Bekerja di Ketinggian
Bekerja di Ketinggian
Tujuan
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk memastikan bahwa sarana pelindung dan pencegahan jatuh pada saat bekerja di ketinggian 1.8 m atau lebih telah disediakan, untuk menjaga keselamatan personil dari resiko terjatuh yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal.
Ruang lingkup ini terbatas hanya untuk setiap tugas atau pergerakan di ketinggian vertikal 1,8 meter atau lebih .
Penanggung jawab dari Standard Operating Procedure ini adalah Pekerja Supervisor dan / atau Pengawas.
Pra syarat :
Telah mengikuti pelatihan Bekerja di Ketinggian Memahami prosedur kerja yang aman ( SOP ) Kondisi fit untuk bekerja
Alat Pelindung Diri ( APD)
Sepatu safety, helm, kaca mata safety, peralatan pencegah atau pelindung jatuh.
Step 1 Persiapan
• Pastikan bahwa semua orang yang bekerja di ketinggian 1.8 m atau lebih dimana ada risiko terjatuh telah ;
o Mengikuti pelatihan Bekerja di Ketinggian
o Memakai peralatan pencegah atau pelindung jatuh yang disetujui.
o Melakukan pengecekan pra pemakaian pada alat pencegah atau pelindung jatuh ( termasuk Anchor Point ) sebelum digunakan.
o Menginspeksi semua jalan, lantai kerja, struktur kerja, dan tangga sebelum digunakan.
o Mempertimbangkan implikasi terjatuh dari ketinggian beserta tindakan penyelamatanya.
o Menjaga komunikasi rutin dengan supervisor mereka.
o Kondisi fit untuk bekerja, tidak sedang sakit atau dalam pengaruh obat-obatan. ( Supervisor )
• Jika lantai kerja permanent tidak tersedia, maka gunakan alat bantu naik yang sesuai dan disetujui misal; scaffolding, chery picker, dsb. ( Supervisor )
• Jika tersedia lantai kerja permanen ( fix platform ), maka pastikan :
o Memiliki acces naik / turun yang memadai ( tangga ).
o Lantai tidak licin.
o Memiliki handrail ( Supervisor )
• Jika menggunakan tangga portable ( single ladder atau step ladder ),
maka;
o Sandarkan tangga tunggal / single ladder sedemikian rupa sehingga bagian atas tangga tersisa minimal 1 m dari titik tangga bersandar serta ikatlah tangga dengan tempat untuk menyandarkan agar lebih kuat ( jika diperlukan ) atau pastikan ada orang yang memegangi tangga dari bawah.
o Jangan mendirikan tangga di depan pintu atau jendela yang membukanya ke arah di mana tangga tersebut didirikan, jika terpaksa harus mendirikan pada tempat tersebut, maka kuncilah pintu / jendelanya dari dalam.
o Jangan dirikan tangga di gang / tempat berjalan, jika terpaksa harus didirikan pada tempat tersebut, maka tutuplah / blokade-lah jalan tersebut sehingga tidak dilewati orang.
o Jangan mendirikan tangga di dekat jaringan kabel, jika terpaksa harus didirikan di daerah tersebut, maka ijin tertulis harus sudah didapatkan sebelum pekerjaan dilakukan ( Vicinity Permit ).
o Sandarkan tangga tunggal dengan kemiringan 75 atau 4 : 1
o Pastikan hanya ada satu orang berada di atas tangga dalam satu waktu.
o Pastikan ketika berdiri di atas tangga tunggal, posisi paling tinggi pada anak tangga ke tiga dari atas .
o Pastikan tidak ada upaya mendorong ke luar ketika bekerja di atas tangga.
o Pastikan semua pengunci tangga lipat / step ladder sudah terpasang
/ terkunci sebelum tangga dinaiki dan pastikan pula ada orang yang memegangi tangga dari bawah ketika ada orang yang naik / bekerja di atas tangga.
o Pastikan ketika berdiri di atas tangga lipat / step ladder posisi paling tinggi pada anak tangga kedua dari atas ( jangan berdiri atau duduk di ujung / dudukan tangga lipat ) atau kedua telapak kaki rapat di atas anak tangga dan satu tangan memegangi tangga. Pekerja
Step 2 Naik dan turun dari / ke lantai kerja
• Selalu gunakan 3 titik tumpu pada saat naik / turun tangga.
• Posisi badan harus menghadap ke tangga.
• Dilarang membawa benda ( peralatan atau material ) di tangan.
• Naiki / turuni anak tangga secara satu persatu ( jangan langsung dua anak tangga atau lebih ) dan selalu memperhatikan pijakan kaki. Pekerja
Step 3 Bekerja di Ketinggian
• Bila memakai Safety Harnes, maka pastikan bahwa Safety Harnes selalu dipakai dan dikaitkan dengan benar pada Anchor Point.
• Semua perkakas, peralatan dan barang harus dilindungi dari resiko terjatuh (diikat atau dipasang jaring pengaman )
3.a Perpindahan Posisi :
• Jika pekerja harus melakukan perpindahan posisi yang rawan, maka harus dilengkapi dengan Safety Harness dengan menggunakan 2 Landyard.
• 1 Landyard dikaitkan pada Anchorpoint awal, dan landyard kedua dikaitkan pada posisi yang akan dituju. ( Pekerja & Pengawas)
Step 4 Keadaan Darurat
1. Orang terjatuh dari ketinggian
• Jika Anda mampu dan terlatih serta kondisi aman, maka segera berikan pertolongan kepada korban, lalu bawa korban ke tempat yang aman sambil menunggu ERT tiba.
• Jika Anda tidak mampu atau kondisi tidak aman, maka segera hubungi ERT ( ikuti Prosedur Pelaporan Keadaan Darurat SOP AM-40 ) dan pasang demarkasi di lokasi kejadian sambil menunggu ERT tiba.
2. Orang terjatuh dengan posisi tergantung pada safety harness
Tindakan yang harus segera dilakukan apabila pekerja terjatuh dan tergantung di harness :
Jika memungkinkan, petugas P3K/ Standby Person harus segera memberi bantuan pada 5-10 menit pertama setelah pekerja terjatuh / tergantung pada safety harness.
Gunakan tangga yang telah disiapkan sebelumnya untuk membantu menurunkan korban.
Jika tidak segera mendapat bantuan, pastikan korban selalu menggerakkan kaki dan angkat lutut hingga posisi duduk atau gunakan alat bantu, seperti suspension trauma safety strap ( jika tersedia ).
Jika korban tidak sadar, jaga agar jalan napas selalu terbuka.
Selama pertolongan pertama diberikan, jangan membaringkan korban di lantai atau di atas tandu. Apabila korban langsung dibaringkan, hal ini memicu terjadinya reflow syndrome, akan ada aliran darah yang tiba- tiba mengalir ke otak dan jantung dan bisa mengakibatkan kematian pada korban.
Jaga korban dalam posisi duduk selama kurang lebih 30 menit.
Setiap korban yang pingsan atau mengalami suspension trauma lebih dari 10 menit, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Pencegahan :
Pastikan tidak bekerja sendirian ( harus ada Standby Person )
Usahakan agar korban selalu aktif menggerakkan kaki.
Hindari tergantung dengan posisi tegak dan kaki menjuntai ke bawah.
Pertolongan pertama harus dilakukan maksimal 10 menit pertama setelah korban terjatuh.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban harus ditangani secara hati-hati oleh petugas medis di rumah sakit. Sering kali, suspension trauma dapat menyebabkan efek tertunda bagi korban, seperti gagal ginjal, yang kerap tidak disadari korban itu sendiri. ( Supervisor)