Buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi
Andrea Hirata lewat Novel Edensor mengisahkan kehidupan masyarakat Melayu Belitung dengan epik cerita yang unik, tidak mudah ditebak. Edensor mengajarkan kebajikan tanpa menggurui pembaca, dan menyajikan dengan amat memikat. Diksi atau pilihan kata yang digunakan amat memesona, Andrea Hirata mengajak kita untuk ikut merasakan lika-liku perjalanan tiap tokoh novel tersebut. Ketegangan yang memuncak, tawa, sedih, gundah, dan senang. Segala macam ekspresi dapat dirasakan pembaca, seolah pembaca benar-benar menjadi bagian dalam cerita tersebut.
Edensor, merupakan buku ketiga dari Tetralogi Laskar Pelangi. Novel ini adalah lanjutan dari buku-buku sebelumnya. Edensor menceritakan dua orang anak Melayu Belitung yang amat ambisius dalam bermimpi. Andrea Hirata mengajarkan pembacanya untuk berani bermimpi, berkerja keras dan tak pernah surut berharap.
Buku ini merupakan saduran dari buku Kenneth T. Gallagher, The Philosophy of Knowledge. Buku ini memperkenalkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh epistemologi (filsafat pengetahuan), baik yang klasik maupun yang muncul akhir-akhir ini (kontemporer). Permasalahan-permasalahan yang ada dicoba untuk dianalisis dengan tajam dan diletakkan di dalam pertanyaan-pertanyaan yang mendasar. Setelah setiap permasalahan diidentifikasi, penulis mengupayakan pemecahan masalah yang disajikan oleh para filsuf. Usaha pemecahan itu kemudian dianalisis sehingga akan menunjukkan permasalahan-permasalahan baru sebagai akibatnya. Buku ini dapat membimbing kita dengan baik sebelum melangkah ke hal-hal lain yang berhubungan dengan epistemologi.