Suaka Margasatwa Nantu (atau Hutan Nantu) adalah salah satu kawasan konservasi hutan hujan tropis terbaik dan paling utuh yang tersisa di Pulau Sulawesi yang juga adalah "laboratorium alam" karena menjadi benteng pertahanan terakhir bagi berbagai satwa endemik khas Wallacea. Secara administratif, SM Nantu terletak di Provinsi Gorontalo dan mencakup tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo Utara seluas 51.639 hektar. SM Nantu adalah rumah bagi satwa endemik Sulawesi di antaranya Babirusa, Anoa, Tarsius, 80 lebih spesies burung. Kubangan Adudu adalah kubangan air garam mineral (salt lick) alami di tengah hutan yang menjadi salah satu spot paling terkenal dan krusial di dalam SM Nantuuntuk pengamatan babirusa dan anoa. Tantangan dan ancaman kelestarian antra lain aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), perambahan hutan untuk pembukaan lahan perkebunan sawit dan pertanian, perburuan liar terhadap satwa dilindungi. Karena nilai ekologisnya yang sangat tinggi, sempat muncul usulan kuat dari berbagai pihak agar status SM Nantu dinaikkan menjadi Taman Nasional, dengan harapan perlindungan hukum dan alokasi anggaran operasional penjangkaannya bisa jauh lebih maksimal.