short film -
PSYCHOLOGICAL THRILLER | CULT HORROR
short film -
PSYCHOLOGICAL THRILLER | CULT HORROR
PREMIS
Demi melunaskan hutangnya, Bayu berusaha menipu wanita kaya dengan
menyamar sebagai relawan yayasan masjid tapi saat ia memasuki rumah
targetnya, rencananya perlahan berubah menjadi malam yang tak bisa ia
kendalikan.
SYNOPSIS
Bayu, seorang penipu ulung, menyamar sebagai relawan penggalangan dana demi
pengalaman psikologis mengerikan yang tak bisa ia kendalikanggung. Namun, saat
rencananya mulai dijalankan, suasana rumah itu perlahan berubah menjadi ganjil
dan mengancam. Malam yang awalnya penuh tipu daya berubah menjadi
pengalaman psikologis mengerikan yang tak bisa ia kendalikan.
STATEMENT
Keserakahan dan tipu daya pada akhirnya akan menghancurkan seorang penipu.
DIRECTOR BIOGRAPHY-
Evan Lambert Cavell Simorangkir
Evan Lambert Cavell Simorangkir adalah mahasiswa film di Universitas Multimedia
Nusantara yang percaya kalau nulis skrip sambil overthinking itu sah-sah aja, asal
ending-nya kuat. Lahir dan besar di Jakarta, Evan tumbuh dengan kegelisahan
khas kota besar: penipuan, kepalsuan, dan… deadline yang selalu mepet.
Film pendek pertamanya berjudul Zindik — kisah tentang penipu berkedok religius
yang terjebak di antara dosa, moral, dan kultus—dengan gaya visual yang
kayaknya “dark”, tapi bukan sok edgy. Bagi Evan, Zindik bukan cuma proyek
pertama, tapi juga ajang pembuktian bahwa mahasiswa film juga bisa ngomongin
hal berat… sambil ngopi sachetan di kosan.
Gaya penyutradaraannya absurd tapi niat, banyak simbol, dan kadang suka
nyelipin kritik sosial tipis-tipis biar kayak arthouse.
Kalau lagi nggak syuting, Evan biasanya bengong di timeline, ngumpulin referensi
warna, atau ngelamun: “Gimana ya kalau hidup kita kayak plot twist?”
PRODUCER BIOGRAPHY-
Andreas Christopher Barends
Andreas Christopher Barends adalah mahasiswa Film dan Animasi di Universitas
Multimedia Nusantara. Lahir di Jakarta dan besar di Surabaya, ia kembali ke ibu kota
untuk mengejar karier di industri kreatif. Sebagai seorang producer muda, Andreas
dikenal dengan cara berpikir yang sistematis dan berorientasi jangka panjang. Ia percaya bahwa keputusan terbaik lahir dari proses yang matang, bukan dari langkah yang terburu-buru. Pendekatannya yang logis dan pragmatis membuatnya melihat setiap proyek sebagai rangkaian strategi yang terstruktur, bukan sekadar kumpulan ide kreatif semata.
Zindik adalah film pendek kedua yang diproduseri oleh Andreas. Ia memilih terlibat dalam proyek ini karena tertarik dengan pendekatan sinematiknya yang tidak biasa, yaitu penggunaan gaya fake one-shot, yang jarang ditemukan di ranah film pendek Indonesia.
Menurut Andreas, kekuatan sebuah film terletak pada tiga unsur utama: genre, cerita, dan treatment. Setidaknya satu atau dua dari elemen tersebut harus memiliki keunikan tersendiri untuk menciptakan daya tarik. Sebagai seorang producer, Andreas memiliki impian agar perfilman Indonesia semakin kaya dengan ragam genre—baik pendek maupun panjang—dan ia berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung lahirnya karya-karya yang berani dan berbeda.
BEHIND
THE