isolation Officer melepas master series lock.
Pekerja
12. Memeriksa Operasi ( check bahwa alat bisa bekerja dengan baik )
· Lakukan pengetesan dengan menjalankan instalasi atau alat untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan bahwa instalasi atau alat dapat beroperasi dengan normal.
· Beritahu operator / Penanggung jawab alat / tempat bahwa pekerjaan telah selesai dilakukan.
Pekerja
a) Persyaratan Isolasi dan Lockout Individu :
Isolasi dan lockout individu dilaksanakan dalam situasi dimana pekerjaan melibatkan ;
· Hanya satu orang yang melaksanakan pekerjaan
· Hanya satu titik isolasi yang diperlukan dalam pekerjaaan.
· Orang yang melaksankan isolasi dan lockout adalah seorang Personal Lock Holder atau Isolation Officer.
· Orang yang melaksanakan isolasi telah mendapat penjelasan mengenai prosedur kerja aman untuk mengisolasi suatu instalasi atau alat tertentu tersebut.
Pekerja & Supervisor
b) Peraturan Isolasi dan Lockout Individu :
· Wewenang untuk melaksanakan isolasi dan lockout hanya boleh dilakukan oleh Personal Lock Holder atau Isolation Officer dengan wewenang sebagaimana dijelaskan dalam prosedur kerja aman untuk mengisolasi satu instalasi atau alat tertentu.
· Isolasi individu harus memberi perlindungan hanya kepada orang yang memasang Personal Lock dan Personal Danger Tag.
· Personal Lock Holder harus memastikan bahwa dia telah mengetes isolasi ( tes potensi energi nol ) sebelum memulai pekerjaanya.
· Isolasi individu tidak boleh dilakukan pada titik isolasi yang telah dipasangi dengan permit lock atau personal lock.
· Bila suatu saat pada waktu bekerja, orang lain terlibat juga dalam pekerjaan, maka Isoalasi dan Lockout Individu harus dibatalkan dan persyaratan untuk Isolasi dan Lockout kelompok diberlakukan.
· Isolasi dan lockout harus dibatalkan segera sesudah pekerjaan orang itu selesai dilakukan.
· Bila alat belum siap dioperasikan kembali, maka instalasi atau alat itu harus tetap diputuskan hubunganya dengan sumber energi dan Out of Service Tag harus tetap terpasang pada titik isolasi utamanya.
Pekerja & Supervisor
Step 4 Isolasi dan Lockout Kelompok
a) Persyaratan Isolasi dan Lockout Kelompok :
Isolasi dan lockout kelompok dilaksanakan dalam situasi dimana pekerjaan melibatkan ;
· Lebih dari satu orang yang melaksanakan pekerjaan
· Lebih dari satu titik isolasi yang diperlukan dalam pekerjaaan.
· Orang yang melaksankan isolasi dan lockout adalah seorang Isolation Officer.
· Isolation Officer yang melaksanakan isolasi telah mendapat penjelasan mengenai prosedur kerja aman untuk mengisolasi instalasi atau alat tertentu tersebut.
Pekerja & Supervisor
b) Peraturan Isolasi dan Lockout Kelompok :
· Isolasi kelompok hanya boleh dilakukan, diterima dan dibatalkan oleh Isolation Officer dengan wewenang sebagaimana dijelaskan dalam prosedur kerja aman untuk mengisolasi satu instalasi atau alat tertentu.
· Isolation Officer adalah orang pertama yang memasang lock pada alat isolasi. Tergantung pada persyaratan prosedur kerja aman, lock itu bisa berupa Master Series Lock, Permit Lock, atau Personal Lock miliknya
· Titik isolasi tidak boleh ditambah atau dikurangi dalam isolasi kelompok setelah ditentukan oleh Isolation Officer yang bertugas. Bila perubahan harus dilakukan, isolasi itu harus dibatalkan dan Isolation Officer harus mengulang dari awal semua persyaratn isolasi dan lockout kelompok sebelum pekerjaan dilanjutkan kembali.
· Isolation Officer harus memastikan bahwa dia telah mengetes isolasi ( tes potensi energi nol ) sebelum mengizinkan personel memasang Personal Lock mereka pada titik isolasi.
· Isolation Officer harus mengecek daerah kerja dan memastikan bahwa semua Personal Lock telah dilepas sebelum melepas Master Series Lock, Permit Lock, atau Personal Lock miliknya.
Isolation Officer
· Bila alat belum siap dioperasikan kembali, maka instalasi atau alat itu harus tetap dihubungkan dengan sumber energi dan Out of Service Tag harus tetap terpasang pada titik isolasi utamanya.