Penanaman dan pemeliharaan pohon serta tanaman merupakan bagian penting dalam upaya SMAN 1 Slawi menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, sejuk, dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui program Adiwiyata, dengan menekankan pada keberlanjutan, partisipasi warga sekolah, serta pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
SMAN 1 Slawi melaksanakan berbagai kegiatan penghijauan secara terencana dan berkelanjutan, meliputi penanaman pohon pelindung, tanaman hias, tanaman peneduh, serta tanaman produktif dan obat keluarga di lingkungan sekolah. Kegiatan penghijauan dilakukan di area taman sekolah, halaman kelas, jalur pedestrian, dan area terbuka lainnya. Selain penanaman, sekolah juga melaksanakan kegiatan pemeliharaan berupa penyiraman rutin, pemangkasan, pemupukan, serta penggantian tanaman yang tidak tumbuh optimal guna memastikan keberlangsungan tanaman yang telah ditanam.
Kegiatan panen hidroponik
Kegiatan Penghijauan yang dilakukan
Pembibitan, penanaman,pemeliharaan tanaman di Lingkungan sekolah
Pelaksanaan kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon serta tanaman di SMAN 1 Slawi melibatkan seluruh unsur warga sekolah. Peserta didik berperan aktif melalui kegiatan kelas, organisasi sekolah, dan kader lingkungan, sedangkan guru dan tenaga kependidikan berperan dalam pembinaan, pendampingan, dan pengawasan kegiatan. Kepala sekolah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara petugas kebersihan turut mendukung pemeliharaan tanaman secara rutin. Keterlibatan seluruh warga sekolah ini memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Penananaman pohon mangrove
Peserta didik sedang melakukan pemeliharaan tanaman
Penanaman tanaman tabulampot
SMAN 1 Slawi melakukan pendataan terhadap jumlah dan jenis pohon serta tanaman yang ditanam di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi program penghijauan. Pendataan mencakup tanaman pelindung, tanaman hias, tanaman produktif, dan tanaman obat yang tersebar di berbagai area sekolah. Data ini digunakan sebagai dasar perencanaan pengembangan ruang terbuka hijau sekolah serta sebagai indikator keberhasilan kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan.
Peserta didik sedang melakukan penanaman tanaman
Tenaga keamanan sedang melakukan penanaman tanaman
Tenaga kependidikan sedang melakukan penanaman tanaman