ICC OSH 2024
Innovation Management Award 2024
ICC OSH 2025
Quality Facilitator Award 2025
Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional
Improvement Roadmap 2026
APA ITU IMPROVEMENT ?
Merupakan usaha-usaha berkelanjutan yang dilakukan untuk mengembangkan dan memperbaiki produk, pelayanan, ataupun proses. Upaya ini bertujuan untuk menemukan dan mempertahankan bentuk terbaik dari perbaikan yang dihasilkan, yang merupakan solusi terbaik untuk masalah yang ada yang hasilnya akan bertahan dan bahkan berkembang menjadi lebih baik
MANFAAT IMPROVEMENT PROGRAM ?
Improvement bagi perusahaan memiliki beberapa manfaat sebagai berikut, sehingga perusahaan yakin bahwa program improvement ini adalah sebuah budaya yang sangat baik.
1. Sarana untuk mencapai target perusahaan
Target perusahaan yang sudah di susun di awal tahun, dapat diturunkan menjadi dua strategi besar dalam pencapaiannya, yang pertama adalah dengan melakukan kegiatan atau program rutin yang sudah biasa dilakukan. Dan yang kedua adalah dengan menjadikan topik atau tema improvement yang akan dilakukan oleh masing – masing divisi dengan produk improvementnya berupa Quality Control Project (QCP), kemudian diturunkan lagi menjadi program improvement di tingkat departemen departemen dengan Quality Control Circle nya, dan masing masing topik improvement departemen tersebut dapat diturunkan menjadi program improvement masing section dengan Quality Control Initiatif atau dengan Sugestion System nya (SS). Dengan demikian keberadaam program – program improvement akan menjadi sebuah sarana pencapaian target perusahaan yang efektif.
2. Sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia
Karyawan sebagai sumber daya manusia dalam perusahaan, dapat menggunakan program improvement ini sebagai sarana pengembangan yang efektif dan efisien. Dengan terlibat aktif dalam proses dan kelompok atau gugus gugus improvement dalam perusahaan maka karyawan akan “dipaksa” belajar, berproses, berfikir tentang sebuah permasalahan dengan tujuan untuk mencari solusinya dan kemudian di jaga kualitasnya agar tidak mengalami penurunan. Dan proses ini dalam teori development atau pengembangan sumber daya manusia menjadi sangat efektif bahkan paling efektif, karena karyawan langsung terlibat. Mereka menjadi subjek dari proses tersebut.
3. Sarana untuk menyeleksi karyawan yang berkualitas
Karyawan yang melakukan improvement, mereka yang terlibat dalam gugus-gugus kendali mutu mereka adalah karyawan karyawan yang berkualitas. Karyawan yang sesuai dengan keinginan pemilik saham, keinginan dari visi perusahaan tersebut. Karyawan yang melakukan improvement, mereka adalah karyawan yang memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan. Kenapa, karena karyawan yang membuat improvement, mereka adalah mereka yang mencintai pekerjaan, karena tidak akan mungkin seseorang akan rela melakukan aktivitas yang sifatnya adalah memberikan nilai tambah dari tugas harian mereka jika mereka tidak mencintai pekerjaan dan perusahaan mereka. Mereka sangat menikmati pekerjaan mereka. Karyawan yang melakukan improvement mereka adalah kader kader terbaik yang anda miliki untuk kemajuan perusahaan anda di masa mendatang.
4. Sarana memperbaiki kondisi perusahaan
Konsep dalam improvement ini ada dua yaitu PDCA, Plan Do Check Action, sebuah siklus untuk meningkatkan kualitas dari satu titik tertentu yang lebih rendah ke titik tertentu yang lebih tinggi dengan langkah langkah di dalamnya yang sudah teruji untuk peningkatan ini. Dan yang kedua adalah konsep SDCA, Standar Do Check Action. Sebuah siklus untuk memastikan peningkatan dan perbaikan kulitas yang sudah di lakukan dalam PDCA di “ganjal” di tahan, dengan SDCA ini agar kualitas nya tidak turun. Tidak terjadi kesalahan yang sama dengan sebelumnya. Karenanya konsep improvement program ini bagi organisasi dan atau perusahaan akan dapat meningkatkan atau memperbaiki kondisi perusahaan.
5. Sarana meningkatkan usaha untuk mencintai perusahaan
Karyawan yang mealkukan improvement otomatis akan memperbaiki kesalahan kesalahan mulai dari lingkup yang sangat kecil itu, karena karyawan merasa mencintai dan memiliki perusahaan itu. Imunitas berupa kecintaan dari karyawan itu adalah kekuatan utama nya. Dan seperti pada pembahasan sebelumnya, dengan melakukan improvement, maka karyawan akan berada dalam suasana kecintaan kepada perusahaan nya.
6. Sarana membentuk budaya perusahaan yang lebih baik
Program improvement dapat menjadikan sebuah indikator Budaya yang sangat baik di kalangan karyawan perusahaan untuk melakukan improvement. Program – program Improvement dapat memunculkan budaya “inovatif” jika mampu melakukan improvement. Budaya inovatif yang Luar Biasa baik untuk kemajuan perusahaan.
