Bentangan Alam Tangkoko merupakan sebuah suaka keanekaragaman hayati yang mempertemukan lanskap vulkanis, hutan hujan tropis, dan pesisir pantai, membentang dari puncak gunung hingga ke garis pantai. Kawasan ini memiliki fungsi ekologis dan rekreasi yang unik. Secara keseluruhan kawasan ini terdiri dari TWA Batuputih, TWA Batuangus, dan CA Duadsudara (hasil peleburan CA Tangkoko dan CA Duasudara)
TWA Batuputih merupakan bagian paling terkenal dari bentangan ini. Ekosistemnya bertransisi dari hutan pantai ke hutan dataran rendah dan dataran tinggi. TWA Batuangus memiliki bentangan yang didominasi oleh formasi batuan vulkanis hitam yang tajam hasil dari aliran lava bersejarah Gunung Batuangus. Area ini memiliki vegetasi pesisir unik yang telah beradaptasi dengan tanah berbatu yang gersang. CA Duasudara adalah jantung konservasi utama dari kompleks ini. Zona ini mencakup puncak dan lembah Gunung Duasudara dan Gunung Tangkoko. Area ini dilindungi sepenuhnya demi menjaga habitat pegunungan dan daerah aliran sungai yang krusial. Tempat ini berfungsi sebagai perlindungan murni bagi flora dan fauna dataran tinggi yang langka, memastikan kelangsungan hidup jangka panjang satwa unik Sulawesi jauh dari campur tangan manusia. Bersama-sama, ketiga kawasan yang saling terhubung ini membentuk sebuah ekosistem sangat berharga mulai dari pantai berterumbu karang hingga puncak-puncak vulkanis yang diselimuti kabut.
Objek dan Subjek Praktikum
Unsur penyusun bentangan alam yang umumnya menjadi objek penelitian adalah primata (yaki, kuskus, tangkasi), burung, kupu-kupu, dan vegetasi.
Ilmu pengetahuan yang menjadi subyek penelitian antara lain Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ekotourisme, Ekologi Hutan, Pengelolaan DAS, dan Pengelolaan Kawasan Konservasi.