Air Filtrasi
Perlakuan: tiga  level air filtrasi plus satu kontrol. Penentuan konsentrasi secara linier dengan peningkatan konsentrasi 20%
Kontrol
T.30 = 30%
T.60 = 60%
T.100 = 100%
Ulangan = 3 replikasi. Layout 🔗Spreadsheet pengacakan
Jumlah benih per unit penelitian = 9. Jumlah benih yang dibutuhkan = 4x3x9 = 108 benih.
Wadah perkecambahan gulungan kertas merang di wadah plastik/kertas
Penyiapan Air Filtrasi 📘Form pilihan bahan PS 📗Persetujuan pemilihan jenis 📗Tabel jenis untuk filtrat & mhs
Jenis pohon untuk daun.Â
Wadah filtrasi. Masukkan dalam kotak plastik - 650 ml lapisan tanah 2 cm, daun 2 lapis, dan tahan 2 cm. Basahi tanah secukupnya. Biarkan 14 hari untuk dekomposisi.
Air filtrasi 500 ml diperoleh dari perkolasi dari wadah filtrasi dengan semprotan halus.
Perlakuan Air Filtrasi
Perlakuan 5 level konsentrasi larutan dengan 5 ulangan
Level konsentrasi 100%, 60%, 30% dan 0% (kontrol)
A: 100% = 100 mL air filtrasi
B: 60% = 60 mL air filtrasi + 40 mL air murni
C: 30% = 30 mL air filtrasi + 70 mL air murni
K: 0% = 100 mL air murni (= kontrol)
Pengaturan perlakuan
Persetujuan Benih 📘Form pilihan bahan PS 📗Persetujuan pemilihan jenis 📗Tabel jenis benih & mhs
Setiap unit penelitian memuat 9 benih.Â
Benih diatur di atas kertas merang (ukuran setengah lembar) yang telah diberi kode sesuai perlakuan dan nomor acak dan dibasahi sesuai perlakuan.Â
Sesudah itu benih ditutup dengan kertas merang lainnya.Â
Kertas merang penutup dibasahi dengan semprotan air sesuai perlakuan.
Kertas digulung secara hati-hati dan diletakkan pada wadah perkecambahan sesuai layout penelitian.
Bahan dan Alat
Daun jenis xxx untuk air filtrasi
Benih xxx
Kertas tissue merang, 12 lembar
Semprotan air 1 unit
Wadah air filtrasi 1 unitÂ
Gelas ukur 1 unit
Wadah kecambah. Kotak plastik atau dos air mineral 1 unit. Â
Analisis Data
Data hasil pengamatan akan dianalisis dalam bentuk persentse perkecambahan dan laju perkecambahan.
Persen Perkecambahan (Index Timson) ∑n
Laju Perkecambahan
Rerata Waktu Perkecambahan t = ∑ni.ti / ∑ni dimana ti= waktu mulai dari awal percobaan sampai waktu ke-i, ni= jumlah benih yang berkecambah pada waktu ke-i (bukan akumulasi yang berkecambah sampai waktu ke-i).
Coefficient of Velocity CV = 100(A1+A2+...+Ax) / (A1T1 + A2T2 + ... + AxTx) dimana A1, A2 ... = jumlah benih yang berkecambah pada hari ke 1, ke 2 dst. dan T1, T2 ... jumlah hari ke 1, ke 2 dst sejak dimulai percobaan.
Derajat Overlap Perkecambahan Z = ∑Cni, 2/N dimana Cni, 2 = kombinasi jumlah benih berkecambah pada waktu i, 2 bersamaan dan ni = jumlah benih yang berkecambah pada waktu i, N = Jumlah total benih yang berkecambah dalam percobaan. Z = 1 jika semua benih berkecambah serempak.
Mean Time to Germination MTG = ∑(ni x di) / N dimana ni = jumlah benih yang berkecambah pada hari ke i, di = periode inkubasi dalam hari, N = jumlah total benih yang berkecamabah dalam percobaan. Semakin rendah nila MTG semakin cepat laju perkecambahan.