7. Sarana memperbaiki permasalahan dalam perusahaan
Apa perbedaan penyelesaian masalah dengan metode PDCA improvement dengan tanpa menggunakan metode PDCA? toh hasilnya juga sama. Sama - sama tidak bisa kita nikmati dalam waktu dekat dan masalah tidak selesai saat ini”. Lihat contoh berikut: “Dalam waktu 3 sampai 6 bulan bisa jadi masalah belum terselesaikan, karena dalam waktu tersebut, gugus kendali mutu masih berproses dengan Planning dan Implementasi, namun diatas waktu itu, masalah akan teratasi dan yang paling penting adalah masalah tidak akan terulang kembali. Dengan catatan proses PDCA dilakukan dengan benar. Ya, masalah tidak akan terulang kembali karena konsep improvement program ini bukan hanya sebagai “Pemadam kebakaran” dimana ada masalah kemudian diselesaikan dan ketika masalah selesai tidak ada proses tindak lanjut untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga. Namun program improvement ini akan membuat sebuah standar kualitas yang akan menjadi “Ganjal” kualitas yang sudah diraih untuk tidak turun kembali. Program improbvement ini adalah sebuah program perbaikan masalah tanpa menimbulkan masalah. Hehe seperti slogan Pegadaian.
8. Sarana memahami hubungan atasan dengan bawahan dengan bersama menyelesaikan masalah dalam pekerjaan
Dalam implementasinya gugus-gugus kendali mutu yang ada di perusahaan menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan chemistry atau keterikatan dari tim yang terdapat dalam lingkungan departemen atau bagian tersebut. Setiap gugus akan di tentukan fasilitator, leader dan tim nya, yang rata rata setiap unsur pimpinan dalam bagian tersebut akan menjadi leader dari gugus tersebut. Proses dalam gugus tersebut akan memunculkan sebuah interaksi, brainstorming dan diskusi yang aktif dan positif dari semua anggota tim. Sehingga hal tersebut akan semakin meningkatkan hubungan yang kuat antara pemimpin dan tim nya dari bagian, departemen atau bagian tersebut.
9. Sarana membentuk sudut pandang yang objektif dalam perusahaan
Program improvement ini memiliki sebuah standar evaluasi untuk data dan informasi yang disampaikan, terdapat mekanisme penilaiannya sehingga layak untuk diberikan atau di registrasi menjadi sebuah produk improvement. Dengan demikian secara tidak langsung akan “memaksa” perusahaan memiliki budaya objektif dalam setiap informasi dan data yang disampaikan.
10. Sarana meningkatkan pemahaman akan mutu dan produktivitas
Mutu adalah ukuran dari suatu hasil kerja yang diorientasikan kepada pelanggan. Sedangkan produktivitas ini adalah satuan hasil kerja dalam satuan waktu tertentu. Dengan improvement program maka mutu atau kualitas ini akan meningkat dan ketika kualitas ini meningkat maka produktivitas kerja dari tim, dari karyawan akan meningkat. Proses kerja akan di perbaiki dan semakin ditingkatkan kualitasnya sehingga hasil kerjanya menjadi lebih baik dan lebih meningkat.
11. Membangun kemampuan berfikir terencana, objektif dan leadership yang baik
Proses dalam metodologi PDCA ini terdapat sebuah masalah yang akan diselesaikan dan dicarikan solusinya. Untuk dapat menyelesaikan dan menemukan solusi tersebut harus didahului dengan sebuah perencanaan, penganalisaaan atas kondisi kondisi yang ada dan yang menyebabkan masalah tersebut timbul, kemudian di lakukan validasi atas penyebab penyebab masalah tersebut dan dilakukan sebuah pareto penyebab masalah yang ada dan kemudian di lakukan brainstorming untuk mencari ide ide perbaikan nya. Selanjutnya di agendakan dan dibuatkan sebuah perencanaan kerja untuk mengimplementasikan ide perbaikan yang dipilih tersebut. Sampai dilakukan evaluasi atas hasil perbaikan yang telah di lakukan dan dilakukan standarisasi atas proses perbaikan yang sudah di lakukan agar masalah nya tidak timbul kembali. Keseluruhan proses tersebut akan melatih semua tim yang terlibat, mulai dari unsur leader pimpinan, dan staff nya yang terlibat akan dilatih menjadi pribadi yang berfikir terencana, objektif dan mengasah kepemimpinan yang baik.
12. Membangun image perusahaan yang baik
Konvensi Improvement yang dilakukan oleh perusahaan menjadikan perusahaan tersebut merupakan organisasi dan organisasi yang terus belajar, terus berimprove, dan menunjukkan sebuah budaya yang baik dari manajemen dan karyawan nya.” Stakeholders dalam hal ini adalah customer PT. Antang Gunung Meratus menjadi yakin dengan kualitas perusahaan, karena proses improvement yang sudah dilakukan dan di kelola sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah budaya yang baik. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan atau organisasi apapun yang telah menjalan program improvement, yang mana akan meningkatkan image kualitasnya. Karena dalam portofolio nya menampilkan keberhasilannya dalam program program improvementnya.
Semua karyawan PT Antang Gunung Meratus yang memiliki ide untuk melakukan improvement
Video Agenda Quality Improvement AGM
Link Materi Training & Konvensi Nasional
Quality Facilitator Award 2025